Our Journey

Our Journey
Perjalanan Hidup


__ADS_3

Setahun berlalu, Casy kini sudah lulus dari SMA. Terlahir menjadi anak kedua orangtua yang memiliki banyak Bisnis maju, mengharuskan Casy untuk meneruskan sekolah bisnis.


Papa dan mama Casy telah memutuskan, untuk mengirim Casy kuliah bisnis di Belanda. Casy pun menyetujuinya.


Supaya Casy juga dapat praktek langsung lewat perusahaan Papa mamanya yang di sana. Dan papa bisa selalu dekat dengan putrinya itu. Karena papa juga masih sering bolak-balik ke Belanda.


Selain itu, supaya mama dan papa bisa menemani Casy melanjutkan pendidikan di sana. Mereka akan kembali tinggal di Belanda sementara waktu selama Casy juga di sana.


Penyesalan mama dan papa yang selama ini telah mengabaikan Casy, membuat mereka tak bisa jauh-jauh dari anak semata wayangnya itu.


Selama setahun yang sudah terlewati itu, Casy tak pernah absen main ke rumah Naya. Bahkan juga sering mengunjungi Naya bersama mama dan papa nya.


Casy juga sudah berkenalan dengan suami Naya. Namun tetap belum bisa berkenalan dengan adik ipar Naya. Tak masalah bagi Casy, toh dia tidak ada urusan dengan orang itu.


Semakin hari hubungan dua keluarga itu semakin dekat, bahkan secara diam-diam mereka telah merencanakan sesuatu untuk Casy.


Rupanya mereka telah merencanakan perjodohan Casy dengan adik ipar Naya. Naya yang terlanjur menyayangi Casy, tak ingin hubungan mereka terputus.


Makanya Naya memiliki inisiatif itu. Selain itu, Naya juga sangat percaya bahwa Casy adalah gadis yang sangat baik. Bahkan mendekati sempurna untuk adik iparnya itu.


Naya yakin Casy maupun adiknya akan setuju kalau sudah bertemu. Apalagi mengingat mereka yang tak ingin berhubungan dengan yang bukan mukrim.


Adik Naya yang tampan dan pintar, pasti akan membuat Casy tak ragu untuk menerimanya. Terlebih, dia adalah sosok yang baik dan lembut.


Dan sepertinya, ketika Naya atau Suaminya menceritakan adiknya itu. Naya menangkap sinyal ketertarikan Casy pada sosok itu.


Maka akhirnya diadakan perjodohan itu. Mereka baru akan saling mempertemukan mereka pada waktu yang pas. Tepatnya pada saat mereka sudah sama-sama menyelesaikan pendidikan mereka masing-masing.


Casy dan orangtuanya pun berpamitan pada Naya untuk sementara tinggal di Belanda. Naya tampak sedih, namun apalah daya. Semua demi kebaikan Casy.


💐💐💐


Casy dan mama papa sudah berada di Belanda. Bahkan Casy juga sudah mulai masuk universitas nya.


Sejalan dengan waktu, Casy nampak mulai beradaptasi dengan suasana rumahnya yang baru. Mendapat teman-teman baru dan lingkungan yang baru.


Casy selalu terlihat semangat menjalani hari-hari nya. Begitu pula mama dan papa yang selalu setia mendampingi dan mendukung nya.


💐💐💐


Satu tahun berlalu, Brandon yang berada di luar negeri telah menyelesaikan studynya.


Karena Brandon yang memang cerdas, ia hanya butuh waktu tiga tahun untuk menyelesaikan gelar sarjana nya.

__ADS_1


Kemarin ia melanjutkan pendidikannya di negara yang mayoritas penduduknya islam. Karena Carrel menyuruhnya sekaligus belajar agama.


Kini ia telah menyelesaikan kedua tugasnya itu. Meraih gelar sarjana, dan lulus membawa bekal ilmu agama.


Namun rupanya perjuangannya tak cukup sampai di situ. Kini ia akan melanjutkan pendidikan Magister nya di Inggris. Dia juga akan menempuh gelar itu dengan waktu singkat, satu tahun saja.


Karena Universitas itu memang menawarkan waktu sesingkat itu untuk gelar magister.


Tak berbeda dengan Brandon, Casy juga berniat akan menempuh gelar sarjananya dalam waktu singkat. Mengingat ambisinya yang begitu tinggi, dia juga akan melanjutkan magisternya di Inggris pula.


Karena Universitas yang mereka akan tuju itu, merupakan universitas terbaik dalam bidang bisnis. Maka tak heran jika mereka berpikiran sama untuk ke sana .


