
Casy tersipu malu, hijabnya telah berhasil dibuka sepenuhnya oleh Brandon. Memperlihatkan rambut hitam indahnya yang sedikit bergelombang.
Brandon tersenyum melihatnya, kemudian tangannya terulur menyentuh pipi Casy dengan kedua tangannya. Jelas saja Casy bertambah malu.
"Kamu cantik sayang" pujinya menatap lekat Casy.
Casy yang semakin merona, hanya mampu memalingkan wajah menyembunyikan senyumannya. Menyadari kalau suaminya masih setia menatapnya, ia merasa tak nyaman sendiri.
"Kak, lepasin tangan kamu" tangannya bergerak berusaha memindahkan tangan Brandon yang bertengger di kedua pipinya.
Namun usahanya sia-sia saja, karena Brandon tak ingin sama sekali melepasnya.
"Tatap mata aku sayang" pintanya dengan lembut masih terus menatap Casy.
Casy tak dapat menolak apapun perkataan Brandon. Kala lelaki itu berucap dengan begitu lembut, dan memanggilnya dengan manis.
Mengarahkan pandangannya pada Brandon, Casy dapat melihat tatapan hangat penuh cinta dari suami di depannya itu.
Tatapan mereka saling terkunci dengan dalam. Brandon tersenyum, "Sayang, aku sangat mencintai kamu."
Lalu mendekatkan wajahnya pada Casy, mencium keningnya dalam dan lama. Seolah menyalurkan segala perasaan cinta di dalam hatinya.
Mendapati tindakan Brandon padanya, Casy memejamkan mata. Cukup lama, kecupan Brandon akhirnya terlepas. Kalau tadi ia memalingkan wajah karena malu, kini ia menunduk menyembunyikan rasa malunya.
Meski seminggu menjalani kehidupan pernikahan Brandon tak pernah absen memperlakukannya dengan romantis dan manis, tapi Casy tetap saja selalu merasa malu dan tersipu.
Merasa ucapan cintanya tak berbalas, tangan kanannya meraih dagu Casy. Mengangkat pelan wajah istrinya untuk menatap dirinya.
"Kamu gak cinta sama aku ehm?" tanyanya agak tajam.
Hanya dengan anggukan Casy menjawab pertanyaan suaminya. Brandon menurunkan tangannya dari dagu Casy. Merasa belum puas mendengar jawaban Casy, Brandon berusaha mengusiknya.
"Enggak cinta?" ucapnya.
"Jadi kamu gak cinta sama aku?" tanyanya.
Casy merasa kesal dibuatnya. Bukankah anggukan sudah cukup menjelaskannya?. Tapi suaminya ini, malah terus saja menggodanya. Tak tahukah, kalau dia teramat malu dalam situasi seperti ini.
Menatap lekat Brandon dengan wajah jengkelnya, Casy menjawab dengan tegas pertanyaan suaminya. "Aku sangat mencintai Kakak!" tegasnya dengan jengkel yang menggebu. Ekspresinya begitu lucu di mata Brandon.
Brandon sangat gemas melihatnya. Mendekatkan wajahnya lagi, bukanlah kening yang kini ia tuju melainkan sesuatu yang telah membalas ucapan cintanya.
__ADS_1
Menyadari tindakan Brandon, secara refleks Casy memejamkan mata.
skip
Nafasnya terengah-engah. Begitu juga wanita di depannya yang tampak sedang mengatur nafas. Setelah nafas mereka kembali teratur, mereka saling memandang.
Casy langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Brandon terkekeh melihat aksinya, dan langsung merengkuh tubuh istrinya untuk masuk dalam dekapannya.
"Jangan malu-malu gitu, ini belum apa-apa Sayang" ujarnya yang langsung mendapat cubitan dari Casy.
"Sakit sayang, kamu durhaka kalau jahatin suami" ucapnya dengan terkekeh.
"Kak, udah dong jangan godain aku terus" sebalnya pada Brandon.
Brandon sontak tertawa, "iya iya udah. Udah puas juga aku godain kamu dari tadi" ucapnya masih saja tertawa.
"Ya udah aku mau tidur" ujarnya masih dengan perasaan kesal. Ia membalikkan tubuh, membelakanginya Brandon.
"Sayang, dosa kalau tidur membelakangi suami seperti itu" ucapnya memperingati.
