Our Journey

Our Journey
Telah Menjadi Miliknya


__ADS_3

Mendengar Cya yang bersedia menikah dengannya membuat Arzan sangat bahagia. Tanpa sadar ia memeluk Cya dengan erat, dan mendapat pukulan bertubi-tubi dari Mommynya.


Hari-hari selanjutnya, akhirnya Cya dilamar secara resmi oleh Mom Cas dan Dad Brand. Bahkan hubungan Arzan dan Cya semakin membaik.


Sebulan kemudian, Arzan dan Cya melangsungkan acara pernikahan mewah. Dihadiri oleh para rekan bisnis Daddy Mommynya dan banyak teman-teman Arzan dan Cya.


Mereka semua tampak bahagia, banyak yang mengucapkan selamat kepada mereka berdua. Namun Cya nampak sedih karena Vino tidak bisa hadir dalam acara bahagianya ini.


Bahkan Cya tidak tahu di mana sahabatnya itu saat ini berada. Sebelumnya Arzan telah mengatakan kepadanya bahwa Vino, pria yang selama ini menjadi sahabatnya itu menyukai dirinya.


Sejak kapannya, Arzan juga tidak tahu. Namun yang pasti Vino juga pernah memperingati Arzan untuk menjauhi Cya jika hanya ingin menyakitinya. Bahkan juga pernah mengancam Arzan.


Percaya atau tidak, Cya berusaha untuk menjadi penengah. Ia tidak ingin memihak salah satunya, karena meraka sama-sama orang yang berharga bagi Cya.


Terlebih Cya juga belum tahu, apakah perkataan Arzan benar adanya. Bukan niatnya untuk tidak percaya pada Arzan, namun bisa saja Arzan salah paham atau salah menangkap perkataan Vino kepadanya.


💐💐💐

__ADS_1


Sebulan berlalu


Cya dan Arzan menjalani kehidupan sebagai pengantin baru dengan bahagia. Bukan depan rencananya mereka akan pergi berbulan madu setelah mengajukan cuti ke kampusnya.


Setiap hari mereka akan pergi dan pulang kuliah bersama. Dan selama itu, para temannya senantiasa menggoda mereka. Dan mereka berdua hanya dapat menanggapi dengan tersenyum.


Cya merasa lega dan bahagia akhirnya mereka telah menikah. Namun keberadaan Vino yang tidak ia ketahui sampai saat ini, membuat hatinya merasa bersalah. Jika benar Vino pergi selama ini karena kecewa dengan dirinya.


Selama ini Vino yang selalu ada untuknya, bahkan mereka kerap kali menghabiskan waktu bersama. Rasanya ada yang kurang dengan ketidak hadiran Vino di sekitarnya.


"Enggak papa. Kamu udah pesen apa Az?" tanya Cya kepada Arzan yang baru datang.


Mereka akan selalu makan siang bersama di kantin kampus, jika memiliki jadwal di waktu yang sama.


"Belum yang, kamu mau makan apa?" tanya Arzan.


"Samain kayak kamu aja deh, aku lagi gak mood buat milih-milih." ujar Cya yang merasa lesu memikirkan Vino.

__ADS_1


Arzan pun memesan makanan untuk mereka.


"Kamu kenapa?" Arzan menyadari jika istrinya tengah memikirkan sesuatu hal.


"Lagi mikirin Vino, udah sebulan dia gak muncul Az. Aku ngerasa bersalah sama dia" Jelas Cya kepada Arzan.


Arzan yang mendengar Cya sedang memikirkan lelaki lain. Bahkan Lelaki itu yang hampir membuat hubungan mereka hancur, merasa marah. Membuat Arzan seketika diam tidak menanggapi lagi.


Makanan mereka pun datang. Arzan dan Cya menikmati makanan mereka tanpa sepatah katapun. Jadilah mereka ditemani oleh keheningan.


Cya menatap Arzan yang tak biasanya diam saja. Melihat wajah Arzan yang nampak cemberut, Cya mulai mengerti bahwa Arzan tengah marah padanya karena tadi sempat membahas Vino.


Satu hal ini yang sulit Cya terima, Arzan mudah cemburu jika dirinya membahas lelaki lain. Padahal jelas-jelas Vino adalah sahabatnya. Meski Vino memiliki perasaan kepadanya, namun perasaan Cya hanya untuk Arzan seorang.


"Az, sayang jangan marah lagi ya. Maaf karena tadi aku bahas Vino, tapi kamu juga tahu kan gimana merasa bersalahnya aku." Cya mencoba merayu Arzan.


NEXT .......

__ADS_1


__ADS_2