Our Journey

Our Journey
Bercerita


__ADS_3

Udara pagi yang begitu sejuk ditambah pemandangan indah bunga-bunga bermekaran di hadapan terasa menenangkan jiwa dan pikiran. Tampak Brandon dan Casy menikmati suasana dengan saling bercerita. Mencoba mengenali pasangan lebih dalam lagi.


"Oh iya, kata Kak Naya kakak mau ajak istri kakak untuk olahraga pagi sama mereka. Kapan Kak, aku gak sabar rasanya?" Casy teringat cerita Naya pada saat awal-awal ia tinggal bersama Naya.


Brandon sedikit tak percaya, dari mana Casy mengetahuinya. "Kak Naya cerita sama kamu?"


Anggukan Casy padanya mengungkapkan jawaban pembenaran atas pertanyaannya.


"Apa aja yang Kak Naya ceritain ke kamu tentang aku?" ia begitu penasaran apa yang sudah mereka bahas tentang dirinya.


"Banyak sih Kak. Tentang foto, cerdas, kuliah, banyak banget. Aku aja sampai banyak yang lupa" Casy menjawab dengan kekehan.


Brandon mengangguk-anggukan kepalanya, menandakan bahwa ia paham sepertinya semua hal tentang dirinya yang Naya ketahui, sudah diketahui oleh istrinya juga.


"Sayang, jujur aku masih penasaran gimana awal mula kalian bisa ketemu. Aku pengen dengar ceritanya" pintanya pada Casy dengan lembut.


Casy terdiam sejenak, apa ia harus menceritakan tentang rencana pengakhiran hidup yang dulu sempat ia lakukan?. Selama ini tidak pernah ada yang tahu, selain Allah, dirinya, dan Kak Naya. Ia bingung harus bagaimana.


"Sayang" panggil Brandon yang tak mendapati jawaban dari Casy.


"Ehh iya Kak." Casy tersentak kaget.


"Ehhm sebenarnya ... " Casy tampak ragu melanjutkan ceritanya.


"Sebenarnya kenapa?" ujar Brandon. Ia masih menunggu kelanjutan cerita Casy.


"Dulu aku pernah pergi ke kawasan terlarang Kak. Di sana aku ketemu sama Kak Naya." Tampaknya Casy masih ingin menutupi ceritanya.


"Ngapain kamu kesana? lagian Kak Naya juga ngapain di sana?. Kamu bisa jelasin Sayang, aku masih belum paham." Ujar Brandon semakin penasaran.


Casy menghela nafasnya, lalu bibirnya terbuka untuk menceritakan kejadian sejelas-jelasnya kepada suaminya ini. Alasan ia berada di sana, sebab keinginan ia mengakhiri hidupnya, Naya yang hampir ditabraknya, kedatangan Naya menyelamatkannya, Naya yang membawanya pulang, dan bagaimana Naya mengenalkan syariah agama pada dirinya.


Brandon terkejut mendengar penjelasan Casy. Ia tak menyangka istrinya pernah ingin mengakhiri hidupnya. Ia merasa bersalah menjadi salah satu penyebab peristiwa itu.


"Gak papa Kak. Lagian karena kejadian itu, membuat aku bisa seperti sekarang. Aku juga bisa ketemu Kak Naya. Banyak hikmahnya, ini juga pasti udah garis takdir. Jadi Kakak gak salah sama sekali" Jelasnya untuk membuat Brandon tak merasa bersalah dan berhenti meminta maaf.


Membawa Casy dalam pelukannya, Brandon menyalurkan perasaan bersalahnya.

__ADS_1


"Aku gak bisa bayangin kalau kamu benar-benar berhasil melakukan hal itu. Kalau aja Kak Naya gak datang, aku mungkin gak akan bisa ... " ucapannya terpotong oleh Casy.


"Kak. Aku yakin sama takdir, kalaupun Kak Naya gak datang waktu itu pasti ada hal lain yang menghalangi aku untuk pergi waktu itu. Apalagi Allah udah menakdirkan aku jadi jodoh kakak. Jadi apapun yang terjadi, pasti aku akan Allah buat untuk ketemu sama Kakak." Casy menenangkan Brandon dengan lembut dan tersenyum.


"Iya, aku percaya Sayang. Kamu memang jodoh aku dunia akhirat ... Aamiin." Ujar Brandon yang mulai tenang.


"Aamiin" Casy ikut mengaminkan kesemogaan yang Brandon doakan.


