Our Journey

Our Journey
Comeback


__ADS_3

Rintik hujan yang terdengar lirih, menambah kesan suasana sendu seorang pria yang tengah menatap lekat ruang keluarga di rumah yang baru 1 Minggu di tempati nya.


Memang sudah dari seminggu yang lalu, Brandon menempati rumah lama Casy ini.


Melihat ruang keluarga rumah itu, mengingatkan Brandon akan sosok gadis pujaannya.


Dulu setiap mengerjakan tugas, mereka memilih tempat itu untuk menjadi basecamp. Tak hanya canda tawa, bahkan senyuman Casy masih nampak jelas dalam ingatan Brandon .


Meski menahan rindu yang teramat dalam, tak membuat Brandon patah semangat menjalani hari-harinya.


Apalagi sekarang dia adalah seorang pemimpin di perusahaan. Maka dia harus selalu semangat untuk memotivasi para karyawan nya.


Selama ini Brandon tak pernah absen menyebut nama Casy dalam doanya. Entah meminta kebaikan untuk gadis pujaannya atau berdoa agar Tuhan mempertemukannya dengan gadis yang selalu dirindukannya itu.


💐💐💐


Tak terasa waktu pun berlalu. Sudah dua tahun lamanya Brandon menempati rumah lama Casy, dan memisahkan diri dari kakaknya.


Meski tak satu rumah, tapi Brandon sering berkunjung ke rumah Carrel. Baik untuk jalan-jalan bersama mereka, atau untuk mengajak keponakannya untuk pergi bersama nya.


Terlepas tentang Brandon, Casy kini sudah menyelesaikan pendidikan S1 & S2 nya. Setahun yang lalu Casy jadi meneruskan pendidikan ke Inggris.


Dan setahun yang lalu, Mama dan papa kembali ke Indonesia. Melepas Casy untuk mandiri meraih gelar Magisternya.


Papa juga sudah memindahkan kantor utama di Jakarta. Selama setahun tanpa Casy, Mereka tak pernah berkunjung ke rumah Naya.


Bukan karena tak ingin, namun mereka tak ingin membuat Casy merasa sedih. Karena Casy pasti sangat merindukan Kak Nayanya itu.


Demi melancarkan rencana perjodohan, mereka berencana mengunjungi Naya setelah Casy pulang ke Indonesia.


Karena sesuai kesepakatan bahwa perjodohan akan terjadi setelah Casy dan adik Naya menyelesaikan Pendidikan.


Pulang ke tanah air dengan membawa 2 gelar, membuat Casy sangat bahagia dan merasa bangga. Dia juga sangat merindukan mama papanya.


Turun dari taksi, Caya melangkah perlahan mendekati rumahnya. Tampak sang mama sedang bersenandung ria menyirami tanaman.


Sepertinya mama memiliki hobby baru, pikir Casy. Mama yang tak menyadari kehadiran Casy, membuat Casy berfikir iseng.


Dengan lambat dan pelan, Casy berjalan mendekati mama. Memeluk mama dari belakang dan mengeratkannya.


Mama terlonjak kaget. Kemudian memutar tubuh ke belakang. Terkejut mama melihat Casy berada dihadapannya.


"Sayang, anak mama kamu udah pulang." Senyumannya mengembang, dan tangannya bergerak memeluk Casy.

__ADS_1


Casy tersenyum dan membalas pelukan Mama. "Iya mama, anak mama yang paling cantik udah pulang." Ujarnya sambil tersenyum.


Terjadilah drama kangen-kangenan yang cukup lama. Skip....


Menjelang makan malam, Casy membantu mama menata meja makan. Duduk santai berdua sembari menunggu kedatangan Papa.


Setelah beberapa menit, akhirnya papa muncul dengan wajah lelah dan letih.


"Papa!" Panggilnya sembari mendekat dan memeluk Papa.


Papa pun terkejut, namun sangat bahagia. Ternyata putrinya sudah pulang & sekarang sedang di hadapannya.


"Anak papa sudah pulang. Kenapa gak bilang?, mama sama papa pasti akan menjemput kamu." Ungkap papa.


"aku kan mau buat kejutan pa buat kalian." Jawabnya tersenyum girang.


Setelahnya mereka terlihat menikmati makan malam dengan canda tawa. Dan melanjutkan kebersamaan di ruang keluarga.


"Cas, boleh mama nanya sesuatu sama kamu?." Tanya mama di tengah-tengah perbincangan mereka.


Casy tersenyum, dan mendekat pada mama.


"Mama kayak sama siapa aja sih. Kalau mau nanya Casy, gak usah tanya dulu mama. Casy pasti gak keberatan sama sekali kok." Jawab Casy dengan bersandar di pundak mama.


Mama mengelus tangan Casy yang berada di perutnya, Casy memang sangat manja sejak mereka berbaikan. Tapi memang wajar kan, toh anak sendirikan.


