
Waktu berjalan begitu cepat dan singkat. Tak terasa sudah hampir setahun mereka tinggal di negeri orang. Seperti apa yang dijanjikan oleh Brandon, Casy tidak pernah merasakan yang namanya kurang perhatian.
Brandon masih sama seperti Brandon yang selalu manis dan memanjakannya. Ia selalu berusaha meluangkan waktu untuk istri tercintanya. Brandon takut Casy akan merasa kesepian atau bersedih, jika Brandon sampai mengabaikannya. Maka dari itu, ia selalu berusaha membagi waktu nya dengan baik.
Selama ini, hampir setiap hari Casy melakukan video call dengan Mama Papanya ataupun Naya. Mereka senantiasa bertukar kabar dan tentunya mengobati rindu. Selain itu, seperti apa yang telah direncanakan Casy. Ia setiap hari mengurus rumah, memasak, dan melayani setiap kebutuhan suaminya.
Casy selalu merasa bahagia melakukan hal-hal itu. Selain karena baktinya kepada Brandon, ia juga merasa memiliki aktivitas yang bernilai bagi perkembangan dirinya. Dan tentunya mendapatkan pahala juga.
๐๐๐
Sebagaimana hari-hari sebelumnya, setelah selesai dengan pekerjaan rumah, Casy akan melakukan video call dengan Mama Papanya.
Tampak Casy sedang melakukan video call dengan Mama. Cukup lama mereka saling mengobrol dan melepas rindu. Setelah hampir 2 jam, akhirnya panggilan video itu pun berakhir.
__ADS_1
Casy bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam kamarnya. Ia tengah bersiap-siap karena akan pergi. Karena bahan persediaan memasak telah habis, jadilah ia memutuskan untuk pergi berbelanja bahan-bahan yang ia butuhkan.
Kali ini ia tidak akan pergi sendiri. Ini adalah bukan pertama kalinya ia pergi ke luar rumah. Dan selalu ada seseorang yang akan menemaninya. Seperti biasanya, Casy akan pergi bersama salah satu Art. Mereka memiliki 3 Art yang tinggal bersama mereka.
Sebenarnya tujuan Brandon menempatkan banyak art, bukan takut Casy kelelahan. Karena Brandon tahu, sebenarnya satu Art pun sudah cukup bagi Casy. Namun ia tetap kekeh menempatkan tiga art, bertujuan untuk menemani Casy. Dan ketiga-tiganya orang Indonesia. Dua diantaranya adalah art rumah mereka di Indonesia.
Brandon yang menyadari tidak akan bisa 24 jam bersama istrinya, merasa cemas bila Casy akan merasa kesepian. Brandon tidak ingin Casy merasa sedih sedikitpun.
Sebelum berangkat, Casy tak akan lupa untuk izin kepada Brandon. Meski tadi pagi ia sudah mengatakan pada suaminya itu, tapi Brandon masih meminta Casy untuk menghubungi nya. Untuk menginformasikan jadi atau tidaknya.
๐Sayang
"Kak, aku jadi belanja. Ini baru berangkat sama Mirta"
__ADS_1
Terlihat Brandon mengetikkan balasan pesan untuk istri tercintanya. Mendengar suara yang berasal dari ponselnya. Casy tahu itu pesan balasan dari suaminya. Ia tersenyum membaca ketikan tangan suaminya.
๐ Husband
"Iya Sayang. Nanti jangan pulang dulu ya, aku jemput kesana. Miss you๐."
๐Sayang
"Miss you too my husband ๐ฅฐ"
Balasnya pada pesan Brandon. Brandon tersenyum sumringah dengan balasan pesan Casy. Hanya dengan hal-hal sederhana, mampu membuat mereka merasa bahagia dan berbunga-bunga.
Kini Casy terlihat sedang memilih beberapa sayuran. Setelah beberapa menit sampai ke tujuan, Casy langsung berhambur menuju sayur-sayuran. Berbeda dengan Casy, Mirta langsung menuju ke tempat bumbu dan bahan lainnya. Meski berbeda, namun mereka dalam satu lingkup tempat. Tepatnya dari ruangan.
__ADS_1
Setelah beberapa menit memilih hal-hal yang mereka butuhkan. Selanjutnya mereka ke kasir dan melakukan pembayaran. Karena akan menunggu Brandon, mereka memutuskan untuk salah satu kafe di area sekitar. Tak lupa mereka memesan makan dan minum. Ternyata mereka merasa lapar.
NEXT .......