Our Journey

Our Journey
Berangkat


__ADS_3

Hari-hari terlewati dengan kegembiraan dan keceriaan mereka. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, kini mereka akan kembali untuk pulang. Mereka bersiap-siap kemudian berangkat menuju rumah masing-masing.


Hari berikutnya, terlihat mereka semua tengah berkumpul di bandara. Ya, hari ini Brandon dan Casy akan berangkat ke luar negeri. Mereka sudah mempersiapkan segala kebutuhan mereka jauh-jauh hari. Mereka akan memulai hidup baru di sana, meski sementara.


Merekapun tidak tahu pasti kapan lamanya mereka akan di sana. Namun yang pasti, mereka pergi untuk kembali. Terlihat juga Rino dan Meta ikut mengantar mereka sampai bandara, tentunya dengan perut Meta yang mulai membuncit.


Mereka saling berpelukan dan berpamitan, tak lupa banyak suara isakan dan tangisan. Mereka mungkin pernah berpisah ketika Brandon dan Casy melanjutkan pendidikan. Namun kali ini rasanya sangatlah berbeda.


Casy dan Brandon telah menikah. Mereka mengharapkan mereka berdua selalu ada di sisi mereka setelah menikah. Namun nyatanya, kini mereka harus pergi. Baiklah, jika rindu mereka juga bisa mengunjungi ke sana.


Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Brandon dan Casy harus segera bergegas untuk berangkat. Selang beberapa menit, akhirnya terlihat pesawat mereka terbang perlahan meninggalkan mereka yang masih setia berada di bandara.


Akhirnya mereka kembali pulang ke rumah. Rino, Meta, Naya, dan Carrel ikut pulang ke rumah Mama. Mereka yang jarang berkunjung, memutuskan untuk berkunjung ke rumah Mama. Begitupun dengan Meta dan Rino yang diharapkan Mama untuk main ke rumahnya.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun berkunjung ke rumah Mama dan Papa.


💐💐💐


"Kak" panggilnya pada Brandon yang berada di sampingnya. Matanya tampak berkaca-kaca.


Yang dipanggil pun menoleh. Melihat genangan air di pelupuk mata sang istri, spontan ia membawa Casy dalam pelukannya.


"Gak papa Sayang. Kita pasti akan pulang kok. Nanti kita bisa Videocall mereka kalau udah sampai." Jelasnya berusaha menghibur Casy.


"Aku jadi takut Kak." Ujarnya tiba-tiba


"Takut kenapa Sayang?" dengan rasa penasarannya, ia bertanya.

__ADS_1


"Aku takut, kita gak bisa sehangat dan semanis kemarin-kemarin" ungkapnya sendu.


"Kenapa kamu mikir kayak gitu?. Kita akan tetep kayak kemarin, bahkan bisa lebih." jelas Brandon.


"Aku gak yakin dengan hal itu Kak. Pasti nanti Kakak sibuk sendiri dengan urusan kuliah. Mungkin Kakak gak bermaksud untuk mengabaikan aku. Tapi kalau lagi sibuk, bisa aja Kakak gak sadar bakal jarang waktu sama aku." Curhatnya pada Brandon.


Sebenarnya ia memang sedikit khawatir dengan hal itu. Ia takut, ia akan kesepian di sana. Jauh dari keluarga dan akan kurang perhatian suaminya.


"Kamu ngomong apa sih Sayang. Itu gak akan terjadi. Aku akan selalu perhatian dan akan selalu ada waktu buat kamu nanti. Kamu jangan khawatir ya, aku akan selalu usahakan untuk selalu perhatian sama kamu. Jangan sedih lagi." ucapnya diakhiri kecupan di kening Casy.


Casy semakin merasa khawatir. Meski Brandon telah berjanji akan mengusahakan. Melihat bagaimana perlakuan manisnya sekarang, apa Casy mampu jika sehari saja Brandon lupa bersikap manis padanya. Karena Brandon yang terlalu sibuk dengan urusan kuliahnya.


Sebenarnya Casy menyadari, ia harus mengerti dan memahami Brandon. Ia tak boleh selalu manja untuk sementara waktu ini. Biarkan Brandon menyelesaikan kuliahnya dengan benar dan secepatnya. Supaya mereka juga bisa segera kembali ke kampung halaman.

__ADS_1


NEXT .......


__ADS_2