Casy mendongak menatap mama dan papa bergantian. Menegakkan tubuhnya, kemudian mencoba menjawab pertanyaan mama.


"Mama sama papa mau jodohin aku? sama siapa? anak partner papa atau mama?." Tanya Casy nampak sedikit kecewa.


"Bukan Cas, tapi kalau kamu gak mau gak papa kok. Mama yakin kamu bisa cari sendiri." Jawab mama membuat Casy lega.


Casy nampak lega mendengarnya, tapi ia masih penasaran siapa kira-kira yang akan orangtuanya jodohkan dengannya.


"Emang siapa yang mau mama jodohin sama aku? anak temen mama atau temen papa?." Tanya Casy dengan penasaran.


Mama menghela nafas, ia yakin Casy akan merasa bersalah jika menolak perjodohan ini jika sudah tau siapa.


"Adiknya kak Naya Cas. Adiknya sudah selesai menyelesaikan kuliahnya. Sekarang dia udah ambil alih perusahaan orangtuanya." Jelas mama.


Casy nampak terkejut, jika tentang kak Naya apa yang bisa Casy tolak. Wanita berhijab itu yang selama ini berjasa kepadanya. Yang membuat Casy sekarang hidup dengan penuh semangat.


Meski semua yang terjadi pada Casy sekarang adalah kehendak Allah, tapi tak bisa dipungkiri bahwa Naya lah sebagai perantaranya.

__ADS_1


"Jadi kak Naya sama mama yang rencanain perjodohan ini?".


"Kasih Casy waktu ya ma buat ambil keputusan, mungkin 1 bulan."


Casy akan mencoba memahami hatinya. Apa dia akan bersedia menerima seseorang yang belum sama sekali dikenalnya.


Dan apakah nama Brandon juga sudah benar-benar tersingkir dari hatinya.


Memang Casy ingin mendapatkan pasangan dengan cara yang benar dan halal. Tapi Casy tak memikirkan akan secepat ini.


Ia masih ingin menata karirnya. Membantu menggantikan mama di perusahaan dan belajar banyak dari mama atau kak Naya menjadi wanita yang baik ketika sudah berumah tangga.


"Ya udah kalau gitu. Kamu pikirin baik-baik ya. Jangan maksain diri, kalau gak mau gak papa kok. Nanti mama yang bilang ke kak Naya." Mama menyerahkan segala keputusan pada Casy.


Mereka pun berlalu meninggalkan ruang keluarga, setelah ucapan & kecupan selamat malam untuk istirahat di kamar.


Setelah satu Minggu berlalu, kini hari pertama Casy menjadi pemimpin baru di perusahaan mama. Memakai pakaian formal dan bermake-up tipis, Casy pamitan pada mama dan papa.


Mengendarai mobil keluar gerbang, beriringan dengan mobil papa yang berada di belakangnya. Melambaikan tangan pada mama.


Arah kantor papa dan kantor mama atau sekarang kantor baru dirinya yang berbeda, membuat mereka berpisah di tengah jalan.


Memasuki kantor barunya, semua karyawan menyambut dan memberi hormat padanya. Kemarin sebelum ia resmi menggantikan mama, mama sudah memperkenalkannya pada semua karyawan perusahaan.


Duduk di kursi meja kerjanya, Casy meraih tumpukan berkas yang berada di atas meja itu. Ia mulai belajar memahami apa yang akan menjadi kegiatan barunya ke depan sebagai seorang pemimpin.


Dua Minggu pun berlalu, Casy yang baik dan ramah membuat seluruh karyawan nyaman di bawah kepemimpinan nya. Ia pun menjadi idola para karyawan pria maupun wanita.


Hari ini ia akan meeting di kantor perusahaan partner kerjanya. Melangkahkan kaki memasuki pintu masuk perusahaan itu.


Langkahnya seketika terhenti kala melihat seorang wanita sedang duduk serius di depan komputer di atas meja kerjanya.


Wanita yang merasa diperhatikan itu, langsung menoleh dan tersenyum. Bangkit dari duduknya dan memberi sambutan kepada Casy.


Nampaknya wanita itu tak mengenali Casy yang memang sekarang berbeda dengan hijabnya.


"Silahkan Nona Casy, Tuan sudah menunggu di dalam." Ucapnya dengan sopan.


Casy mengabaikan keterjutannya, dan melangkah mengikuti sekertaris itu. Dia adalah Kirana.


Setelah keterkejutan yang mencoba ia abaikan, kini ia di buat semakin terkejut bahkan dadanya sesak. Kala sekertaris itu, membuka pintu ruang Presdir.


deg

__ADS_1


Mata Casy berkaca-kaca melihat seorang pria tampan yang sedang fokus menatap laptopnya. Tapi nampaknya pria itu belum menyadari keberadaannya.


NEXT.......


__ADS_2