Jurusan mereka yang sama, dan akan menempuh pendidikan di universitas yang sama. Akankah mereka bisa bertemu atau dipertemukan?


Nampaknya tidak. Perbedaan dua tahun usia mereka akan membuat mereka tidak dalam satu masa untuk melanjutkan pendidikan di Inggris itu.


💐💐💐


Satu tahun berlalu, Brandon telah berhasil menyelesaikan gelar magisternya. Kini dia akan pulang ke Indonesia membawa gelar itu.


Merindukan tanah tercinta, rindu pada sepasang kakaknya, rindu keponakan kecilnya yang kini telah berusia 7 tahun. Membuat Brandon tak sabar ingin segera sampai.


Terlebih, dia juga merindukan Casy. Apa kabar gadis nya itu? Brandon ingin sekali segera menemuinya.


Menghampiri semakin dekat, Brandon memeluk erat Carrel. Bersalaman dengan Kanaya, dan memeluk keponakan kecilnya.


Waktu pun semakin berlalu, sudah dua bulan Brandon kembali ke Indonesia dan tinggal bersama kakaknya.


Kini Brandon juga sudah mengambil alih perusahaan orangtuanya. Dan Carrel pun kini fokus dengan bisnisnya sendiri setelah mempercayakan bisnis orangtua kepada Brandon.


Kirana, sepupu Brandon yang juga sudah menyelesaikan pendidikan, kini ikut bekerja di perusahaan Brandon. Ia menjadi sekretaris Brandon.


Sepulang dari kantor, Brandon berniat untuk ke rumah Casy. Dia sangat merindukan gadisnya.


Memarkirkan mobil perlahan, Brandon mencoba mengetuk pintu setelah masuk ke dalam gerbang.


Tak ada sahutan sama sekali. Brandon tampak tak menyerah. Dia tetap mengetuk dan mengucap salam.


Tak lama kemudian, munculah seorang wanita dari gerbang rumah.


"Maaf mas, apa mas berniat membeli rumah?" Tanya nya.


Brandon bingung dengan pertanyaan wanita itu. "Maksutnya gimana ya Bu? saya ke sini mau bertemu teman saya." Jelasnya.

__ADS_1


"Wah mas ini sekarang rumah saya. Dan saya mau jual rumah ini." Ungkapnya.


Brandon shock mendengarnya,


"Di dijual?" Tanyanya memastikan.


Wanita itu mengangguk mengiyakan.


"Ehm Bu, kalau saya boleh tau pemiliknya sebelum ibu pindah ke mana ya?." Tanyanya tak sabar.


"Kalau alamatnya saya kurang tau mas. Tapi yang saya denger2 belum lama ini, katanya mereka pindah ke Belanda." Jawab sang wanita.


Duarrr


Seperti tersambar petir. Terkejut itulah yang dirasakan Brandon. Hatinya seolah hancur, gadis pujaannya pergi jauh dan dia tak tau di mana tepatnya.


Sangat mustahil menemukan gadisnya di negara orang. Tanpa Brandon tau sebenarnya mudah mencari informasi tentang Casy, melalui nama orangtuanya.


Namun selama mereka berteman, memang tak pernah ikut campur urusan keluarga. Jadi yang Brandon tau hanyalah tentang Casy anak dari pengusaha sukses.


Selebihnya Brandon tak pernah ikut campur. Kecuali teman-teman seangkatan Casy di SMA dulu. Mereka pasti tau semua tentang Casy anak siapa.


Menetralkan keterkejutan nya, Brandon kembali membuka suara.


"Ibu bilang tadi rumah ini mau dijual?" Tanyanya.


"Iya mas, kenapa?"


"Saya akan membelinya Bu."


Ya, Brandon memutuskan membeli rumah itu. Suatu hari Brandon ingin menempati rumah ini bersama Casy.


Rumah ini adalah salah satu tempat kenangan mereka berdua. Brandon akan menempati rumah ini, agar selalu mengingatkan dirinya kepada gadis pujaannya.


Selesai dengan transaksi pembelian rumah, kini Brandon kembali ke rumah Carrel.


Menceritakan pada kedua kakak nya bahwa ia baru saja membeli rumah. Dan akan menempati segera. Tanpa menceritakan alasan membelinya.


Carrel dan Kanaya tidak keberatan sama sekali, karena Brandon memang sudah cukup umur untuk mengatur kehidupannya.


Mereka kini akan melepas tanggung jawab kepada Brandon, telah selesai tugas mereka atas pendidikan dan pengajaran moral pada adiknya itu.


NEXT.......

__ADS_1


__ADS_2