
"Apa yang membuat kamu sedih? ini kabar baik Sayang." ujar Brandon yang masih belum memahami Casy.
Mendengar pernyataan Brandon, Casy segera melepaskan pelukannya. Ia sedikit menggeser tubuhnya dari Brandon.
Melihat respon Casy, Brandon menjadi kebingungan sendiri.
"Kenapa Sayang? kamu udah tahu kan berarti kalau aku mau lanjutin S3?. Terus letak sedihnya di mana?. Lagian kamu juga ... " ucapnya terpotong oleh suara Casy.
"Aku mau ke rumah Mama." ucapnya dengan semakin terisak.
Melihat Casy yang seperti itu, Brandon mendekat dan memeluk Casy kembali. Namun tangan Casy menepis pelukan Brandon. Ia bangkit berdiri dan membelakangi suaminya.
Menyadari Casy yang sedang marah, Brandon pikir karena Casy benar-benar ingin ke rumah Mama.
"Iya Sayang besok kita akan ke rumah Mama. Nginep sekalian." Jelasnya berusaha menenangkan Casy.
Masih berdiri membelakangi Brandon, Casy menghapus air matanya.
"Aku gak mau kamu ikut ... " terjeda sejenak.
"Aku mau pulang" ujar Casy dengan lirih.
Terdengar jelas bahwa sesak ia mengucapkan hal itu.
Jelas saja Brandon terkejut mendengarnya. Emosinya seketika tersulut kala mendengar permintaan Casy. Apa maksudnya Casy ingin berpisah darinya?. Tidak masuk akal, pikirnya.
Brandon mendekati Casy. Dipeluknya.Casy dari belakang.
"Aku gak akan pernah lepasin kamu Sayang. Kamu hanya milik aku." Tegasnya masih dengan memeluk Casy erat.
"Tapi Kakak mau lanjutin kuliah lagikan, dan Kakak yang akan ninggalin aku." jelas Casy dengan terisak.
"Sekalipun aku pergi ke ujung dunia, aku gak akan pernah lepasin kamu Sayang. Dan kamu jangan coba-coba ninggalin aku" Ujar Brandon dengan tegasnya.
Semakin terisak dalam pelukan suaminya, Casy berucap.
"Kakak pikir aku mau LDRan sama kakak. Buat apa kita berumah tangga kalau akhirnya Kakak juga mau pergi jauh ninggalin aku."
Brandon tersenyum tipis mendengarnya. Sama halnya dengan dirinya, Casy juga tak bisa jauh-jauh dengan dirinya. Casy rupanya salah menyimpulkan keputusannya.
__ADS_1
Namun ia masih diliputi rasa kesal karena keinginan Casy untuk meninggalkannya. Jadilah kini ia akan mengikuti arah pemikiran Casy. Demi membalas kekesalannya.
Brandon membalikkan tubuh Casy. Kini mereka saling berhadapan. Brandon menggenggam erat kedua tangan Casy dan berucap.
"Sayang, sekalipun kita LDR aku akan selalu setia sama kamu. Gak ada yang bisa gantiin kamu di hati aku." Jelasnya tampak serius.
Casy melepaskan tangannya dari genggaman Brandon. Kemudian ia berlalu pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya yang sembab dan dipenuhi air mata.
Brandon hanya melihatnya saja, ia kemudian bergegas mengambil koper. Kemudian menyusun baju-baju Casy untuk dimasukkan ke dalam koper.
Tak lama kemudian, Casy keluar dari kamar mandi. Penglihatan pertamanya langsung kepada Brandon yang sedang memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.
Jelas saja hatinya berdetak kencang. Terasa berdenyut sakit. Pemandangan yang baru disaksikannya itu seolah menjelaskan. Bahwa Brandon menyetujui permintaan dirinya.
Casy tidak benar-benar ingin berpisah dengan suaminya. Ia hanya berucap tanpa niat tadi. Ia mendekat pada Brandon. Wajah yang tadi sempat dibasuhnya, kini kembali dipenuhi cairan yang terjun bebas dari mata indahnya.
"Kamu setuju dengan permintaan aku tadi Kak?" tanyanya tak percaya.
Brandon hanya diam dan masih sibuk menyusun baju-baju ke dalam koper. Melihat keterdiaman Brandon, membuat Casy semakin sesak. Sakit rasanya harus seperti ini.
