
Daripada makan hati, Cya mengajak Vino untuk pergi dari kafe itu. Ia memutuskan pulang bersama Vino. Sampai dirumahnya, ia dan Vino bermain catur untuk mengalihkan kesedihannya.
Mereka di dalam dengan pintu tertutup tanpa dikunci. Mereka bermain catur sampai sore, kemudian memasak dan makan. Karena merasa kelelahan, Cya tidak sadar tertidur di ruang tamu.
Vino yang melihat Cya begitu nyenyak bangkit dan mengangkat Cya untuk kemudian dibaringkan di kamar. Ia memperhatikan wajah cantik Cya yang begitu damai dan tenang.
Sejujurnya ia jatuh hati pada Cya sejak saat pertama bertemu. Namun ia tidak cukup memiliki keberanian untuk mengungkap perasaannya. Selain takut Cya tidak memiliki perasaan yang sama, ia juga tidak ingin hubungan mereka kelak akan renggang.
Apalagi ia tahu bahwa Cya begitu menyukai Arzan. Sejak tahu hal itu, dirinya jadi membenci Arzan karena telah menyakiti Cya. Ia juga tidak rela kalau Cya akhirnya akan bersama Arzan.
Meski kelak Cya tidak akan memilihnya, namun ia ingin Cya mendapatkan seseorang yang layak. Dan baginya Arzan adalah pria yang tidak layak untuk Cya. Karena pria itu pernah melukai perasaan Cya begitu dalam.
Bahkan Vino tahu kalau saat ini, Cya masih menyimpan rasa sakit yang telah Arzan torehkan. Maka karena hal itu, Vino tidak mendukung hubungan mereka. Lebih baik Cya bersamanya daripada bersama Arzan.
__ADS_1
***
Karena terlalu fokus melihat wajah Cya yang nampak tenang. Vino tanpa sadar tertidur di samping Cya, bahkan tangannya dengan tanpa sadar memeluk Cya dengan erat. Mereka berdua sama-sama tidak sadar dengan posisi mereka yang saling berpelukan.
Ketika malam menjelang, Vino dan Cya masih setia dengan posisi mereka yang tengah terlelap.
Sedangkan di lain tempat Arzan dan Mom Cas sedang dalam perjalanan ke rumah Cya membawa oleh-oleh untuk diberikan kepada calon menantunya itu. Mom Cas begitu antusias dan bersemangat.
Tak terasa akhirnya mereka sampai di depan rumah Cya. Mereka dengan bersemangat turun dan segera mengetuk pintu rumah Cya.
Sekian lama mereka mengetuk dan memanggil-manggil nama Cya, namun tak membuat kedua orang yang tengah terlelap di kamar merasa terganggu.
Karena tidak mendapat jawaban dari pemilik rumah, Arzan memutuskan menghubungi Cya. Mungkin saja Cya sedang berada di luar rumah. Namun justru terdengar suara ponsel berdering yang Arzan yakini milik Cya bersumber dari dalam rumah Cya.
__ADS_1
Krena takut terjadi sesuatu dengan Cya, sang pujaannya. Arzan berniat mendobrak pintu Cya, namun rupanya pintu rumah Cya tidak terkunci. Jelas saja hal itu menambah rasa khawatir di hati Arzan dan Mom Cas.
"Az, kok enggak dikunci? apa terjadi sesuatu dengan menantu Mommy?" dengan penuh kekhawatiran Mom Cas mengutarakan pertanyaannya pada putranya itu.
"Az juga gak tau Mom, lebih baik kita masuk saja ke dalam." Daripada Arzan di landa kekhawatiran berbalut rasa penasaran, ia segera mengajak Mommynya untuk masuk ke rumah Cya.
Mereka segera melangkah menuju kamar Cya yang mereka yakini sang pemilik rumah tengah berada di dalamnya. Dan saat sampai di kamar Cya, ibu dan anak itu dikejutkan dengan pemandangan yang terpampang di depan mereka.
Jika Mom Cas melihatnya dengan tatapan kecewa, lain dengan Arzan yang melihatnya dengan kekecewaan dan gemuruh yang menguasai hatinya.
Bahkan tangannya mengepal dengan erat, rahangnya mengeras, dan tatapan matanya yang menajam. Dengan langkah tergesa mendekati pemandangan buruk yang ia saksikan saat ini diiringi tatapan tajamnya.
NEXT .......
__ADS_1