Our Journey

Our Journey
Candaan Pagi


__ADS_3

Pagi menjelang, tampak Brandon dan Casy sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Brandon telah selesai lalu duduk di sofa untuk menunggu Casy, sedangkan Casy masih sibuk dengan merias wajahnya.


Melihat Brandon yang menunggunya, Casy meminta Brandon untuk keluar duluan dari kamar.


"Kakak duluan aja, nanti aku nyusul. Aku masih lama soalnya." ujar Casy kepada Brandon.


Brandon tidak menjawab Casy, namun matanya menatap Casy dengan lekat. Merasa tidak ditanggapi, Casy menoleh pada Brandon yang masih diam menatapnya.


"Ke ... kenapa Kak?" tanyanya gugup. Ia teramat aneh bila ditatap seperti itu oleh Brandon.


Brandon hanya menggeleng sebagai jawaban. Ia masih setia menatap Casy. Jelas saja Casy merasa kesal. Ia memutuskan untuk melanjutkan merias wajahnya. Dirasa cukup, ia pun bangkit dan menghampiri Brandon.


Setelah berada tepat di depan Brandon, ia membuka suaranya lagi.


"Kakak kenapa ngeliatin aku kayak gitu?" tanyanya agak kesal.


Brandon terkekeh mendengar suara Casy yang mulai kesal.


"Gak papa Sayang, emang salah liat istri sendiri?" tanyanya menantang.


Casy semakin kesal sebenarnya, namun ia pasrah. Ia akan kalah berdebat dengan suami tampannya ini.

__ADS_1


"Ya udah yuk keluar, mungkin Mama dan Papa udah nunggu lama." ajak Casy.


Mereka pun keluar kamar untuk sarapan. Rupanya benar, Mama dan Papa telah berada di meja makan. Mungkin telah lama karena menunggu mereka.


Akhirnya mereka sarapan bersama dengan sedikit perbincangan ringan untuk mempererat hubungan diantara mereka. Setelahnya, Papa, Brandon dan Casy berangkat ke kantor.


Brandon dan Casy berada satu mobil. Kini mereka menuju kantor Casy. Sesampainya di kantor Brandon segera membuka pintu di sampingnya. Namun dicegah oleh Casy.


"Gak usah Kak. Kakak gak usah turun, aku bisa kok sendiri masuk ke dalam." ujarnya yang paham apa yang akan dilakukan Brandon.


"Tapi aku pengen anterin kamu sampai ke ruangan kamu Sayang." ucap Brandon merasa tidak terima.


"Kak, nanti Kakak telat loh. Udah sampek sini aja." tolaknya lagi.


Baru saja Casy mengecup pipinya sekilas. Brandon terpaku dibuatnya. Tidak pernah Casy seberani ini sebelumnya, ia merasa senang namun juga heran. Setahunya Casy adalah pribadi yang sangat pemalu untuk melakukan hal-hal seperti ini.


"Aku masuk ya Kak, Assalamualaikum." pamitnya dengan mencium tangan Brandon.


Casy membuka pintu mobil, namun tindakannya terhenti kala Brandon mencekal lengannya. Casy menoleh menatap Brandon.


"Kenapa Kak?" tanyanya

__ADS_1


Tanpa menunggu lama, Brandon mendekat dan mencium kening Casy dalam dan lama. Sebagai balasan kecupan singkat Casy tadi. Sebenarnya bisa saja mereka melakukan kecupan yang lebih, seperti di bibir ... mungkin.


Namun Brandon masih waras untuk tidak melakukannya di tempat terbuka seperti ini. Meski di dalam mobil, tapi tetap saja rasanya seperti di luar.


Brandon melepas kecupannya. Ia menatap Casy yang sedang tersenyum padanya. Ia juga tersenyum kepada istri cantiknya itu.


"Yang rajin kerjanya, tapi jangan terlalu capek. Kasihan babynya." Goda Brandon bercanda.


"Apaan sih Kak, kita kan masih mau berkelana. Kasihan babynya kalau diajak petualangan sama kita" jawab Casy menanggapi candaan Brandon.


Brandon tertawa mendengar jawaban Casy yang menyeimbangi candaannya. Casy juga ikut tertawa bersama Brandon.


Casy mengentikan tawanya, kala menyadari bisa saja suaminya akan benar-benar terlambat sampai kantor.


"Aku masuk ya Kak, nanti telat beneran kamu." pamitnya pada Brandon. Dan diangguki oleh Brandon


"Hati-hati Sayang" ujar Brandon


"Kakak yang harusnya hati-hati"


Akhirnya Casy bergegas keluar dari mobil. Dan berjalan masuk ke dalam kantornya. Sedangkan Brandon melajukan mobilnya menuju kantor miliknya.

__ADS_1


NEXT .......


__ADS_2