Casy pun membalikkan tubuhnya kembali menghadap Brandon. "Iya Kak, maaf"
Casy membenamkan wajahnya di dada Brandon, mendongak kala mendengar pertanyaan suaminya.
"Sayang, kamu masih belum siap?" tanyanya dengan lembut.
Casy paham kemana arah pembicaraan suaminya ini. Ia merasa bersalah, ia tahu ini kewajibannya.
"Emm Kak, kalau kakak memang meminta sekarang aku akan bersedia. Bagaimanapun itu kewajiban aku sebagai istrikan." ucapnya dengan pelan.
Memang ada keraguan dalam hatinya, tapi ia harus meyakinkan diri. Dari pada dosa melanggar perintah suami. Dan Brandon sangat memahami bagaimana watak istrinya. Ia juga tidak ingin memaksakan kehendak demi egonya, tanpa peduli kenyamanan Casy.
"Aku gak akan maksa kamu, kalau memang kamu belum mau" ujarnya tersenyum.
"Tapi Kak ... " ucapannya terpotong.
"Aku mencintai kamu, aku akan selalu sabar menunggu kebersediaan kamu."
Casy terharu, ia mengeratkan pelukannya pada Brandon. "Makasih Kak. Maafin aku yang belum bisa jadi istri seutuhnya" ungkapnya merasa bersalah.
"Iya Sayang, gak papa" ujar Brandon mengecup pucuk rambut Casy.
__ADS_1
💐💐💐
"Ini masakan kamu Sayang?" Brandon nampak tak percaya pada hidangan yang tersaji di depannya.
"Iya Kak, ayo cobain dulu" Titahnya.
Brandon menerima suapan dari tangan Casy. Dan ia merasakan kelezatan yang begitu memanjakan lidahnya.
"Enak?" Casy penasaran pada penilaian suaminya.
Brandon mengangguk antusias, memang sangat lezat masakan istrinya ini.
"Ini beneran kamu yang masak Sayang?"
Tampaknya, Brandon masih belum percaya kalau itu masakan Casy.
"Beneran Kak, ini masakan aku" ucapnya meyakinkan.
Brandon langsung memeluk Casy dan mencium keningnya berkali-kali. Ia merasa bangga pada istrinya itu.
Meski Casy tak bisa memasak pun ia akan selalu bangga pada istrinya itu, apalagi kalau Casy bisa menyenangkan lidahnya juga seperti ini. Rasa cintanya semakin bertambah besar pada Casy.
Hari ini Brandon dan Casy sedang makan siang di kantor Brandon. Casy yang juga sudah mulai masuk kantor, menyempatkan diri untuk memasak makan siang untuk mereka berdua di rumah. Kemudian ia menuju kantor Brandon untuk makan siang bersama suaminya itu.
Brandon yang tak mengetahui Casy akan datang ke kantornya, merasa sangat bahagia diberi kejutan oleh istrinya. Apalagi, ternyata Casy membawakan makan siang masakan tangan Casy sendiri.
Dan ini pertama kalinya ia memakan masakan Casy. Selama ini, ia tak pernah tahu kalau istrinya bisa memasak. Ia tahu seberapa sibuk Casy dalam menempuh pendidikan sampai melanjutkan memimpin perusahaan Mama. Tak jauh berbeda dengan dirinya, yang juga begitu sibuk kuliah dan mengurus pekerjaan. Apalagi sebagai seorang pemimpin.
Hal itu membuat ia berfikir, kemungkinan kecil Casy memiliki waktu untuk sekedar berkutat di dapur. Namun nampaknya, fakta yang tertampak jauh berbeda dari pikirannya.
"Bahagia banget sih, aku bisa masak" ucap Casy menggoda Brandon.
"Pasti bahagia Sayang, ternyata aku dapat paket komplit ... Perfect" ujarnya terkekeh.
"Aku juga, dapat paket komplit dan perfect. Baik, Sholeh, pengertian, penyanyang, cerdas, ehm ... ?" tampak Casy berfikir untuk melanjutkan nilai plus yang Brandon miliki.
"Tampan Sayang" ujarnya percaya diri.
Casy tertawa dengan kepercayaan diri Brandon. Memang, suaminya itu sangat tampan. Tapi kenapa narsis begitu. ia hanya bisa tertawa.
NEXT.......
__ADS_1