Our Journey

Our Journey
Keputusan Yang Diambil


__ADS_3

"Sayang, bagaimana menurut kamu? apa kita harus memenuhi permintaan salah satu dari anak kita?"


Setelah meninggalkan taman, Dad Brand dan Mom Cas segera masuk ke kamar untuk mendiskusikan masalah yang baru saja mereka bahas.


Mereka sedang kebingungan mencari solusi untuk kedua anaknya dengan permintaan yang berbeda. Bisa saja mereka justru tidak akan mengabulkan permintaan mereka sama sekali.


Sebagai kepala keluarga, Dad Brand lebih merasa pusing. Namun Mom Cas yang merupakan seorang ibu juga tidak mau jika anak-anaknya sampai terjerumus pada hal yang tidak-tidak. Ia pun ikut dibuat bingung.


"Hubby, kamu tahukan sudah tidak mungkin untuk mengabulkan permintaan Az"


Setelah berfikir beberapa detik, Mom Cas menanggapi pertanyaan suaminya. Jelas ia yakin kalau mereka tidak akan bisa memenuhi permintaan Arzan.


Mita dan Reno yang merupakan sahabat dirinya, jelas paham bagaimana watak dan karakter kedua sahabatnya itu. Mereka tidak akan mengizinkan Fanya untuk menikah di usia sekarang.


Mereka juga tidak akan rela membiarkan Fanya belum menyelesaikan pendidikannya. Sahabatnya itu begitu ambisius tentang pendidikan, terlebih Fanya adalah anak mereka satu-satunya.

__ADS_1


"Iya sayang, jadi menurut kamu apa kita akan mengabulkan permintaan Caca? tapi Az sendiri menolak untuk menikah dengan Cya."


Dad Brand memikirkan perasaan Az. Ia sangat paham dengan perasaan anak lelakinya itu. Ia merasa tidak tega jika harus memaksakan perasaan Az kepada Cya. Terlebih bisa saja mereka kelak hanya akan menyakiti.


"Mommy setuju kalau Az sama Cya, dia gadis yang baik dan manis"


Mom Cas tersenyum kala mengingat sosok Cya yang memang lumayan dekat dengan dirinya. Selama Cya mengajari Caca, Mom Cas juga sering senantiasa ikut serta.


"Sayang, kamu mau mengorbankan perasaan Az?"


Suara Dad Brand membuyarkan imajinasi Mom Cas tentang Cya. Mendengar perkataan suaminya, Mom Cas akhirnya mulai berfikir.


"Hubby, bukannya mereka lama-lama juga akan saling mencintai kelak? kita serahkan saja kepada Allah, Mommy yakin mereka akan bahagia"


Mom Cas mencoba membujuk suaminya. Ia ingin Cya mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Setelah waktu itu Cya menceritakan kehidupannya, ia merasa iba dan sedih.

__ADS_1


Menurutnya Cya adalah gadis pekerja keras, ia yakin Cya akan mampu meluluhkan hati Az. Lagi pula, ia juga sangat yakin kalau perasaan Az pada Fanya bukanlah naksir atau cinta.


Melainkan hanyalah rasa kagum yang Az salah artikan. Mom Cas sangat yakin akan hal itu. Ia sangat mengenal bagaimana sifat anak-anaknya itu.


"Mommy yakin Hubby, kalau perasaan Az itu bukanlah cinta. Pasti itu hanya sebatas rasa kagum semata" yakinnya kepada Dad Brand.


Setelah mereka berlanjut mendiskusikan tentang Az sekian lama, akhirnya mereka sudah memutuskan untuk memenuhi permintaan Caca.


Hal itu lebih baik bagi segala pihak. Meski Az mungkin akan terluka, tapi mereka yakin itu hanya berlaku sementara saja. Karena seperti yang di katakan oleh Mom Cas, bahwa perasaan Az hanyalah sebuah rasa kagum.


💐💐💐


Di atap yang sama, Caca sedang sibuk menghubungi nomor Cya. Ia sedang menunggu Cya yang telah terlambat 15 menit dari jam janjian mereka. Tidak biasanya kak Cyanya itu telat begini.


Di saat yang sama art yang diminta Cya menyampaikan pesannya kepada Caca sedang berjalan melewati Caca. Ia pun teringat pesan dari Cya kemudian menyampaikannya.

__ADS_1


"Jadi Kak Cya udah ke sini tadi. Kenapa enggak diangkat aku telpon? Apa urusan Kak Cya sangat penting?" Caca bergumam sendiri setelah art meninggalkan dirinya.


NEXT .......


__ADS_2