Dengan rasa campur aduk, kesal, sakit, kecewa, terluka, Casy berucap dengan lantangnya.
"Kakak pikir kalau kita LDR, Kakak beneran gak akan berpaling dari aku?. Apa jaminan Kakak kalau Kakak bakal setia sama aku?."
Meraih wajah Casy, Brandon meletakkan kedua tangannya di pipi Casy.
"Aku pasti selalu setia sama kamu. Hanya kamu satu-satunya." ujarnya dengan serius.
Casy terkekeh pelan. Detik berikutnya kekehan itu menjadi senyuman sinis. Ia menepis tangan Brandon dari pipinya. Ia mundur beberapa langkah menjauhi Brandon.
"Mungkin Kakak bisa setia sama aku. Tapi ... apa Kakak yakin aku bakal setia nungguin Kakak?." Ucapnya dengan senyum sinis.
Brandon tersentak kaget. Ia tidak percaya Casy bisa berkata seperti itu. Ia ingin emosi tapi ini kesalahannya juga yang tidak segera jujur dari awal tadi. Ia malah mngerjai istrinya.
Sepertinya ia kena karma gara-gara nyakitin istri, meski niatnya bercanda. Brandon jadi bingung sendiri sekarang. Ia mencoba mendekati Casy, dan meraih tangannya.
Namun Casy segera menepisnya. Brandon tak menyerah begitu saja. Ia tetap berusaha menggenggam tangan istrinya.
"Sayang, tadi aku cuma ngerjain kamu. Maaf ya, aku salah maafin aku." jelasnya dengan tulus.
__ADS_1
Casy nampak diam saja. Ia masih menatap Brandon dengan lekat. Ia benar-benar bingung dengan apa yang suaminya ucapkan.
Melihat Casy yang nampak diam, Brandon paham Casy sedang bingung dan butih penjelasan. Akhirnya ia pun menjelaskannya.
"Iya Sayang, sebenarnya aku memang mau lanjutin kuliah tapi kita gak LDR." ucapnya.
Dahi Casy nampak mengkerut. Ia masih setia dengan keterdiamannya. Isyarat bahwa ia masih ingin menunggu kelanjutan penjelasan Brandon.
"Kamu akan ikut aku Sayang. Sementara waktu kita tinggal di sana." jelasnya lagi.
"Terus kenapa baju aku Kakak masukin ke koper?" tanya Casy dengan tatapan mengintimidasi.
Membuat nyali Brandon menciut, karena memang dirinya yang bersalah.
"Besok kita akan menginap di rumah Mama dan Papa. Aku udah izin sama meraka. Karena kita akan lama di luar negeri, jadi kita menginap untuk pamitan Sayang. Kamu pasti bakal rindu bangetkan sama meraka?." Jelasnya dengan hati-hati.
Casy nampak berfikir sejenak.
"Terus baju kakak kenapa gak dimasukin juga?" curiganya.
"Belum Sayang, punya kamu dulu baru baju-baju aku." jelasnya.
"Kenapa harus baju kau dulu Kak? kamu berniat ngerjain aku lagi?" tanya Casy penasaran.
Dengan pelan Brandon mengangguk mengiyakan. Casy rasanya gemas sekaligus geram dengan suaminya ini. Bisa-bisa membuat bercandaan tak masuk akal seperti ini.
Baiklah, sepertinya Brandon harus diberi efek jera. Supaya tak mengulangi kesalahan yang sama kedepannya.
"Kak ini beneran keterlaluan tau gak. Ini gak lucu sama sekali. Gimana kalau tadi aku beneran minta pengacara buat gugat Kakak?" ucap Casy.
"Maaf Sayang, aku beneran gak mikir sampai sana. Maafin aku ya. Aku juga gak bakalan biarain hal itu terjadi." ucapnya memelas.
Casy menghela nafas.
"Maafin aku Kak, tapi ini beneran keterlaluan. Aku butuh waktu untuk maafin kamu." ucapnya.
"Dan untuk diskusiin masalah kuliah kamu itu, besok aja di rumah Mama. Aku lagi gak mood." lanjut Casy.
Casy beranjak naik ke ranjang dan merebahkan tubuhnya. Brandon nampak menyesal telah mengerjai istrinya. Ia pun menyusul Casy naik ke ranjang. Mereka pun tidur tanpa pelukan.
__ADS_1
Setiap Brandon memeluknya, Casy selalu menepis pelukan dari suaminya itu.
NEXT .......