Our Journey

Our Journey
Perlu Bukti


__ADS_3

Mendengar perkataan Arzan, Cya nampak menautkan kedua alisnya merasa bingung. Arzan pun menjelaskan pada Cya untuk menjelaskan kebingungannya.


"Gue gak mau Az, lo aja yang pulang. Gue udah baik-baik aja. Gak usah terlalu khawatir, nanti gue telpon Vino aja kalo gue butuh sesuatu."


Jelas Cya tanpa tau kalau pria di depannya sedang memberikan tatapan tajam karena telah menyebut nama pria lain dihadapannya.


"Vino?" tanya Arzan dengan menatap tajam Cya.


Cya menghela nafas panjang, ia lupa pria di depannya ini sangatlah tidak menyukai sahabatnya itu. Padahal Cya tidak mempunyai perasaan apapun kepada Vino. Hatinya masih dipenuhi dengan nama Az.


"Apa lo punya perasaan sama dia?" tanya Arzan nampak penasaran.


"Enggak Az, sama sekali enggak. Tapi please dia sahabat gue, jadi jangan minta gue untuk jauhin dia." ujar Cya dengan tegas.


"Lo pilih sekarang gue atau dia?" tantang Arzan kepada Cya.


Arzan merasa cemburu kala Cya tidak ingin berjauhan dengan Vino. Ia curiga jika Cya rupanya telah berpaling memiliki rasa pada Vino. Ia tidak mau kehilangan Cya, cukup kemarin ia menyia-nyiakan Cya tidak untuk kali ini.

__ADS_1


"Az please jangan kayak anak kecil. Lagi pula kita gak ada hubungan apa-apa, jadi lo gak berhak buat minta gue jauhin siapapun termasuk Vino." terang Cya merasa kesal dengan kelakuan Arzan.


Meski ia mencintai pria di depannya itu, namun pria itu tidak berhak mengatur hidupnya. Mereka juga tidak memiliki hubungan apapun. Meski Arzan telah menyatakan perasaannya, namun ia masih belum bisa percaya begitu saja.


Bisa saja Arzan salah mengartikan perasaan untuknya. Bisa saja hanya sebatas obsesi yang membuat Arzan tidak rela Cya berpaling dari menyukainya.


Ditambah kehadiran Vino, mungkin saja membuat dirinya merasa tersaingi. Cya juga tidak mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya Arzan rasakan.


Namun untuk saat ini ia hanya ingin Az membuktikan ucapannya dahulu untuk membuat dirinya bisa percaya dengan ungkapan cinta pria itu.


Setelah mereka berdebat lumayan lama, akhirnya Arzan yang kalah. Ia memutuskan untuk pulang sendirian tanpa Cya. Seperti apa yang Cya inginkan, ia akan membuktikan bahwa ia memang benar mencintai Cya bukan sekedar rasa obsesi atau merasa tersaingi oleh Vino.


💐💐💐


"Ada apa Sayang?" Dad Brand merasa penasaran dengan istrinya yang tampak marah-marah di telpon.


"Hubby, Arzan mau menginap di rumah Cya. Apa itu masuk akal?" sungut Mom Cas dengan kesal.

__ADS_1


Dad Brand memenangkan istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Mereka juga mendiskusikan bagaimana kelanjutan hubungan Arzan dan Cya kedepannya.


Mom Cas juga tampak tidak mengerti, Arzan yang dulu sempat menolak ketika akan dinikahkan dengan Cya. Sekarang justru yang paling semangat untuk menikahi Cya.


Apa benar jika Arzan baru saja menyadari perasaannya kepada Cya. Maka kini putranya itu nampak menyesal dan takut kehilanganmu Cya.


Jika Az memang serius dengan keinginannya, ia juga akan berusaha untuk membuat mereka bersatu. Namun atas keinginan mereka berdua.


Jika salah satu dari mereka tidak menginginkan, dirinya juga tidak akan mau untuk memaksa. Mereka berhak menentukan kebahagiaan mereka sendiri.


Seperti kemarin, saat Cya menolak menikah dengan Arzan. Karena Cya tahu Arzan tidak ingin menikah dengannya. Maka Mom Cas juga tidak ingin memaksa Cya karena gadis itu tidak mau.


NEXT .......


BACA JUGA 🤗


__ADS_1


__ADS_2