
Mendengar suara dari samping tempat duduknya, Cya menoleh ke sumber suara.
Seorang pria tampan yang tengah tersenyum manis kepadanya kala ia menoleh padanya.
"Gue Vino" ujarnya dengan mengulurkan tangannya pada Cya.
Cya tak segan membalas uluran tangan pria yang baru ia tahu namanya dengan tersenyum tipis, "gue Cya".
"Lo anak baru? gue belum pernah lihat lo sebelumnya" Lanjut Cya yang merasa penasaran dengan Vino.
Ia merasa asing dengan wajah Vino. Meskipun dirinya tidak mengenal seluruh mahasiswa di kampusnya.
Namun ia lumayan hafal dengan wajah-wajah mahasiswa sekampusnya. Sedangkan Vino, ia benar-benar merasa asing.
"That right, lo cantik" masih dengan tersenyum manis Vino menjawab rasa penasaran Cya dan memujinya.
Tak dapat dipungkiri ia merasa terpesona pada Cya. Cya tampak manis dan menawan di matanya.
"Thanks.." Cya tersipu malu kala mendengar Vino memuji dirinya. "Pantesan gue gak pernah ngeliat lo" tambahnya kala ia berhasil meredam rasa malunya.
Percakapan mereka harus terhenti kala dosen yang mengajar mata kuliah sudah memasuki kelas.
__ADS_1
Setelah beberapa waktu berlalu, jam kuliah mereka telah selesai.
"Lo ada kegiatan habis ini?" Vino mengutarakan pertanyaan.
Ia yang memiliki rasa ketertarikan kepada Cya merasa ingin terus dekat dengan wanita cantik itu.
Cya tidak tabu lagi dengan basa-basi yang Vino utarakan. Ia cukup paham dengan maksud dan tujuan Vino menanyakan hal tersebut.
Karena ia berencana membuka hatinya untuk orang lain dan bertekad melupakan Az, ia mencoba berusaha welcome pada Vino.
Secara penilaian awal, Cya merasa Vino adalah pria yang cukup baik. Entah faktanya benar atau tidak, iya akan memikirkan hal itu nanti.
"Enggak, kenapa Vin?" iya menjawab pertanyaan Vino dengan santai.
Cya tersenyum tipis mendengar ajakan Vino. Benar apa yang dalam pikirannya, Vino memang ingin dekat dengan dirinya.
"Boleh" jawab Cya dengan tersenyum manis pada Vino.
Ia benar-benar ingin membuka hatinya pada Vino. Tidak ingin lagi terjebak pada cinta sebelah pihak yang selama ini ia alami.
Mendengar jawaban Cya yang menyetujui ajakannya dengan tersenyum, membuat Vino merasa senang. Hatinya berdebar setiap kali melihat senyuman manis Cya.
__ADS_1
Akhirnya mereka memutuskan untuk ke kafe pilihan Vino. Rupanya Kafe Flores milik Fanya.
Vino Bastian Erland, pria tampan yang berusia sama dengan Cya. Ia merupakan mahasiswa pindahan dari Jepang.
Ia merupakan anak salah satu pengusaha ternama di Indonesia. Ia pindah dari Jepang karena diminta oleh kedua orangtuanya.
"Lo mau makan apa Cy" tanyanya kepada wanita cantik di depannya itu.
Setiap kali melihat Cya, ia selalu merasa terpana. Baru kali ini ia benar-benar merasa terpesona pada seorang wanita.
"samain aja Vin, gue penyuka semua" candanya kepada Vino dengan terkekeh pelan.
Vino juga ikut tertawa mendengar candaan Cya. Ia semakin terpesona kala melihat Cya yang tengah tertawa.
Mereka menikmati makanan dengan penuh canda tawa, seolah mereka sudah akrab dan kenal lama. Mereka juga saling bertukar cerita dan pikiran.
Entah mengapa Cya merasa nyaman mengobrol dengan Vino. Seolah dunia tengah mendukung dirinya untuk melupakan seorang Az.
Dari banyaknya cerita yang Vino utarakan, dapat ia simpulkan Vino adalah pria baik agak bandel.
Vino juga menceritakan bagaimana ia dikirim ke Jepang sebagai hukuman dari orangtuanya karena ia telah melakukan sebuah kesalahan.
__ADS_1
NEXT .......