Our Journey

Our Journey
Lamaran


__ADS_3

Brandon mengangguk. "Bahkan dia menolak aku itu dikarenakan..."


Carrel menatap Brandon, menunggu kalimat lanjutan yang akan diucapkan Brandon.


"Karena dia meragukan keimanan aku kak?." Lanjut Brandon tampak sedih.


"Jadi?."


"Kamu kecewa karena merasa iman kamu jadi tak sebanding dengan dia?." Carrel mencoba menebak.


Brandon menggeleng pelan, ia pun tertunduk semakin sedih.


"Bukan itu kak. Tapi aku baru sadar rupanya perasaan dan ambisiku padanya malah meruntuhkan ketaqwaan aku kepada Allah kak. Aku kecewa dengan diri aku sendiri. Aku benar-benar lupa kak." Ucapnya dengan sendu.


Carrel tersenyum, mendengar alasan Brandon yang kacau karena hal itu. Terbesit rasa bangga pada adiknya ini yang begitu menyesali kelalaiannya.


"Tapi kamu sudah sadarkan sekarang, jadi apa lagi masalahnya Bran?." Tanya Carrel.


"Aku takut kak..."


"Aku takut Allah marah sama aku. Aku udah melewati bataskan kak?." Ucap Brandon dengan mata berair.


"Kamu tahu Allah maha pengampunkan?. Pasti Allah akan maafin kamu, kalau kamu segera bertaubat dan menyesali kesalahan kamu. Setelah itu kamu harus memperbaiki diri, jangan lagi terperdaya dengan dunia." Terang Carrel menasehati.


Brandon mengangguk. Meski masih nampak sedih, namun Brandon merasa lega mendengar ucapan Carrel. Ini yang Brandon butuhkan. Nasehat pencerahan dari kakaknya.


Dia begitu kalut tadi. Ia benar-benar takut karena telah melewati batas. Melupakan nama Allah hanya karena seorang manusia. Mencintai manusia melebihi cintanya kepada Allah.


Dia seakan telah dibutakan oleh dunia. Selama ini ia terlalu hanyut dalam keindahan rasa pada gadisnya itu.


Namun sekarang untungnya ia disadarkan. Dia begitu takut, bagaimana jika Allah tidak menyadarkannya seperti saat ini?. Apa dia akan termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi kelak di akhirat?.


Dia begitu ketakutan memikirkan hal itu. Alhamdulilah, batinnya. Dia sangat bersyukur Allah masih memberi dia hidayah dan kesadaran. Belum tersesat terlalu jauh, meski hampir terdampar.


Seakan menemukan titik terang oleh ucapan Carrel, Brandon mengangkat wajahnya dan tersenyum tipis. "Makasih kak, selalu ada kala aku melakukan kesalahan." Tulusnya merangkul Carrel.


"Iya, kamukan adiknya kakak. Jangan sungkan-sungkanlah. Udah tau kan yang harus kamu lakukan sekarang?." Ucap Carrel menepuk punggung Brandon.


Brandon pun segera melakukan shalat taubat. Memohon ampunan kepada Allah atas kelalaiannya. Menyesali segala ketidak ingatannya atas kekuasaan Allah SWT.


Brandon juga merasa bersalah pada Casy. Ia telah menyakiti gadis itu, seolah memeberi harapan palsu. Ia akan datang dan meminta maaf pada Casy setulus-tulusnya.


Dia juga akan meminta izin pada Carrel lagi. Bolehkan melamar Casy, setelah kakaknya tau kalau gadisnya itu sudah berhjrah dan menjadi gadis Sholehah.


Namun jika nanti Casy menolak, Brandon akan berusah ikhlas. Dia tak mau berharap dengan manusia lagi. Hanya Allah SWT lah tempatnya selalu berharap.

__ADS_1


Allah lebih tau yang terbaik untuk dirinya dan juga Casy.


💐💐💐


Setelah pertemuan terakhirnya dengan Brandon, Casy saat ini nampak sedang berada dalam pelukan Mama.


Mama yang sejak 2 tahun lalu, sudah menetapkan diri untuk berhijab. Terlihat sedang mengelus punggung Casy dengan lembut.


"Sudah Cas, kamu bilang dia mungkin bukan jodoh kamu. Apa lagi yang buat kamu sedih?." Tanya mama mencoba menenangkan Casy yang ada di pelukannya.


"Iya Ma, aku tau. Tapi rasanya masih kecewa di hati." Jawab Casy masih sesegukan.


Pada akhirnya, Casy pun melaksanakan shalat. Dia akan mengadukan segala permasalahannya kepada Allah. Dia juga sadar, sepertinya dia terllau berharap pada Brandon selama ini. Sehingga akhirnya ia kecewa.


Casy memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahannya kepada Allah SWT. Setelahnya, kini dia berdoa untuk keteguhan hati dan perasaannya.


"Ya Allah, wahai Tuhanku yang maha pengasih dan penyayang. Hamba berserah diri kepada mu ya Allah. Ampuni hamba karena selama ini telah terperdaya oleh perasaan yang pada akhirnya menyesatkan hambamu ini Ya Allah. Hamba mengaku bersalah karena terlalu berharap kepada manusia. Ya Allah Engkaulah yang lebih tau mana yang terbaik untuk hamba. Jika Kak Brandon memang jodoh hamba, hamba mohon lancarkan jalan kami untuk menuju ikatan yang halal dan suci. Tetapi jika dia bukan jodoh hamba, lapangkanlah hati hamba ini ya Allah. Hapuskanlah perasaan yang membelenggu dalam hati hamba ini. Hamba meyakini bahwa tak boleh berharap kepada siapapun selain Engkau ya Allah." Casy meneteskan air matanya. Menyesal karena berharap pada manusia. Terluka mengingat rasa kecewanya.


