Our Journey

Our Journey
Kemungkinan Menyukai


__ADS_3

Arzan juga tidak mengerti mengapa ia bisa merasa seperti itu. Apa ia merasa cemburu? apa mungkin ia sebenarnya menyukai Cya? Tapi sejak kapan?


Setelah Caca, Opa, Oma, Daddy dan Mommynya telah berangkat akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Az hanya bisa melihat dengan datar Vino dan Cya yang berjalan meninggalkan bandara menuju pintu keluar.


Sesampainya di rumah Az merasa kesepian. Ia jadi berfikir andaikan Ia jadi menikah dengan Cya pastilah tidak akan sesepi ini. Lagi-lagi ia memikirkan tentang Cya. Ia tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya.


Sebenarnya dalam lubuk hatinya yang terdalam, ia merasa kecewa karena Cya menolak menikah dengannya. Bahkan Mommynya juga sudah turun tangan tapi Cya tetap tidak bersedia.


Ia jadi berfikir apa mungkin jika dirinya yang meminta, Cya justru akan memenuhi permintaan itu. Entah mengapa Az merasa tidak rela melihat kebersamaan Cya dengan Vino.


Apa benar ia menyukai Cya? namun sejak kapan, mengapa selama ini ia tak menyadarinya? Justru ia malah menyakiti perasaan Cya dengan memintanya melupakan dirinya.


Dan kini ia menyadari bahwa perasaannya kepada Fanya bukanlah perasaan menyukai sebagai pria pada wanita. Melainkan hanya sebatas kekaguman seorang adik kepada kakak.


Fanya yang lebih tua setahun darinya, Selma ini memang selalu mengajarkan dirinya dan Caca banyak hal tentang kehidupan. Dan pada akhirnya tumbuhlah kekaguman itu yang disalah artikan oleh Az.

__ADS_1


Apa kini ia mulai merasa menyesal telah menyia-nyiakan Cya? Apa Cya masih mau memaafkan dirinya? Meski ragu, ia harus tetap mencobanya untuk mengetahui hasilnya.


💐💐💐


Sedangkan orang yang kini sedang Az pikirkan, sedang makan bersama Vino di kontrakannya. Setelah dari bandara, mereka memutuskan ke kontrakan Cya dan melakukan acara masak bersama.


Cya dan Vino menyantap makanan mereka dengan senda gurau. Entah mengapa Cya merasa nyaman bercerita kepada Vino begitupun sebaliknya. Mereka seperti layaknya sahabat yang saling berbagi keluh kesah bukan seperti kekasih sebagaimana rumor beredar.


Namun biarlah rumor itu terus beredar tanpa klarifikasi. Sebab hak itu menguntungkan dirinya juga Cya supaya tidak da yang mengganggu.


"Cy gue rasa Az suka sama lo" di tengah-tengah senda gurau mereka, Vino mencoba membuka topik tentang Az.


Mendengar perkataan Vino, Cya justru tertawa sumbang. Ia tidak akan pernah percaya pada hal itu, dia masih ingat betul dengan perkataan Az untuk melupakan dirinya.


"Lo gak usah ngelawak Vin, gue lebih tahu gimana perasaan dia ke gue. Dan itu impossible." Ujar Cya dengan begitu yakin.

__ADS_1


"Kita liat aja nanti, penilaian gue gak pernah meleset Cy" balas Vino dengan yakin pula. Dan hanya ditanggapi Cya dengan kedikan bahu, seolah tidak peduli.


Mereka melanjutkan menyantap makanan mereka dengan hikmat. Dan tak lama setelahnya, Vino pamit pulang.


Setelah kepulangan Vino, Cya membereskan bekas makanan mereka. Sembari membersihkan tempat tinggalnya, Cya mulai terganggu dengan perkataan Vino tentang Az.


Namun ia segera menepis pemikiran itu, ia sangat yakin itu tidak mungkin terjadi. Lagi pula ia tidak ingin sakit hati lagi untuk kedua kalinya dengan orang yang sama.


Saat ia asik mencuci piring, terdengar suara mobil parkir tepat di depan rumahnya. Ia mencoba mengintip siapa gerangan tamu yang datang.


Tanpa disangka-sangka seseorang yang baru saja ada dipikirannya muncul dari dalam mobil dengan tampannya. Jujur hatinya masih saja merasa terpesona dengan Az.


Namun semenjak kejadian Az menolak menikah dengannya, ia tak lagi ingin melihat Az dan berusaha mengabaikan keberadaannya.


NEXT .......

__ADS_1


__ADS_2