Our Journey

Our Journey
Makan Siang


__ADS_3

Setelah beberapa menit lamanya menikmati hidangan yang disajikan, akhirnya semua hidangan itu tandas tak tersisa. Tepat pada saat itu, Brandon terlihat sedang berjalan ke arah mereka.


"Sayang" panggilnya pada Casy.


Casy yang tengah sibuk dengan ponselnya, seketika mengangkat kepalanya mendengar namanya dipanggil oleh suara suaminya.


"Kak. Udah sampai?" katanya dengan berhambur memeluk Brandon yang tengah mengulurkan tangannya kepadanya.


"Iya. Kalian Barus selesai makan sepertinya." Ujarnya setelah melepas pelukan hangat mereka. Brandon memperhatikan meja yang berada dihadapan mereka. Kemudian mendudukkan dirinya di salah satu kursi di samping Casy. Begitupun dengan Casy yang kembali duduk di tempatnya semula.


"Iya Kak. Soalnya Kakak lama, jadi kita makan sekalian." Ungkapnya pada Brandon.


"Iya gak papa Sayang. Aku juga sempet makan tadi di kafe deket kampus." Jelasnya pada Casy.


"Harusnya kita makan bareng tadi. Kasihan kamu makan sendirian tadi." ucap Casy tampak menyesal.

__ADS_1


"Aku gak sendirian Sayang. Aku tadi makan sama Rachel .." belum selesai Brandon menyelesaikan kalimatnya, sudah terpotong oleh Casy.


"Perempuan?!!" Tanyanya dengan menekankan kalimatnya.


Mendengar nama seorang perempuan disebut, otak Casy langsung memberi tanda peringatan. Dadanya bergemuruh dan merasa panas, dan hatinya sangat merasa cemburu.


Brandon merasakan adanya hawa panas yang sedang menyirami Casy. Dengan berhati-hati, ia mencoba menjelaskan pada Casy.


"Tadi kita bertiga bukan bukan hanya berdua." Ungkapnya mencoba menjelaskan.


"Bertiga? Dan satunya perempuan juga?." Tanyanya mengintimidasi.


"Kenapa nggak ngasih tau aku? Kakak kirim chat aja pasti aku baca kok." Casy geram dengan Brandon. Harusnya ia memberitahu Casy jika akan makan bersama teman yang berbeda jenis dengannya.


Meskipun bertiga, tidak ada yang dapat menjamin, tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi Brandon sudah menikah, ada hati yang harus selalu ia jaga. Yaitu hati Casy.

__ADS_1


"Maaf Sayang, aku bener-bener lupa. Gak sempet juga tadi." Jelasnya tampak menyesal.


Sebenarnya mereka tidak benar-benar hanya makan. Mereka sedang mengerjakan tugas bersama, karena merasa lapar jadilah mereka memutuskan untuk sekalian makan di kafe yang dekat dengan kampus.


Brandon dan teman-temannya memang kerap kali mengerjakan pekerjaan kampus di kafe atau di tempat-tempat umum lainnya.


Mendengar jawaban Brandon yang mengatakan lupa, semua rasa kesal, marah, dan cemburu tadi hilang seketika. Kini berganti rasa kecewa dalam hatinya. Belum genap setahun mereka tinggal di sini, tapi Brandon sudah mulai melupakannya.


Hanya sekedar memberikan kabar sedikit, Brandon tidak ingat dengan dirinya. Ia begitu kecewa, rasanya hatinya sakit. Sedetikpun tak pernah Casy lupa dengan suaminya itu, tapi Brandon semudah itu tak mengingatnya.


Raut Casy tak lagi garang seperti tadi, kini tersisa raut sendu penuh kekecewaan. Ia mengangguk menanggapi ucapan Brandon. Tak ada kata yang keluar dari bibirnya, ia bergegas pergi meninggalkan Brandon menuju parkiran untuk pulang.


Brandon kalang kabut dengan tindakan Casy barusan. Ia merasa menyesal karena tak memberitahu Casy. Ia segera berlari mengejar Casy. Begitupun dengan Mirta yang mengikuti mereka untuk menuju ke parkiran.


Di dalam mobil, suasana tampak hening dan suram. Casy tak membuka suaranya sama sekali. Brandon tak berani berbicara apapun, karena sedari tadi Casy sama sekali tak menanggapinya. Sedangkan Mirta, melihat dua sepasang kekasih halal yang berseteru jelas saja tak berani bertindak ataupun membuka suara.

__ADS_1


Brandon berusaha menggenggam tangan Casy, namun Casy selalu menepisnya dengan gerakan pelan. Terlihat kekecewaannya pada Brandon yang begitu besar.


NEXT .......


__ADS_2