
"Bohong?" tanya Brandon nampak tak paham.
Casy mengangguk dalam pelukannya.
"Aku cuma mau sedikit balas dendam sama Kakak karena waktu itu juga ngerjain aku" jelas Casy dengan lirih.
Mendengarnya, Brandon menghela nafas kemudian tersenyum. Ia melepaskan pelukan Casy padanya. Ditatapnya Casy yang sama sekali tak berani menatapnya.
"Maaf ya untuk waktu itu. Aku gak masalah kamu ngerjain aku kali ini. Aku takut kalau keinginan kamu tadi serius Sayang." Ujarnya dengan lembut.
Casy mengangkat wajahnya untuk menatap Brandon. Ia merasa tidak percaya dengan respon suaminya ini.
"Be beneran Kakak gak marah?" tanyanya tidak yakin. Karena yang tadi sempat ia lihat, Brandon benar-benar akan begitu murka.
"Kenapa harus marah? aku gak bisa marah sama kamu Sayang."
"Tapi jangan ulangi lagi ya hal-hal kayak gini. Takutnya malah membuat hubungan kita regang. Karena hilangnya rasa saling percaya." Jelasnya memberi Casy pengertian sekaligus peringatan.
"Iya Kak, maaf ya." Ucap Casy memelas.
”Iya Sayang." Jawab Brandon membawa Casy kembali ke pelukannya.
Kini mereka duduk berhadapan di sofa.
"Jadi gimana keputusan kamu yang sebenarnya?" tanya Brandon langsung to the point.
__ADS_1
Casy tersenyum menatap Brandon. Dibelainya pipi suaminya dengan lembut.
"Aku mau fokus mengurus Kakak, dan hanya fokus jadi istri Kakak."
Brandon ikut tersenyum mendengarnya. Tadi ia pikir, dengan Casy bersikap manis seperti itu hanya untuk merayunya. Jika Casy ingin meminta hal yang aneh-aneh.
Namun ternyata pemikirannya salah. Dia merasa berdebar-debar, Casy bersikap manis seperti ini padanya.
"Sweet banget sih. Kamu mau apa Sayang?" tanyanya menggoda. Ia genggam tangan Casy yang berada di pipinya.
Seketika Casy melepaskan tangannya dari genggaman Brandon.
"Apaan sih Kak, aku tulus ini ngomongnya. Bukan karena minta apa-apa." Ujarnya dengan kesal.
"Iya iya percaya" ucap Brandon dengan kekehan. Yang membuat Casy bertambah kesal.
Namun Casy tetap kekeh untuk tidak melanjutkan kuliah S3. Baginya sudah cukup sampai S2 saja. Lagipula ia benar-benar ingin fokus pada rumah tangganya. Jangan sampai semuanya berantakan jika ia sibuk sendiri dengan urusan kuliahnya.
💐💐💐
Keesokan paginya, semua telah bersiap-siap untuk jalan-jalan ke kebun teh. Untuk menikmati udara segar yang ada di sana. Karena tempatnya tidak terlalu jauh, mereka memutuskan untuk menyewa sepeda yang disediakan di sana.
Dengan formasi masing-masing bersama pasangan, mereka semua terlihat nampak manis dan romantis. Tak lupa Kiren juga diajak dan diapit di tengah-tengah Carrel dan Naya.
Mereka mengendarai sepeda beriringan menyusuri sepanjang kebun teh yang begitu luas. Udaranya yang sejuk menambah kesan segar dan sehat untuk nikmat pernapasan.
__ADS_1
"Kak, kamu kan pernah masuk pesantren lumayan lama. Berarti sedikit-banyak Kakak banyak paham kan tentang urusan agama?." Tanya Casy.
Disela-sela perjalanan mereka yang menyenangkan, Casy mengajak Brandon untuk berbincang-bincang ringan.
"In Syaa Allah Sayang. Emang kenapa? kamu bukannya juga belajar agama sama Kak Naya?." tanya Brandon balik.
"Iya Kak, tapi gak sampai sedetail-detailnya banget. Aku mau nanya sesuatu soalnya." Ujar Casy.
"Tanya apa Sayang? kenapa baru sekarang nanyanya?" tanya Brandon nampak penasaran.
"Karena aku baru inget Kak. Kemarin-kemarin aku benar-benar lupa." Jelasnya pada Brandon.
"Oh, jadi mau tanya apa?" ucap Brandon.
"Gini Kak, kan Allah itu maha penyayang. Semua hamba disayang sama Allah, kekuasaan Allah juga begitu besar dan luaskan Kak?" ujar Casy.
"Iya, terus?" ucap Brandon.
"Jadi kalau memang seperti itu, Allah Maha Kuasa melakukan segala hal juga Maha Penyanyang. Kenapa gak semua orang Allah jadiin muslim? Biar semua manusia bisa masuk golongan orang-orang yang beriman." jelas Casy mengutarakan pertanyaannya.
Brandon tersenyum mendengar pertanyaan dari Casy. Dulu ia juga pernah berfikir seperti itu.
"Kalau menurut kamu kenapa, Sayang?" ucap Brandon balik bertanya.
"Gak tau Kak, makanya aku nanya." ujarnya.
__ADS_1
NEXT .......