Our Journey

Our Journey
Harus Menikah Dengannya


__ADS_3

Keesokan harinya, tampak keluarga lengkap Arzan berkumpul di ruang keluarga. Hari ini Dad Brand dan Mom Cas akan menyampaikan keputusan yang telah mereka putuskan.


Terlihat Arzan begitu was-was dengan keputusan yang telah kedua orang tuanya ambil. Jika keputusan mereka sesuai keinginan dirinya, maka ia bersyukur.


Namun jika keputusannya sesuai keinginan Caca, dirinya telah merencanakan pemberontakan.


Meskipun ia tidak akan dituruti untuk menikahi Fanya, itu bukan masalah yang begitu serius. Karena masih banyak waktu kedepannya.


Dibandingkan ia harus menikah dengan Cya, itu merupakan suatu masalah besar bagi dirinya. Jika sampai itu terjadi, ia tidak akan bisa memperjuangkan cintanya.


Jadi ia akan bersikeras menolak jika keputusan Daddy dan Mommy adalah menikahkan dirinya dengan Cya.


Tidak hanya Arzan yang khawatir dengan apa keputusan kedua orangtuanya. Caca pun juga merasa gelisah jika mommy dan Deddy nya akan memenuhi permintaan kakaknya.


Ia juga akan merasa sakit jika sampai kak Cyanya tidak bisa mendapatkan kakaknya. Meskipun raga dulu, nanti lama-kelamaan hatinya juga akan Cya menangkan. Caca sangat yakin akan hal itu.


"Jadi bagaimana Dad, apa keputusan Daddy dan Mommy?"


Arzan yang merasa gelisah justru tidak sabar untuk segera mendengarkan keputusan orangtuanya.

__ADS_1


Dad Brand dan Mom Cas saling berpandangan kala mendengar pertanyaan Az. Kemudian Dad Brand pun akhirnya angkat bicara.


"Daddy dan Mommy sudah memutuskan akan memenuhi permintaan Caca" tegas Dad Brand menjelaskan dengan lancar.


Caca yang mendengarnya segera tersenyum bahagia dan berhambur memeluk Daddy dan Mommynya.


"Makasih Dad, Mom. Love you deh" dengan bahagianya Caca


Berbeda dengan Caca yang tampak bahagia, Arzan mengepalkan kedua tangannya Deni menahan gemuruh hatinya.


Ia pun tak tahan untuk tidak memberontak. "Dad Az gak setuju dengan keputusan ini. Az masih mau selesaiin kuliah, lagi pula Az tidak memiliki perasaan apapun pada Cya Dad."


"Kata siapa? kalau Mom yang minta, Cya tidak akan berani menolak" jelas Mom Cas dengan percaya diri.


Kalah telak, Az tidak dapat menyangga lagi.


"Az ini demi kebaikan bersama, kalian ..."


belum sempat Dad Brand menyelesaikan perkataannya, Az menyela Daddynya.

__ADS_1


"Kebaikan yang mana Dad?" ujar Az dengan tersenyum sinis.


"Ini semua hanya keegoisan Caca dan kebahagiaan kalian? mendapatkan menantu seperti Cya, yang menurut kalian sempurna?." Jelas Az dengan tersenyum miris.


Ia merasa menjadi korban keegoisan keluarganya. Sama sekali tidak memikirkan bagaimana perasaannya sedikitpun.


"Lagi pula Dad, Mom bukankah Fanya lebih segalanya dibandingkan Cya? kita juga sudah mengenal seluk beluk keluarga mereka Dad, Mom." Jelas Arzan lirih yang merasa mulai putus asa.


Mendengar penuturan anaknya membuat Dad Brand dan Mom Cas terkejut. Ia tidak menyangka dengan pemikiran anaknya.


Siapa yang mengajari Az seperti itu, dengan seenaknya menilai orang lain merasa diri paling sempurna.


"Az, darimana kamu belajar hal-hal tidak pantas seperti itu? sejak kapan Daddy dan Mommy mengajari untuk menilai seseorang seperti itu. Membandingkan satu dengan yang lainnya, bahkan merendahkan salah satunya?" Mom Cas tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya pada anak lelakinya itu.


Mom Cas jelas saja merasa emosi dengan kelakuan anaknya itu. "Keputusan kami sudah final Az. Melihat bagaimana cara kamu berucap, memang lebih baik kamu harus segera menikah!" dengan tegas Mom Cas berucap.


"Persiapan dirimu Az, Caca ingin kalian menikah sebelum keberangkatannya. Dia ingin menyaksikan pernikahan kalian" Dad Brand menepuk pundak putranya sebelum bergegas menyusul istrinya yang nampak kecewa.


NEXT .......

__ADS_1


__ADS_2