Our Journey

Our Journey
Dia Menjauh


__ADS_3

Hari-hari pun berlalu. Tak terasa sudah sebulan Caca belajar musik bersama Cya. Semenjak Caca mengetahui bahwa Cya menyukai Kakaknya, mereka menjadi semakin dekat.


Tidak hanya karena hal itu, namun kepribadian Cya yang mampu membuat Caca menyukai Cya dan merasa nyaman bersama Cya.


Bahkan Mommynya, Cassy juga ikut dekat dengan Cya. Mommy Cassy yang telah mendengar bagaimana perjuangan kehidupan Cya merasa kagum padanya.


Ia juga merasa iba kepada gadis cantik itu, sehingga rasa iba itu kini berubah menjadi rasa sayang. Ia sudah menganggap Cya seperti anaknya sendiri.


Selama sebulan ini, meskipun Cya menjadi dekat dengan Caca dan Mom Cassy. Namun hubungannya dengan Arzan tidak ada perkembangan sama sekali.


Selama ini ketika ia selesai mengajari Caca bermain musik malam hari, Mom Cassy akan meminta Arzan mengantarkan dirinya pulang. Namun Caca akan senantiasa ikut, ikut menghindari mereka berdua-duaan.


Sekarang Cya merasa semakin yakin jikalau Az memang telah memiliki tambatan hati. Pernah sekali ia mencoba membuka percakapan terkait percintaan, tetapi Az seolah enggan untuk membahasnya.


Terlebih sepertinya Az mengetahui bahwa dirinya menyimpan rasa kepadanya. Karena setelah ia ketahuan oleh Caca waktu itu, sikap Az juga berubah kepadanya. Seperti enggan untuk melakukan percakapan dengan dirinya.

__ADS_1


💐💐💐


Seorang pria tampan tengah bersiap-siap untuk melakukan perintah Mommynya. Seperti hari-hari biasanya, ia akan mengantar seorang wanita cantik yang ia tahu memiliki rasa padanya.


Saat itu setelah ia dari kamarnya, ia berniat untuk ikut bergabung bersama adiknya dan Cya. Seperti sifatnya yang ingin ramah pada orang lain, ia juga ingin Cya merasa nyaman selama menjadi guru adiknya.


Namun saat ia hampir sampai ruang tamu, ia malah mendengar sesuatu hal yang tak terduga. Rupanya gadis itu menyukai dirinya. Dan baginya ini benar-benar hal buruk.


Ia tidak ingin ada orang lain yang tersakiti oleh dirinya. Ia telah menentukan siapa kelak yang akan menjadi pendampingnya, jadi ia tidak ingin ada orang lain yang berharap padanya.


Maka dari itu, kini ia menjaga jarak terhadap Cya. Meski terdengar agak jahat, tapi ini demi kebaikan bersama.


"Az makasih" ia tersenyum manis kepada pria tampan di depannya yang selama ini ia sukai. Dan Az hanya menjawabnya dengan anggukan, membuat senyuman pada bibir Cya memudar.


Meski akhir-akhir ini Az bersikap agak dingin padanya, namun ia tetap merasa sakit kala hal itu terjadi. Apa benar kalau Az mengetahui perasaannya? jika benar berarti, Az memang sengaja menjauhinya.

__ADS_1


"Daa Kak Cya" Caca yang sudah pindah duduk di depan melambaikan tangannya pada Cya. Membuat senyuman Cya yang memudar harus kembali ia terbitkan.


"Hati-hati Ca" jawabnya ketika mobil mereka mulai melaju.


"Huh Arzan" Ia menghembuskan nafas kasar. Memikirkan Az membuat ia kehabisan banyak energi.


💐💐💐


Siang hari kebetulan jadwal Az dan Cya sama. Setelah selesai kelas Cya mencari Az di kampus. Rupanya pria itu bersiap untuk masuk mobil.


"Az ! " teriaknya memanggil


Az yang dipanggil menoleh padanya dan mengurungkan niat untuk membuka pintu mobil.


Setelah sampai di depan Az, Cya masih mengatur pernafasan yang ngos-ngosan setelah berlari. Setelah beberapa detik, ia pun memulai mengutarakan maksudnya.

__ADS_1


"Az gue mau ngomong sama lo bentar. Apa lo bisa?" ujar Cya menahan kegugupannya


NEXT .......


__ADS_2