Our Journey

Our Journey
Rutinitas Baru


__ADS_3

"Kita akan menunda bulan madu Ma" Brandon menjawab pertanyaan Mama dengan melirik pada Casy.


Mama mengangguk atas jawaban Brandon. Mama memahami alasan dibalik itu, ia sangat mengenal bagaimana Casy.


Semua orang nampak juga memaklumi pasangan baru itu. Terkecuali Carrel yang nampak bertanya-tanya.


"Memang kamu ngambil cuti berapa hari Bran, sampai harus menundanya?" Carrel akhirnya mengutarakan rasa penasarannya.


"Seminggu Kak" dengan santainya, Brandon menjawab pertanyaan kakaknya.


Carrel masih ingin bertanya. Ketika hendak bersuara, tangan Naya menghentikan aksinya. Memberikan lirikan pada suaminya, Naya berusaha menjelaskan situasi yang sebenarnya.


Tak tahukah suaminya ini, kalau Casy dan Brandon merasa kurang nyaman dengan pembahasan yang terlalu pribadi ini. Naya paham pasangan baru itu, pastilah belum menikmati hal yang biasa suami istri lakukan.


💐💐💐


"Mama sama Papa pulang ya sayang. Jadi istri yang baik ya" pamitnya dengan memeluk Casy. "Titip anak Mama ya Bran, jagain dan sayangi dia" pinta Mama pada Brandon.


Kemudian dilanjutkan dengan Papa, Carrel, dan Naya untuk berpamitan kepada pasangan baru itu. "Papa Mama pulang ya, Assalamualaikum" pamit Papa dan Mama dari dalam mobil dan melambaikan tangan. Melajulah mobil mereka meninggalkan kediaman Brandon dan Casy.


"Walaikumsallam" ucap mereka berdua.


"Kakak pulang ya. Jangan berantem. Harus akur terus" nasehat Naya diiringi candaan. "Assalamualaikum" mereka pun meninggalkan rumah Brandon dan Casy.


"Walaikumsallam" jawab mereka pada kedua kakaknya.


Setelah kepergian mereka, Brandon mengajak Casy kembali ke kamar. Casy merapikan barang-barangnya untuk disusun di kamar Brandon.


Brandon tersenyum memperhatikan kegiatan istrinya itu. Ia masih belum percaya, kini gadis di depannya ini benar-benar telah menjadi miliknya. Ia tak henti-hentinya mengucap syukur atas takdir ini.


Merasa diperhatikan, Casy menoleh pada Brandon. Ia merasa malu dipandangi Brandon seperti itu. Karena kegiatannya telah selesai, ia pun beranjak mendekat dan duduk di samping Brandon.


"Kakak ngapai liatin aku kayak gitu?" tanyanya tanpa berani menatap Brandon yang kini sedang menatapnya.


Brandon tersenyum, ia tahu Casy sedang tersipu karena terus ia tatap. Mengulurkan tangannya, Brandon meraih dagu Casy dan mengarahkan wajahnya untuk menatap dirinya.


"Tatap aku sayang" pintanya pada Casy. Karena Casy tetap saja mengalihkan pandangannya dari tadi, meski wajahnya telah menghadap ke arah Brandon.

__ADS_1


Perlahan Casy mengarahkan matanya pada Brandon. Ia dapat melihat bola mata hitam milik Brandon yang tak beralih sedikitpun untuk menatap dirinya.


Merekapun saling bertatapan. Brandon meraih tangan Casy dua-duanya, dibawanya ke bibir untuk dikecupnya. "Aku kagum sama kamu, bersyukur punya kamu" dengan penuh perasaan ia mengutarakan isi dalam hatinya.


Casy merasa terharu, ia tersenyum "aku juga bersyukur punya Kakak, aku juga kagum sama suami aku ini" membawa tangan kanan Brandon untuk dikecupnya.


💐💐💐


Sudah seminggu Casy menjalani rutinitas nya sebagai istri Brandon. Sampai detik ini, ia selalu merasa bahagia hidup berdampingan dengan suaminya itu. Semoga selamanya ia akan terus bahagia bersama Brandon.


"Sayang aku berangkat ya" ucapnya mengecup kening Casy, setelah Casy mengecup tangannya.


"Assalamualaikum" Brandon pun berangkat ke kantornya.


"Walaikumsallam"


Casy yang lebih lama mengambil cuti, masih menikmati waktunya di rumah. Selama seminggu ini, mereka sudah mendiskusikan tentang perkejaan Casy.


Casy maupun Brandon tidak mau, kisah kelam Casy akan terjadi dalam kehidupan rumah tangga mereka. Mereka tidak ingin anak mereka bernasib sama seperti Casy dulu, karena orangtua yang terlalu sibuk mengurus pekerjaan. Akhirnya mengakibatkan anak kurang kasih sayang.


