
Sampailah mereka di rumah Casy. Selama di perjalanan mama sama sekali tak melepas pelukannya pada Casy.
Casy satu mobil dengan mama dan papa. Dengan papa sebagai pengemudi, Mama dan Casy di kursi tengah.
Sedangkan mobil Casy dikendarai oleh sopir mama.
Bergegaslah masing-masing mereka membersihkan diri. Lalu dilanjutkan dengan makan malam bersama.
Di meja makan tampak mama sangat memperhatikan Casy. Mengambilkan nasi beserta lauk pauk nya.
"Ma, gak usah biar Casy sendiri aja."
tolaknya.
Mereka pun makan bersama. Akhirnya Casy merasakan hangatnya keluarga.
Setelah makan malam selesai, kini Casy hendak melaksanakan shalat Isya'.
Casy mengajak mama dan papa nya serta. Demi menuruti anaknya, mereka pun akhirnya ikut kemauan Casy.
Mereka shalat berjamaah di ruang shalat yang memang ada di rumah mereka. Namun jarang sekali digunakan.
Mama dan papa sebenarnya shalat, namun sangat jarang sekali.
Hari demi hari pun berlalu, Keluarga Casy nampak semakin harmonis dan hangat. Setiap hari Mereka sering berkumpul di rumah, bercerita dan bercanda ria.
Kini papa dan mama pun juga ikut kebiasaan Casy yang selalu menjalankan shalat 5 waktu. Bahkan kadang mama juga ikut membaca buku tentang agama koleksi Casy.
Tak lupa Casy menceritakan peningkatan prestasi dan pergaulan nya. Mama dan papa nampak senang dan bahagia mendengar nya.
Mama dan papa sangatlah bangga pada Casy. Casy sudah banyak berubah dan menyayangi mereka. Tidak urakan dan penurut.
Ujian semester ganjil pun sudah terlewati. Tanpa disangka-sangka, Casy menjadi juara umumnya. Mama dan papa nampak bangga padanya.
Karena pencapaian prestasinya itu, papa dan mama memberi hadiah padanya untuk pergi liburan bersama.
💐💐💐
Tibalah mereka pergi berlibur piknik di puncak. Ternyata tak hanya mereka bertiga yang berlibur. Rupanya Casy mengajak Naya beserta Kiren, dan dua sahabat baiknya.
Menikmati keindahan alam sekitarnya, ditemani beragam hidangan lezat di depannya dan bersama orang-orang yang disayanginya. Lengkaplah sudah kebahagiaan Casy.
__ADS_1
Kiren yang bermain dengan mama dan papanya. Rino yang sibuk dengan Meta berfoto ria. Kak Naya yang asik menyusun makanan dan minuman untuk mereka. Dan dirinya yang menggengam buku untuk dibacanya.
Nampak Naya mendekat pada Casy setelah selesai menata hidangan. Dia pun ikut membuka salah satu buku dari tumpukan yang berada di samping Casy.
Memang Casy membawa beberapa buku untuk di bacanya. Seperti biasa, ketika menemukan hal-hal sulit untuk dipahami nya. Casy akan bertanya pada Kak Naya nya.
Ketika menemukan sebuah firman Allah yang menarik perhatiannya. Casy mencoba menelaah.
Firman Allah SWT :
♥️"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan." (QS. Al-A'raf: 26)
♥️"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." (QS Al-Ahzab: 59)
♥️"Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya." (QS. An-Nuur: 31)
Seketika dirinya tersadar. Kini ia yakin untuk menutup auratnya. Jika perkataan manusia saja, diturutinya.
Harusnya jika Allah yang berkata bahkan memerintahkan, ia harus lebih segera melaksanakannya tanpa keraguan sedikit pun.
Astaghfirullah, Casy nampak merasa berdosa.
Memasuki kamar mama dan papa nya di Villa, Casy duduk di tengah-tengah mereka.
"Ma, Pa Casy mau berhijab." Ucapnya mantap dengan penuh keyakinan.
Mama dan papa nampak terkejut, namun Casy langsung menjelaskan nya. Akhirnya mereka pun menyetujui niat Casy.
Mama sendiri belum siap, mungkin Allah belum memberi hidayahnya.