"Jadi kapan kita mau olahraga bareng sama Kak Naya Kak?" Casy begitu ingin untuk mewujudkan salah satu keinginan Brandon dulu.


"Besok aja gimana? sepertinya kalau hari kerja kita akan sibuk masing-masing." Brandon memberi usulan.


"Aku terserah Kakak aja. Berarti kita nanti menginap di rumah Kak Naya?"


"Iya. Kamu gak keberatan kan?" Brandon tak ingin memaksakan Casy, jika Casy merasa tidak nyaman.


"Sama sekali enggak. Aku juga pernah tinggal di sana, jadi udah biasalah" Ujarnya dengan penuh percaya diri.


"Iya-iya" Brandon terkekeh dengan jawaban Casy.


💐💐💐


Rumah Naya yang berada di area kehijauan yang mana kebanyakan terdapat pepohonan dan tumbuhan, pegunungan, serta perbukitan. Membuat Brandon dan Casy dapat menikmati pemandangan senja yang begitu indah di sepanjang perjalanan.


Setelah sampai dengan sambutan hangat dari tuan rumah, mereka segera memasuki kamar Brandon dulu dan segera membersihkan diri. Mereka memutuskan beristirahat sebentar, sebelum makan malam.


"Kakak seneng kalau kalian menginap. Ini pertama kalinya kan setelah kalian sudah menjadi suami istri?" Naya menunjukan kebahagiaannya atas kehadiran mereka berdua.


"Iya Kak, aku juga seneng banget bisa nginep di sini lagi" Casy yang menjawab.


"Bener Kak, aku juga bahagia karena ini demi mewujudkan keinginan Istri" ujarnya bercanda.


"Emang Casy keinginan nya apa?" Bukan Naya, melainkan Carrel yang bertanya penasaran.


"Casy mau olahraga pagi bareng" ujar Brandon dengan terkekeh.


"Ohh, apa Casy sedang mengidam?" Carrel bertanya lagi.

__ADS_1


"Uhuk uhuk" Brandon tersedak mendengar ucapan Carrel. Bagaimana mungkin kakaknya berfikir begitu, mereka saja belum pernah melakukan sesuatu itu.


Casy segera mengambilkan air untuk Brandon.


"Pelan-pelan aja Bran, gak ada yang bakal minta kok." Ujar Naya menggoda adiknya.


Brandon hanya memutar bola matanya.


"Bukan kok Kak, aku cuma ingin mewujudkan cita-cita lama suami aku Kak" ujar Casy menyangkal dugaan Carrel.


"Oalah, Kakak kira kamu ngidam" Carrel ingat, ucapan Brandon dulu saat lari pagi bersama mereka. Jadi Carell paham dengan maksud pembicaraan Casy ke arah mana.


"Ya udah, lebih baik setelah ini kita langsung istirahat aja. Biar besok lebih fresh." Saran Carrel.


Semua setuju dan segera menyelesaikan makan malam bersama itu. Setelahnya mereka shalat isya berjamaah di mushola yang ada di rumah Carrel.


💐💐💐


Brandon, Casy, dan Carrel tampak sudah bersiap. Mereka berdiri di halaman, tinggal menunggu Naya dan Kiren.


Akhirnya yang ditunggu-tunggu keluar juga.


"Kenapa lama banget Sayang" Carrel bertanya.


"Kiren susah dibangunin tadi pagi mas, jadi siap-siapnya lama." jelas Naya.


Jelas saja, tadi malam Kiren asik bermain dan bercerita bertiga bersama Brandon dan Casy. Kiren sangat antusias dengan kehadiran Casy, Tante barunya dan tentu juga bertambah senang ada Brandon serta.


Mereka menghabiskan waktu bertiga sampai jam 00:12, wajar Kiren sulit bangun. Selama ini ia tidak pernah tidur selarut itu. Sedangkan Brandon dan Casy pun sama, tidak pernah tidur selarut itu, namun nampaknya mereka mampu mengendalikan waktu tidurnya untuk segera bangun pagi.


"Maaf ya Kak, gara-gara kita Kiren jadi telat bangun" Brandon dan Casy merasa bersalah.


"Enggak papa. Lagian wajar dia seantusias itu, ini pertama kalinya dia main sama Casy." Jelas Naya.


"Iya. Benar kata Kak Naya, jadi kalian gak usah merasa bersalah begitu. Ini juga hari libur" tambah Carrel menimpali ucapan Naya.


NEXT.......

__ADS_1


__ADS_2