Maka dari itu, kini Brandon masih mengizinkan Casy untuk bekerja. Namun setelah nanti mereka memiliki seorang anak, Casy harus benar-benar berhenti bekerja. Urusan kantor biarlah diurus oleh tangan kanannya, Casy hanya cukup mengontrol dari rumah.


Sore hari ...


Sambil menunggu kepulangan Brandon, Casy memilih pergi ke taman untuk menikmati bunga-bunga yang indah. Mendudukkan diri di ayunan, Casy menikmati udara senja ditemani bunga-bunga nan indah.


Tak berselang lama, tiba-tiba ia merasa tubuhnya direngkuh seseorang dari belakang. Tanpa menoleh, ia bisa menebak siapa yang melakukannya. Dari aroma yang ia tangkap, ia sangat mengenali pelaku yang saat ini sedang memeluknya erat.


"Assalamualaikum Sayang" sapanya dengan lembut masih memeluk Casy.


Tersenyum, Casy menggenggam tangan Brandon dan menariknya untuk dikecup. "Walaikumsallam Kak"


Brandon ikut mendudukkan dirinya di samping Casy. Membawa Casy untuk merebahkan diri di pundaknya.


"Kamu di sini lagi nungguin aku?" tanya Brandon menebak. Casy menggaguk mengiyakan, ini memang kegiatan barunya setelah Brandon masuk kerja.


Brandon tersenyum, dibawanya Casy dalam dekapan hangatnya. Rasanya ia begitu merindukan istrinya itu, padahal hanya beberapa jam mereka tidak bertemu.

__ADS_1


Karena selama seminggu ini mereka hanya menikmati waktu berdua dengan bersantai ria, membuat Brandon merasakan hampa jauh sebentar saja dengan Casy. Begitu pula dengan Casy, ia juga merindukan Brandon.


Sepertinya mulai detik ini, mereka akan selalu diuji rindu karena harus berpisah sekejap untuk bekerja. Apalagi Casy juga akan masuk kerja mulai lusa.


Brandon memeluk Casy dengan erat, "aku merindukan kamu, Sayang" ungkapnya mencurahkan isi hati.


Ikut mengeratkan pelukannya, "aku juga rindu sama Kakak" terang Casy dengan lugasnya.


Brandon tersenyum tipis, rupanya rindunya berbalas. Istrinya juga merindukan dirinya. Mereka melanjutkan perbincangan hangat mereka dengan di temani indahnya senja.


Malam hari ...


Brandon sudah terlihat segar setelah Mandi. Kini mereka terlihat sedang menikmati makan malam.


Terlihat Brandon menyuapi Casy, meski Casy terlihat canggung dan malu-malu. Bagaimana tidak, jika ada art yang berada di sekitar mereka. Jelas saja, Casy malu dilihat orang kala bermesraan dengan Brandon.


"Kak udah, kamu makan juga" pintanya untuk mengakhiri acara drama mereka itu. Tapi, nampaknya permintaan Casy malah membuat drama mereka makin lama. Brandon menarik tangan Casy untuk balik menyuapinya.


"Ayo sayang, suapin aku juga" pintanya dengan memasang wajah memelas. Casy jelas tak tega melihat rautnya itu, disuapinya suami tercinta nya itu dengan lembut. Mereka pun nampak saling menyuapi.


Art yang sedang memperhatikan mereka berdua secara diam-diam, mengulas senyum. Ia turut bahagia melihat kebahagiaan kedua pasangan baru itu.


Waktupun berlalu, kini telah masuk waktunya isya'. Nampak Casy sedang shalat diimami oleh Brandon. Terlihat mereka begitu hikmat dan khusyuk.


"Sayang, kenapa kamu masih pakai hijab saat tidur?" tanyanya kala telah merebahkan diri bersama Casy di ranjang.


Memang setelah menikah, Casy belum sama sekali memperlihatkan keindahan rambut hitamnya kepada suaminya itu. Dia belum terbiasa membuka hijab di depan Brandon.


"Aku masih belum terbiasa Kak"


Brandon memaklumi, namun ia harus membiasakan Casy untuk melakukan hal itu.


"Kamu harus terbiasa Sayang, aku suami kamu. Jadi halal buat aku melihat segala keindahan yang ada dalam diri kamu" terangnya pada Casy.


Casy merona mendengar ucapan Brandon. "Iya Kak, maaf."


"Aku yang buka ya?." Mendapat anggukan dari Casy, Brandon pun membuka hijab Casy dengan lembut dan perlahan.

__ADS_1


NEXT.......


__ADS_2