Pada Akhirnya Aku Menyerah

Pada Akhirnya Aku Menyerah
INSTING DANESHA


__ADS_3

Pagi ini Danesha jalan jalan ke taman kota dekat rumahnya. Ia merasa suntuk karena di tinggal Leon keluar kota selama tiga hari.


Danesha mengerutkan keningnya saat melihat anak kecil yang sedang menangis karena di marahi oleh ibunya.


" Aku lapar Ma, hiks... " Isaknya.


" Kamu jangan menangis! Kamu tahu kan kalau Mama tidak punya uang, lalu bagaimana Mama bisa membelikan makanan untukmu hah!" Ucap wanita itu dengan nada tinggi.


Danesha mendekati keduanya.


" Hai adik kecil." Ucap Danesha menunduk di depan anak kecil itu.


" Tante siapa?" Tanya anak itu menatap Danesha.


" Aku Danesha, siapa namamu?" Tanya Danesha.


" Leo." Sahutnya.


" Mau Tante belikan makanan?" Tawar Danesha.


Leo menatap mamanya.


" Hai kenalkan aku Danesha." Ucap Danesha.


" Aku Clarissa, panggil saja Risa." Sahut wanita itu.


Danesha menatap dua koper besar di samping Risa.


" Kau...


" Aku di pecat dari pekerjaanku karena perusahaan tahu jika aku punya anak." Ucap Risa seolah tahu apa yang hendak Danesha tanyakan.


" Memangnya kenapa kalau punya anak? Bukankah setiap pernikahan mengharapkan seorang anak?" Ujar Danesha.


" Aku belum menikah, Leo hadir karena sebuah kesalahan." Sahut Risa.


Danesha mengerutkan keningnya menatap Risa.


" Aku pernah merasa frustasi menghadapi hidupku. Saat itu aku memutuskan untuk bermain ke club malam. Di sana aku dekat dengan seorang pria tampan. Dan malam itu kami melakukan one night stand hingga menghadirkan Leo ke dunia ini." Ujar Risa.


" Kau tidak meminta pertanggung jawaban darinya?" Tanya Danesha.


" Aku pikir saat itu aku bisa mengurus putraku sendiri. Saat aku tahu aku hamil, aku pergi ke kota B. Aku bekerja di cafe sampai aku melahirkan Leo, setelah melahirkan aku melamar pekerjaan di sebuah perusahaan kecil. Dan aku bekerja di sana selama tujuh tahun, sampai kemarin perusahaan tahu jika aku memiliki anak di luar nikah. Mereka memecatku dan membacklist namaku sehingga aku tidak bisa bekerja di manapun. Setelah itu aku baru menyadari ternyata aku tidak bisa mengurus putraku sendiri. Mau mencarinya tapi aku tidak tahu dimana dia sekarang." Ujar Risa.


Risa menatap Danesha.

__ADS_1


" Apa kau punya pekerjaan untukku? Apa saja Danesha, bahkan aku siap jadi pelayananmu asalkan aku punya pekerjaan. Aku sangat membutuhkan uang untuk menghidupi anakku. Aku mohon Danesha berikan aku pekerjaan. Tenang saja! Aku bisa memasak, mencuci baju dan piring, beres beres rumah. Pokoknya aku bisa semuanya." Ucap Risa mengatupkan kedua tangannya.


" Pelayan?" Gumam Danesha sedikit berpikir.


" Iya." Sahut Risa.


" Aku memang membutuhkan pelayan sih di rumah, apalagi perutku semakin membesar. Aku tidak akan sanggup mengurus pekerjaan sendirian. Pelayan sebelumnya sudah berhenti bekerja. Tidak masalah kan kalau aku menjadikannya pelayan di rumah. Tapi bagaimana dengan mas Leon? Mas Leon mantan casanova, kalau lihat wanita cantik gini nanti dia tertarik lagi. Tapi aku kasihan sama dia, ya udah lah nggak apa apa. Hitung hitung aku menolongnya. Aku percaya sama mas Leon. Aku yakin hatinya tidak akan conding kepada wanita lain, apalagi akan ada anak di antara kami." Ujar Danesha dalam hati.


" Bagaimana Danesha? Apa kamu bisa memberikan aku pekerjaan?" Tanya Risa penuh harap.


" Aku akan membantumu dengan memberikan pekerjaan sebagai asisten rumah tanggaku, tapi aku harap kau juga mencari pekerjaan lainnya. Karena aku tidak bisa lama lama memperkerjakanmu." Ucap Danesha.


" Tidak masalah Danesha, aku sangat berterima kasih padamu. Sambil menunggu aku dapat pekerjaan lain, aku akan menjadi asisten rumah tanggamu. Sekali lagi Terima kasih." Ucap Risa.


Danesha menganggukkan kepalanya.