Naya yang mendengar Casy akan segera berhijab sangatlah bahagia. Rasa sayangnya pada Casy begitu tulus.
Akhirnya mereka berdua beserta mama dan Meta pergi ke mall untuk membeli perlengkapan hijab untuk Casy.
Sedangkan Papa dan Rino menunggu di Villa sambil mempersiapkan tempat untuk membakar jagung dan barbeque nanti malam.
Malam menjelang, kini mereka semua nampak sudah siap memulai acara memanggang nya. Tak terkecuali Casy dengan penampilan barunya.
Semua orang yang melihat penampilan Casy yang berbeda, sungguh takjub. Agaknya Casy terlihat lebih cantik dengan memakai hijab.
Menikmati waktu bersama dan bercanda ria. Tanpa terasa waktu semakin gelap, sepertinya sudah mencapai pukul 22:00. Mereka kembali masuk ke dalam Villa untuk beristirahat .
__ADS_1
Menikmati liburan selama satu Minggu bersama orang-orang tersayang, Casy merasa sangat bahagia.
Tibalah kini mereka harus kembali pulang ke rumah masing-masing.
Papa, mama, dan Casy bersama satu mobil. Sedangkan Naya dan Kiren, ikut bersama Rino dan Meta.
Casy merasa puas liburan mengajak pasangan itu, apalagi bersama Kak Naya. Karena kemarin tak habis-habisnya, Kak Naya selalu menceramahi mereka kala mereka mulai saling menempel bak perangko.
💐💐💐
Menikmati liburan semester ganjil nya, Casy menghabiskan sisa waktu liburannya di rumah bersama orangtuanya.
Mama dan papa nya sama sekali tak pergi ke kantor atau kembali ke Belanda.
Casy sungguh bahagia akan hal itu. Orangtuanya benar-benar meluangkan waktu untuknya.
Menikmati waktu bersama keluarga di ruang keluarga, Casy dan mama sedang berbincang. Sedangkan papa berada di ruang kerjanya. Terlalu banyak kerjaan menumpuk selama ditinggal nya liburan.
"Cas, kamu mau kan kalau 6 bulan ke depan tinggal di rumah Kak Naya lagi." Tanya Mama ragu-ragu.
Casy mengkerut kan dahinya. Ia mulai menangkap gelagat mama untuk meninggalkannya lagi. "Kenapa ma?, mama mau kerja lagi ninggalin aku sendiri." Tanyanya mulai berkaca-kaca .
Mama yang tak tega melihat wajah Casy langsung memeluk nya.
"Bukan gitu Cas. Justru mama mau selesaikan semuanya. Kurang lebih sekitar 6 bulan seperti nya sudah akan selesai. Mama akan mengurus pengalihan kepemimpinan mama ke tangan kanan mama." Jelas mama memberi pengertian.
"Nanti kalau sudah saatnya, kamu yang akan gantikan mama. Mama juga udah bilang sama kak Naya. Kamu jangan khawatir ya, nanti mama bakal hubungi kami terus kok. Kalau kamu lagi kangen, kamu boleh nelpon mama atau papa." Ucapnya lagi.
Casy yang mendengar penjelasan mama, nampak lega. Yang ia takutkan tidak akan terjadi.
Waktupun berlalu, kini Casy sudah kembali tinggal di rumah Naya. Menjalani rutinitas sekolah seperti biasanya. Kini Casy telah memasuki semester genap di kelas XI .
Casy juga sudah aktif mengikuti kursusnya lagi. Kini, tampaknya Casy selalu semangat dan bahagia menjalani hari-hari nya.
Semua yang dia ingin, satu-persatu telah ia dapatkan. Keluarga, sahabat, teman, bahkan sosok istimewa yang selama ini tak pernah terbayangkan olehnya, Kak Nayanya.
Terutama dan yang paling terpenting, dia yang telah mendapat hidayah dari Allah. Bisa menjalin hubungan dan dekat dengan-Nya. Serta bisa selalu menjalankan perintah-perintah-Nya.
Tinggal satu masalah seperti nya yang belum Casy selesaikan. Ya, tentang lelaki pembual itu. Jujur, hatinya rasanya masih mengganjal kala mengingat seonggak manusia itu. Huh...
NEXT.......
__ADS_1