
Casy mengentikan kegiatannya. Memang sebenarnya ia sudah selesai. Meletakkan barang-barang mereka ke dalam lemari, Casy kemudian kembali duduk di samping Brandon.
Tanpa ragu ia menyandarkan kepalanya di bahu Brandon. Detik berikutnya Brandon mengelus kepala Casy dengan lembut.
"Aku udah memutuskan Kak. Ehm ... " Casy tampak ragu meneruskan ucapannya.
Brandon menoleh pada Casy yang berada di bahunya. "Apa? jangan ragu gitu, aku bakal dengerin kamu Sayang"
Casy mendongak menatap pada Brandon.
"Ehm kalau aku lanjutinnya ke Belanda boleh enggak Kak?. Aku kangen sama semua teman-teman aku di sana Kak." Jelasnya mengungkapkan isi hati.
Brandon jelas saja terkejut mendengarnya. Kilatan amarah memenuhi ekspresi wajah tampannya.
"Coba ulangi Sayang" pintanya menahan gemuruh dalam hatinya.
"Aku mau lanjutin kuliah ke Belanda Kak. Bolehkan?" ujarnya dengan tegas.
__ADS_1
Darahnya serasa mendidih mendengar kalimat Casy. Dengan sedikit kasar, ia bangkit dari duduknya. Ia melangkah berdiri membelakangi Casy. Terlihat jelas pada wajah rupawannya yang menahan emosi.
"Apa maksud kamu?" tanyanya penuh penekanan tanpa berbalik menghadap Casy. Bahkan tak lagi ia memanggil sayang.
"Aku kangen sama temen-temen aku di sana Kak." Jelas Casy.
"Terus kamu gak akan kangen sama aku?" tanyanya masih dengan penekanan
Casy tersenyum, rupanya ia berhasil mengerjai Brandon. Ia memang sedang balas dendam karena Brandon pernah juga mengerjainya. Sebenarnya hal-hal seperti ini tak baik sih, tapi Casy sangat ingin melihat reaksi Brandon kali ini.
"Cuma setahun dua tahunkan Kak. Setelah aku pikir-pikir gak begitu lama, jadi aku gak bakal gimana-gimana kok." Ujar Casy dengan santainya.
"Lalu kenapa waktu itu kamu menangis saat aku mau pergi?" tanyanya dengan berbalik menatap Casy.
Ia mendekat pada Casy dan mengunci netra indah di depannya. Jelas saja Casy gugup dibuatnya. Bagaimana ia bisa meneruskan sandiwara ini. Ia pasti akan ketahuan.
Casy berpaling dari menatap Brandon. Ia menghindari tatapan suaminya.
__ADS_1
"Waktu itu aku pikir kita gak akan sama-sama lagi. Ternyata kamu mau lanjutin kuliah dan enggak ninggalin aku. Dan nanti pada akhirnya kita bakal sama-sama lagi Kak. Jadi aku gak khawatir kalau sekarang harus LDR sama kamu" jelas Casy panjang lebar.
Brandon menatap Casy tajam, ia benar-benar kehilangan kesabaran dengan tingkah Casy kali ini. Yang ditatap merasa panas dingin. Casy menunduk, ia menyadari tatapan tajam suaminya meski tak melihat langsung.
"Coba ulangi kalimat yang terakhir, Sayang" pintanya dengan menekankan kata sayang di ujung kalimatnya. Ia semakin mendekat pada Casy, bahkan kini jarak wajah mereka hanya sepuluh senti.
Casy merasa benar-benar gugup ditatap tajam oleh Brandon. Ia mulai gemetar, dirinya paling takut saat suaminya marah. Karena Brandon memang jarang sekali marah.
Akhirnya ia memberanikan diri menatap mata Brandon yang sangat dekat dengannya.
Deg
Mata itu benar-benar sangat tajam menatapnya. Terpancar segenap emosi dan kemarahan di sana. Casy tak sanggup lagi melanjutkan sandiwaranya. Pada akhirnya.
Hap
Ia memeluk Brandon yang berada di depannya dengan erat. Brandon tersentak, ia merasa kaget dengan respon Casy. Ia akan membuka suara, untuk menanyakan kejanggalannya. Namun Casy lebih dulu berucap.
__ADS_1
"Kak aku bohong. Jangan marah lagi ya" ucapnya dengan lembut di pelukan Brandon.
NEXT .......