"Ya Allah, hamba yakin rahmatMu begitu luas. Meski garis takdir tak menyatukan kami, tapi rahmatMu mendahalui takdir ya Allah. Hamba yakin karena RahmatMu, hamba bisa berjodoh dengannya ya Allah. Hamba hanya akan berharap kepadaMu ya Allah. Aamiin."


Begitulah sekiranya Casy berdoa kepada Allah SWT.


💐💐💐


Hal itu seperti kabar yang sangat baik bagi Brandon. Brandon Pun akan segera menemui Casy.


💐💐💐


"Iya Pa, Casy mau." Ucap Casy mantap.


Saat ini Casy sedang berhadapan dengan Mama dan Papa. Papa memaksa Casy untuk menerima perjodohan dengan adik Naya, setelah Papa mendengarkan cerita Casy dari Mama.


Papa rasanya sakit, kala anaknya tersakiti oleh orang lain. Papa ingin yang terbaik untuk Casy. Papa sangat percaya pada keluarga Naya, pasti adik Naya itu akan dapat membimbing Casy menuju jalan yang Allah ridhoi.


Sebenarnya Mama tak mau memaksa Casy, namun keputusan Papa sudah bulat dan tak dapat diganggu gugat.


Casy juga nampak pasrah kaan keputusan Papa. Karena baginya apapun yang terjadi saat ini dan kelak adalah garis takdir. Casy sangat yakin Allah selalu terlibat dalam kehidupannya.


Dan perjodohan ini, Casy juga yakin Allah lah yang mengaturnya. Jadi Casy hanya perlu berdoa dan senantiasa yakin kepada Allah SWT.


Akhirnya Papa menghubungi suami Naya. Mereka akan mempertemukan Casy dan calonnya itu Minggu depan.


Di rumah Naya...


"Mas, bukannya sekarang dia lagi memperjuangkan cinta seseorang." Protes Naya.

__ADS_1


"Aku gak mau kita memaksakan kehendak begini mas." Tambah Naya.


"Kamu tenang aja sayang, adik aku itu anak yang baik. Dia gak akan mengecewakan kita kok. Lagi pula, jika memang dia berjodoh dengan perempuan yang sedang dikejarnya, pastilah mereka akan tetap bersatu. Pasti akan ada halangan dalam perjodohan ini. Untuk kali ini kita juga harus selalu yakin sama Allah." Tegasnya memberi penjelasan.


💐💐💐


Mendatangi kantor Casy, Brandon masuk ke ruangan Casy Setelah mendapat izin.


"Assalamualaikum." Ucapnya pada Casy.


"Walaikumsallam, silahkan duduk Tuan."


Balas Casy.


"Tolong jangan formal Cas." Pinta Brandon.


Sebenarnya mereka berdua sangat canggung saat ini, mengingat kejadian 2 Minggu lalu. Tetapi demi profesional kerja, mereka berusaha tetap tenang dan seolah baik-baik saja.


Akhirnya mereka membahas kesepakatan kerja sama yang sempat tertunda waktu itu. Setelah selesai, Brandon pun mengutarakan niat dan tujuannya.


"Cas, apa boleh aku berbicara di luar pembahasan pekerjaan?." Tanyanya.


Sebenarnya Casy tak berselera berurusan dengan orang di depannya ini. Lagi pula ia harus segera menjaga jarak dengan Brandon, karena dirinya akan segera menikah. Ia takut hatinya goyah.


"Silahkan kak." Ucapnya tenang.


Menarik nafas dalam, Brandon menahan kegugupannya.


"Cas, aku sungguh sangat minta maaf atas kejadian kemarin. Aku benar-benar pengecut dan tak berpendirian. Aku mempermainkan kamu dan menyakiti kamu. Maafin aku Cas." Ucapnya merasa bersalah dan menyesal.


"Aku sudah memaafkan kakak, jadi kakak tak perlu meminta maaf lagi." Ucap Casy dengan ekspresi tenang.


Brandon mendongak. Memastikan ucapan Casy benar tidaknya. Nampaknya Casy serius. Tersenyum tipis, Brandon merasa lega dan bersyukur Casy telah memaafkannya. Sepertinya yang ada di depannya ini, adalah seorang bidadari. Hatinya begitu lembut dan pemaaf.


"Jadi, apa boleh kalau besok aku datang ke rumah kamu bersama kakak aku?." Tanyanya sangat gugup.


"Maksut kakak?." Casy nampak bingung.


"Aku sudah mendapatkan restu dari kak Carrel, jadi aku akan secara resmi melamar kamu Cas." Ucapnya dengan tersenyum.


Casy nampak terkejut. Jantungnya berdetak lebih cepat mendengar ucapan Brandon. Meski pernah dilamar oleh Brandon sebelumnya, tapi ini rasanya berbeda. Karena bercampur dengan rasa gelisah dan khawatir serta takut.


"Kak, aku....."


NEXT.......

__ADS_1


__ADS_2