
Namun seger ia tepis perasaan yang mengganjal di hatinya. Arzan pernah membuat kesalahan padanya, jadi wajar jika saat ini ia perlu menguji kesabarannya. Atau mungkin sedikit memberi pelajaran atas sikap Az dulu padanya.
Mungkin ini terdengar begitu buruk dan kejam, namun hatinya sejujurnya masih ada rasa sakit atas sikap Az dulu. Jadi izinkan dia sebentar saja membalas rasa sakitnya sejenak.
Sebagaimana yang Az perintahkan, ia menunggu Arzan di mobil dengan asik berbalas pesan dengan Vino yang masih dirawat di rumah sakit. Nampaknya pria itu kini sudah mendingan, lusa sudah bisa ikut kelas katanya.
Setelah beberapa menit, Arzan akhirnya selesai kelas dan menuju parkiran. Rupanya Cya telah menunggunya sesuai perkataannya tadi pada gadis itu. Ia tersenyum melihat Cya yang juga tersenyum melihatnya.
"Sorry kalau lama." Ujarnya nampak menyesal.
Ia sudah tidak ingin mempermasalahkan kejadian pagi tadi. Perasaannya pada Cya mampu menghapus segala sakit yang mungkin tanpa Cya sadari telah melukainya. Az mencoba memahami itu.
"It's ok" jawab Cya dengan tersenyum kecil. Ia tidak mempermasalahkan kalau Arzan lama.
__ADS_1
Mereka akhirnya keluar dari area kampus. Arzan mengajak Cya makan di sebuah kafe favorit anak muda. Mereka menikmati makanan dengan hikmat disertai obrolan-obrolan santai dan ringan.
"Setelah ini mau kemana Cy?" tanya Arzan yang akan mengantar Cya kemana tujuan gadis itu setelah ini.
"Ke rumah sakit dulu ya Az, sebelum pulang. Gue mau jengukin Vino" terang Cya mengatakan rencananya.
Arzan menghela nafas berat, namun ia berusaha menetralkan gemuruh di hatinya. Ia akan belajar mengerti dengan hubungan persahabatan mereka.
Meski Vino mencoba berniat buruk pada hubungan mereka, namun Arzan akan berusaha sabar menghadapi segala rencana busuk yang akan Vino lakukan.
"Kenapa gak barengan Aja Cy? Gue anterin Vino baleknya. Jadi kita pulang bertiga" Arzan nampak tidak rela, Cya begitu perhatian dengan saingannya yang sayangnya juga adalah sahabat gadisnya.
"Az, lo kan ada kerjaan tadi harus ke kantor. Gue gak mau lo teledor gitu. Gue gak papa nanti sama Vino." Bujuk Cya berusaha meyakinkan Arzan.
__ADS_1
Akhirnya Arzan mengalah dan pulang dengan hati kesal dan dongkol. Sejujurnya ia tak rela Cya pulang bersama Vino dan berdua-duaan.
💐💐💐
Satu bulan berlalu ...
Setelah cukup Dad Brand dan Mom Cas menemani Caca di luar negeri. Kini mereka berdua memutuskan pulang ke tanah air. Meninggalkan Caca bersama kedua orangtuanya untuk menemani cucu mereka itu.
Akhirnya Arzan tidak lagi merasa kesepian karena Daddy dan Mommynya telah pulang ke rumah. Tidak dipungkiri ia merindukan kedua orangtuanya itu. Tanpa segan ia memeluk Daddy dan Mommynya.
"Tumben kamu gak malu-malu Az, pake peluk-peluk segala." Ujar Mom Cas meledak putra tampannya itu. Dan hanya ditanggapi Arzan dengan memutar mata malas.
Malam harinya, Mom Cas membuka oleh-oleh yang ia bawa dari sana. Ia membagi semua sama rata untuk dibagikan kepada teman-temannya.
__ADS_1
"Az, ini besok kamu kasih ke Tante Mita ya. Kalau yang ini untuk Fanya, nanti kasih ke Fanya aja ...eh besok Mommy aja deh yang ngasih. Kamu anterin Mommy ya Az." Titahnya kepada Arzan dan diangguki oleh Arzan dengan patuh.
NEXT .......