Our Journey

Our Journey
Nasehat


__ADS_3

Brandon tersenyum, kemudian menjawab pertanyaan istrinya.


"Karena Allah lebih tahu Sayang. Allah tahu mana yang layak diberi hidayah dan mana yang enggak layak. Jadi kalau ada seseorang yang Allah kasih hidayah, dia harus bersyukur dan cepat2 menyambut Hidayah itu." Jelasnya pada Casy dengan lembut dan tenang.


Casy mengangguk-anggukan kepalanya merasa paham dengan penuturan Brandon. Namun Casy masih mencerna bagaimana cara menyambut hidayah yang datang itu.


"Em Kak, terus cara menyambut hidayah yang datang tadi gimana?" tanyanya dengan penasaran.


Brandon menghentikan laju sepedanya. Kemudian ia turun dari sepeda dan menuntut Casy untuk duduk di sebuah batu.


Mereka duduk berdampingan. Tanpa banyak kata, Brandon membawa Casy dalam dekapannya. Mendengar pembahasan yang sedang mereka bicarakan, ia jadi teringat dengan Casynya yang dulu.


Ia merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Allah swt. Karena telah memberikan rahmat dan hidayah dalam hidup Casy. Sehingga kini Casy menjadi seorang wanita yang sholehah. Menjadi seorang istri yang begitu taat kepada Allah maupun dirinya.


"Seseorang itu harus segera mendekat kepada Allah, mengakui segala kelalaiannya, dan berusaha memperbaiki dirinya menjadi hamba yang bertaqwa." Jelas Brandon lagi untuk menjawab pertanyaan Casy.

__ADS_1


"Kak, gimana kalau orang yang dikasih hidayah oleh Allah itu malah mengabaikannya." Tanyanya lagi.


Masih dengan memeluk Casy, Brandon menempelkan kepalanya pada kepala Casy yang tertutup hijab. Mereka merasa begitu nyaman dengan suasana seperti ini.


"Allah itu sangat baik. Kalau ia mengabaikan hidayah itu. Karena Allah Maha Penyanyang, Dia akan kembali memberikan hidayah itu pada orang tersebut." Jelasnya.


"Kalau dia mengabaikan terus Kak. Apa Allah akan terus ngasih kesempatan itu?." Tanya Casy lagi.


Brandon mengangguk dalam pelukan mereka.


"Iya, karena Allah Maha Baik banget. Allah itu sayang dengan semua hambanya. Pada mereka yang beriman maupun yang tidak." Terangnya dengan rinci.


"Iya ya Kak. Ehm jadi serem deh." Ujar Casy.


"Terus gimana juga kalau Allah cabut nyawa kita disaat kita sedang melakukan kemaksiatan?. Pada akhirnya kita akan menyesal, dan nanti di akhirat akan termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi." Jelasnya lagi.

__ADS_1


Casy menanggapi dengan anggukan.


"Makanya kalau Allah udah memberi hidayah ke kita, cepet-cepet kita mendekat sama Allah. Dan jangan pernah sekali-kali mengabaikan, karena kita gak tau kapan hidup kita berakhir. Bisa jadi pada saat hidayah itu datangkan, tapi kita malah mengabaikan. Dan akhirnya kita akan meninggal dalam keadaan tidak bertakwa kepada Allah. Nauzubillah min Zalik." Jelas Brandon panjang lebar.


"Nauzubillah min Zalik. Semoga kita selalu dalam perlindungan Allah ya Kak. Aamiin" Ujar Casy.


"Aamiin. Ya udah lanjut naik sepeda lagi, kayaknya yang lain udah sampai Villa." Ajak Brandon pada Casy.


"Iya Kak. Aku pengen ke kebun strawberry deh." Pintanya pada Brandon.


"Iya besok atau lusa kita ke sana. Kita diskusiin dulu sama yang lain. Inikan liburan kita bersama, bukan honeymoon." ujar Brandon dengan terkekeh.


"Kalau mau honeymoon nanti waktu kita di sana." Bisiknya di telinga Casy.


Casy menggelengkan kepalanya mendengar bisikan suaminya. Tak lupa ia juga memukul pelan pundak Brandon. Menerima pukulan dari Casy, Brandon malah semakin tertawa.

__ADS_1


Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda. Menikmati waktu berdua kemudian kembali pulang ke Villa menemui yang lainnya.


NEXT .......


__ADS_2