Our Journey

Our Journey
Tekad Diri


__ADS_3

Hangatnya sinar matahari yang mulai menampakkan diri, membuat seorang wanita cantik yang tengah terlelap merasa terganggu.


Ia membuka perlahan mata indahnya mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Ia merasa badannya begitu lengket disebabkan tidak mandi dari kemarin.


Karena kesedihan yang meremukkan batin dan jiwanya, membuat ia tak sempat menyentuh air. Pada akhirnya tidur sejak pulang dari rumah Az, dan baru bangun pagi ini.


Ia berusaha mendudukkan diri dari rebahan di atas ranjangnya, ia menyibak selimut dan merapikan rambutnya yang tampak berantakan.


Drtt drtt


Bunyi ponsel mengalihkan kegiatannya yang akan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia segera mengambil ponselnya yang ada di meja samping ranjang tidurnya.


"Iya Ca" Ujarnya kala mengetahui Caca yang menghubunginya.


"...."


"Iya kakak baru bangun, ada apa?" Cya berusaha untuk tidak terlihat tidak mengetahui apa-apa.


"....."


"Hari ini kakak kuliah Ca, besok aja gimana?"

__ADS_1


"....."


"waalaikumsallam"


Caca mengajak dirinya untuk bertemu namun ia menolaknya. Hari ini jadwalnya benar-benar padat, kuliah lalu bekerja.


Ia kemudian melanjutkan niatnya untuk membersihkan diri. Ia berjalan menuju ke kamar mandi yang ada di kamarnya.


Selama kegiatan membersihkan diri, ia iringi dengan berfikir. Apa yang telah terjadi kemarin padanya membuat ia mencoba mencerna seluruh kehidupannya.


Mengingat kejadian kemarin yang membuat ia menangis begitu lama hingga tertidur sampai pagi. Ia menyadari satu hal, ia terlalu terperdaya oleh perasaan cinta.


Ia adalah seorang wanita yang memiliki harga diri. Mengingat selama ini yang terlalu mengharapkan seseorang yang tidak mencintainya.


Membuat ia berfikir, ia telah meruntuhkan harga dirinya sendiri dengan masih terus mengharapkan Az.


Yang jelas-jelas Az sudah memperingatkan padanya untuk segera melupakan dirinya semi kebaikan bersama.


Semakin dipikirkan ia merasa semakin malu pada dirinya sendiri. Betapa ia terlihat menyedihkan selama ini. Meruntuhkan harga dirinya hanya demi seseorang yang tidak membalas perasaannya.


Demi menjaga kehormatannya dan harga dirinya sebagai seorang wanita. Ia bertekad untuk menghempaskan segala kesedihan yang ia alami & rasakan.

__ADS_1


Ia tidak akan mengharapkan Az lagi. Pria di dunia ini tidak hanya Az masih banyak yang lain. Terlebih yang dapat membalas cintanya.


Ia akan membuka hatinya untuk pria baik yang tulus mencintainya. Ia sadar selama ini banyak beberapa yang menyukainya.


Namun ia enggan untuk didekati sengaja untuk menjaga hatinya untuk seorang Az. Sehingga membuat para pria itu sulit mendekati dirinya.


Sekarang berbeda, ia akan membuka hati untuk pria baik yang berusaha tulus kepadanya.


Setelah selesai mandi Cya segera memakai pakaiannya dengan rapi dan wangi. Ia yang memang mencintai kerapian selalu berusaha untuk tampil rapi dan bersih.


Namun kali ini ia sedikit merubah penampilannya. Untuk mendukung kesan perubahan hatinya kepada Az.


Jika biasanya ia sering memakai pakaian yang terlihat feminim. Kali ini ia mencoba mengenakan pakaian yang terlihat swag. Namun masih ada sentuhan feminimnya.


Cya segera berangkat ke kampus dengan mobilnya. Kini ia memiliki mobil yang merupakan fasilitas dari butik tempat kerjanya.


Sesampainya di kampus, ia bergegas melangkah ke kelas setelah turun dari mobilnya. Ia duduk di bangku tengah berdekatan dengan seorang pria yang belum pernah ia lihat sebelumnya.


"Hai" sapa pria yang berada di sampingnya.


NEXT .......

__ADS_1


__ADS_2