" Ayo kita ke rumahku, aku akan memberikan makanan untuk kalian berdua." Ucap Danesha.


" Baiklah, ayo sayang." Risa menggandeng tangan Leo.


Mereka bertiga berjalan menuju ke rumah Danesha. Sampai di sana Danesha menjamu keduanya dengan baik.


" Leo, makanlah yang banyak. Kalau mau makan jajan, ada di dalam kulkas. Kau tinggalkan memilihnya saja." Ujar Danesha.


" Terima kasih Tante." Sahut Leo.


Deg..


Jantung Danesha seolah berhenti berdetak saat melihat cara makan Leo yang mirip seperti Leon. Risa tersenyum smirk menatap Danesha.


" Kenapa cara makan Leo mirip seperti cara makan mas Leon? Apa mereka punya hubungan? Tidak... Tidak.. Mas Leon memang mantan casanova tapi dia bilang kalau dia selalu memakai pengaman saat melakukannya. Aku harus berhati hati dengan semua ini, entah mengapa aku merasa ada yang aneh di sini. Aku akan melihat bagaimana endingnya, apakah Risa sedang bermain main denganku atau memang dia benar benar membutuhkan bantuan." Batin Danesha.


Selesai makan Danesha mengantar mereka ke kamarnya. Lalu ia kembali ke kamarnya.


Danesha duduk di tepi ranjang sambil memikirkan semua itu.


" Aku harus siap dengan apapun yang terjadi di sini. Jika memang Risa punya tujuan lain, aku akan mengikuti permainannya sampai aku tahun apa tujuan sebenarnya. Aku ingin lihat sampai di mana dia bisa bersandiwara di depanku. Tapi jika memang kecurigaanku benar, jika Leo anak mas Leon maka aku harus menerimanya sebagai anakku juga. Jangan harap kau bisa mengalahkan aku Risa. Siapapun kamu atau siapapun yang mengirimkan kamu ke sini aku harus tahu siapa orang itu. Aku akan menyelidikinya." Monolog Danesha.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tiga hari kemudian Leon baru saja pulang dari luar kota. Setelah turun dari mobilnya ia masuk ke dalam rumah. Langkahnya terhenti saat melihat Leo yang sedang bermain di lantai.


" Mas kamu sudah pulang?" Tanya Danesha menghampiri Leon.


" Siapa dia sayang?" Tanya Leon menatap Danesha.

__ADS_1


" Dia anak ART baru kita Mas." Sahut Danesha.


" Kamu mempekerjakan ART yang membawa anaknya bekerja? Yang ada nanti dia tidak fokus pada pekerjaannya. Dia hanya fokus pada anaknya sayang." Ucap Leon merangkul pundak Danesha. Leon mencium pipi Danesha dengan lembut.


" Tidak Mas, selama tiga hari ini dia kerja dengan baik kok." Sahut Danesha.


" Baiklah senyamanmu saja." Sahut Leon.


Leon dan Danesha menuju sofa ruang keluarga.


" Mbak buatkan minum untuk suamiku." Teriak Danesha.


" Iya." Sahut Risa dari dapur.


Risa membuatkan jus anggur dengan es batu untuk Leon. Ia segera menuju ruang keluarga menghampiri Leon dan Danesha. Saat tiba di depan Leon tiba tiba...


Pyar....


Gelas yang di pegang Risa jatuh.


" Astaga Mbak, kok bisa begini?" Ujar Danesha menatap Risa.


Risa dan Leon saling melempar tatapan. Risa benar benar terkejut melihat Leon di depannya.


" Le... Leon." Ucap Risa.


" Siapa ya?" Tanya Leon mengerutkan keningnya.


" Kau tidak mengenalku? Kau lupa padaku yang dulu selalu menemani malam malammu?" Tanya Risa tidak percaya.


" Aku memang tidak mengenalmu, lagian untuk apa aku mengingatmu? Kau bukan orang penting dalam hidupku." Sahut Leon menohok hati Risa.


Danesha tersenyum mendengarnya.


" Tujuh tahun lalu kau dekat denganku, bahkan kau mengatakan tidak bisa jauh dariku saat kita melakukan itu. Tapi rupanya kau telah melupakan semuanya. Tapi aku tidak heran, karena begitu banyaknya wanita yang kau kencani membuatmu tidak bisa mengingat satu persatu."


" Tapi akan aku ingatkan kau kembali, aku Clarisa. Wanita yang kau tiduri tujuh tahun lalu. Dan dia... " Risa menunjuk ke arah Leo.


" Dia Leo.. Putra kita. Hasil dari perbuatanmu malam itu."


Jeduar....


Kira kira bener apa cuma jebakan nih?


Tekan like koment dan kasih mawar yang banyak donk biar author semangat...

__ADS_1


Terima kasih...


TBC....


__ADS_2