Our Journey

Our Journey
Perjumpaan Pertama


__ADS_3

Tampak seorang pria terlihat tergesa-gesa. Sehingga tanpa dia sadari, ia tak sengaja menabrak seseorang.


Brak ...


Pria itu adalah Arzan yang sedang terburu-buru karena telah ditunggu oleh adiknya di rumah untuk pergi ke rumah Oma & Opa mereka. Arzan membantu Membererkan buku yang berjatuhan di tanah. Yang rupanya dibawa oleh seorang wanita di depannya yang baru saja ia tabrak. Arzan memberikan buku itu pada wanita di depannya.


"Sorry ya gue gak sengaja. Dan ini buku lo"


Tanpa menunggu jawaban, Arzan bergegas pergi untuk pulang.


Sedangkan gadis yang baru saja la tabrak tampak menatap ke arahnya sampai tubuhnya tak terlihat lagi. Tampak terukir senyum dibibir sang wanita. la merasa senang dapat berinteraksi dengan pria idamannya, meski hanya sekejap saja.


"Arzan" gumamnya dengan masih tersenyum


Hampir dua tahun lamanya, ia memendam rasa kepada pria itu. Namun ia tak pernah sekalipun berani mendekat ataupun menyapa.


Dia merasa rendah, ketika melihat Arzan. Ia paham betul kalau arzan adalah keturunan keluarga kelas atas.


Sedangkan dirinya hanya yatim piatu yang tinggal mengontrak. Ia bekerja di salah satu Kafe milik Rino & Mita untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. la biasa dipanggil Cya, Racya floreza.


Sudah dua tahun menyukai Arzan, namun tak pernah sekalipun mereka saling berinteraksi. Meski mereka berada di kampus yang sama, namun jurusan mereka berbeda.

__ADS_1


Jika Arzan mengambil jurusan bisnis sesuai perintah Brandon. Cya mengambil jurusan desainer. Ia ingin menjadi seorang desainer yang mana la sangat gemar dengan dunia fashion.


Cya sangat menyadari untuk menyukai Arzan jelas banyak saingannya. Namun yang selalu membuat la semangat dan bertahan, tak pernah sekalipun ia melihat Arzan bersama seorang wanita. Membuat ia yakin, Arzan tidak memiliki seorang pacar ataupun teman dekat wanita.


Meski ia selalu mengkhayal kelak dimasa depan dapat bersama Arzan, ia tak pernah berharap hal itu menjadi nyata. Sebab Arzan dan dirinya terlalu jauh. Selama ini pun, Arzan tak pernah melirik ia sekalipun. Bahkan mungkin Arzan tidak tahu jika ada seorang wanita sepertinya di kampus mereka.


💐💐💐


Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun datang. Caca yang sangat kesal langsung mengomeli kakaknya.


"Kakak tuh lama banget sih, udah jamuran aku nunggunya"


"Daripada ngomel-ngomel gak jelas, mending kita berangkat sebelum acaranya dimulai" ujar Arzan mengajak berangkat.


"Kakak udah mandi, udah wangi nih" la mendekatkan diri ke caca.


Memang terciumnya hanya bau parfum Arzan. Tapikan kakaknya baru sampai, lalu bagaimana maksudnya. Arzan yang paham kebingungan Caca pun menjelaskan.


"Kakak mampir ke kantor Daddy tadi"


Arzan memang telah ikut bekerja di Perusahaan Brandon setelah lulus sma. la bekerja sebagai asisten Daddy nya sehingga ia memiliki ruangan khusus yang berisi kamar mandi dan banyak keperluan & perlengkapannya.

__ADS_1


"Pantesan lama" sungut Caca yang masih tampak kesal


Akhirnya mereka berdua berangkat ke rumah Opa Oma. Sesampainya disana, mereka semua tampak menikmati acara keluarga itu. Tak hanya anggota keluarga mereka saja, rupanya Rino, dan Mita, dan Fanya anaknya ikut menghadiri.


Terlihat Fanya mendekat ke arah Arzan dan Caca berada.


"Hai Az Ca " sapanya


"Kak Fanya"


"Makin cantik aja" Caca memuji


"Hai Fan" Balas Arzan.


Mereka berlanjut mengobrol bertiga, tampak mereka begitu akrab dan seru. Tampa sepengetahuan siapa pun selama ini Arzan mengagurni sosok Fanya yang cantik, berani, cerdas, dan sholeha.


Memang benar yang dikatakan Caca, malam ini Fanya terlihat lebih cantik dari biasanya dengan jilbab senantiasa mengulur indah di tubuhnya. Meskipun begitu, Arzan stay cool untuk seolah-olah tak menyadarinya.


la yang sangat dilarang pacaran oleh Brandon & Cassy senantiasa menjaga amanat keduanya sampai saat ini. la berfikir akan menjadikan Fanya wanita masa depan saat ia telah mapan & sukses.


Setelah beberapa waktu, acara pun selesai. Mereka semua kembali ke kediaman masing-masing.

__ADS_1


NEXT .......


__ADS_2