Our Journey

Our Journey
Kecewa


__ADS_3

Terlihat Brandon dan Casy sedang dalam perjalanan menuju pulang.


"Kak, aku penasaran Kak Carrel dan Kak Naya mau ngomongin soal apa ya?" ujar Casy memecah keheningan.


"Aku juga gak tau Sayang, mungkin tentang perusahaan aja" jawab Brandon menebak


"Ehm ... jujur aku ngerasa gelisah banget Kak. Apa ini tanda akan terjadi sesuatu?" Casy nampak gelisah dan khawatir


Brandon tersenyum menoleh pada istrinya. Diusapnya kepala Casy dengan lembut.


"Sayang, kamu jangan berfikir yang buruk. Semua akan baik-baik aja kok" jelasnya mencoba menenangkan Casy.


Casy nampak diam menikmati usapan tangan Brandon. Ia nampak mencoba menenangkan kekhawatirannya.


"Iya Kak, aku akan berpikir positif" jawab Casy pada akhirnya.


Setelah beberapa menit dalam perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah. Nampak Carrel dan Naya sudah menunggu di ruang tamu rumah mereka.


Setelah ucapan salam dan sambutan hangat penuh, kini mereka mulai berbincang-bincang di ruang kerja.Terlihat Brandon dan Carrel saja yang ada.


Sedangkan Casy dan Naya memilih ke dapur untuk menyiapkan minuman dan cemilan. Sebenarnya Naya tidak ingin Casy tahu tentang pembicaraan Brandon dan Carrel.


Menurutnya, akan lebih baik bila Brandon sendiri yang akan mendiskusikan persoalan ini pada Casy nanti dengan empat mata.


"Kak, aku mau ganti baju dulu ya. Tadi ketumpahan minum di resto" pamit Casy pada Naya yang sedang sibuk menata cemilan.

__ADS_1


"Iya Cas, jangan lama-lama nanti bantuin kakak lagi" ujarnya dengan diiringi candaan.


"Iya Kak" jawabnya dengan tersenyum


Casy pun melangkah menuju ke kamarnya. Sedangkan Naya melanjutkan kegiatannya tadi.


Sebenarnya ada Art untuk membuat minum dan cemilan, namun mereka memilih membuat sendiri. Agar spesial for suami tercinta.


Lain dengan kegiatan mereka, terlihat raut wajah bimbang, ragu, dan galau pada wajah tampan Brandon.


Carrel sudah menjelaskan panjang lebar tentang undangan melanjutkan pendidikan S3 dari Universitas luar Negeri.


Carrel sendiri tak mau ikut campur dengan keputusan Brandon. Baginya, Brandon sudah cukup dewasa untuk menentukan jalan hidup yang akan dipilihnya.


"Kakak tau kamu pasti mau menerima undangan pendidikan itu. Tapi Kakak tau juga, kalau kamu gak akan mungkin mau berpisah dari Casy." lanjut Carrel.


Brandon nampak terdiam menimang ucapan Carrel.


"Kamu harus segera memutuskan dengan tepat Bran. Dua-duanya sama-sama penting" ucap Carrel yang paham akan kebimbangan Brandon.


Brandon menghela nafas panjang ...


"Aku benar-benar bingung Kak. Apa Kakak punya solusi?" tanyanya nampak putus asa.


Carrel membuang nafas kasar.

__ADS_1


"Makanya Kakak ke sini untuk bicarain langsung sama kamu. Kakak ataupun Kak Naya juga gak punya solusi. Kami gak mau nantinya malah salah."


Terjadi jeda agak sedikit lama diantara mereka. Namun beberapa detik kemudian Brandon membuka suaranya.


"Selama ini sebenarnya aku ingin melanjutkan pendidikan lagi Kak. Bisa dibilang adalah salah satu impian. Tapi sibuknya masalah perusahaan, aku jadi lupa dengan mimpi itu." Curhatnya pada Carrel.


"Iya Kakak tahu, sedari kecil kamu selalu ambisi dalam pendidikan beda sama Kakak yang gila sama kerja. Bahkan kamu sampai mengigau tiap malem." Ujar Carrel.


Brandon mengangguk mengiyakan ucapan Carrel. Ia terdiam sejenak, lalu ...


"Aku mau meneruskan pendidikan dan menerima undangan itu Kak" Putus Brandon akhirnya.


Carrel terkejut dengan apa yang baru dia dengar. Ia menatap Brandon lekat.


"Brand?" bingungnya.


"Iya Kak, aku mau melanjutkan pendidikan S3. Aku mau kuliah lagi." Jelasnya dengan sangat yakin.


Tanpa mereka sadari, seorang wanita meneteskan air matanya. Tetesannya semakin deras membasahi pipinya. Semakin lama, di rasa ia tak sanggup lagi mendengar kelanjutan obrolan mereka.


sang wanita yang tak lain ialah Casy melangkah pergi kembali ke kamarnya. Tadi ia ingin kembali ke dapur setelah selesai mengganti baju. Namun ia berinisiatif pergi ke ruang kerja, untuk menanyakan minuman apa yang ingin suaminya itu minum.


Namun tampaknya, dunia seolah ingin mengujinya atau membantunya?. Meski ia merasa sedih dan kecewa, tapi ia menjadi tahu hal apa yang Brandon dan Carrel bicarakan.


NEXT .......

__ADS_1


__ADS_2