Our Journey

Our Journey
Bermain


__ADS_3

Akhirnya setelah beberapa menit menyusui Baby Arzan, akhirnya Brandon bernafas lega karena anaknya akhirnya terlelap. Ia sungguh tak sabar menunggu sejak tadi untuk mendapat perhatian istrinya.


"Sayang, yuk makan. Kamu janji mau suapin aku kan tadi." Ujar Brandon mengingatkan Cassy kalau saja istrinya lupa.


"Iya Hubby, gak sabar banget kamu."


Pada akhirnya mereka keluar dari dalam kamar menuju ruang makan. Seperti janjinya untuk menyuapi sang suami, terlihat Cassy dengan telaten menyuapi Brandon.


Dan semua kegiatan manis itu tidak luput dari pandangan Mama yang berniat untuk mengambil minuman di dapur. Tanpa sengaja melihat pemandangan indah di ruang makan, yg diperankan oleh orangtua baru.


Mama merasa senang dan bangga, Brandon dan Cassy dapat menjalankan kewajiban sebagai orangtua juga sebagai pasangan suami istri. Meskipun sibuk dengan pern baru sebagai orangtua, rupanya mereka justru terlihat semakin manis dan mesra.


Mama berharap rumah tangga anak satu-satunya itu, tidak akan goyah atau terguncang sedikitpun. Meskipun kelak akan ada badai yang menerjang, ia berdoa semoga Cassy maupun Brandon dapat menyikapi secara dewasa.


"Sini sayang gantian, aku suapin." Brandon menarik piring Cassy untuk ia bawa ke hadapannya.

__ADS_1


"Gak usah Hubby, gak papa aku bisa sendiri." Cassy menolak bukan karena tidak menginginkannya, namun ia malu jika sampai ada yang melihat. Karena dia sadar kedua orangtuanya maupun kedua kakak suaminya masih berada di rumah mereka.


Namun setelah berdebat, akhirnya Cassy mengalah. Sampai kapanpun ia tak akan pernah bisa menang berdebat dengan suaminya.


Setelah saling menyuapi, akhirnya acara makan merekapun usai. Mereka kembali ke kamar untuk mengecek Baby Arzan.


"Nyenyak banget sih tidurnya anak Daddy." Dengan penuh kelembutan dan hati-hati Brandon mengelus pipi gembul anaknya yang masih asik terlelap.


"Sepertinya baby Arzan akan lama tidurnya. Kita ke ruang keluarga aja Hubby, ikut ngumpul sama Mama dan Kak Naya." Cassy ikut mendekat ke ranjang Baby Arzan dan mengelus rambutnya yang lumayan tebal.


Ia berjanji dalam hati untuk selalu menjaga dan melindungi kedua anugerah terindah ini. Ia akan berusaha untuk tidak melukai salah satu dari istri ataupun anaknya.


Setelah puas memandangi wajah anaknya, seperti yang telah direncanakan mereka menuju ruang keluarga untuk ikut berkumpul bersama.


💐💐💐

__ADS_1


Hari semakin sore ...


Mama, Papa, Naya, dan Carrel terlihat tengah bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing. Setelah agak lama berbincang dan berpamitan, tampak kedua mobil berjalan meninggalkan pekarangan rumah Brandon dan Cassy.


"Jadi sepi ya By, setelah mereka pulang." Cassy mengutarakan apa yang ia rasakan.


"Iya Sayang. Jangan sedih gitu, kita main sama Baby Arzan aja yuk. Mungkin udah bangun anak kita." Brandon berjalan dengan merangkul Cassy.


Benar saja sesampainya di kamar, mereka disambut dengan suara Baby Arzan yang berceloteh. Meski tidak jelas tetapi terdengar lucu di pendengaran papa dan mama muda itu.


Cassy segera mengangkat tubuh anaknya untuk di bawa ke ranjang mereka.


"Anak Mommy udah bangun ya. Tau banget kalau Oma sama Opa udah pulang. Gak pamitan sama Adek ya. Uh kasihan anak Mommy, ditinggal aunty Naya sama uncle Carrel juga ya." Dengan gemasnya Cassy menciumi pipi gembul baby Arzan.


Dan baby kecil itu tertawa merasa diajak bermain. Sedangkan Brandon yang tidak tahan melihat kelucuan mereka, segera mendekat dan ikut menciumi Baby Arzan. Sontak hal itu membuat Baby Arzan semakin tertawa, merasa diajak bermain oleh kedua orangtuanya.

__ADS_1


NEXT .......


__ADS_2