Pada Akhirnya Aku Menyerah

Pada Akhirnya Aku Menyerah
MENCARI & MENEMUKANMU


__ADS_3

Luna mengerjapkan matanya, ternyata hari sudah pagi. Ia menengok ke samping menatap wajah Leon yang tertutup oleh lengannya.


" Aku harus segera pergi dari sini sebelum dia bangun. Atau dia akan menilai kalau aku wanita murahan." Gumam Luna memakai bajunya dengan pergerakan pelan.


Luna membuka pintu mobil namun tidak bisa karena terkunci secara otomatis.


" Sial... " Umpat Luna.


Luna memajukan tubuhnya hendak memutar kunci untuk membuka pintunya, belum sempat tangan Luna menyentuh kunci tiba tiba Leon sudah bangun.


" Mau apa?" Tanya Leon menatapnya.


" Buka pintunya! Aku mau pulang." Ucap Luna.


" Aku akan mengantarmu."


" Tidak perlu! Aku bisa pulang sendiri. Terima kasih atas tumpangannya." Sahut Luna.


Leon mengerutkan keningnya pasalnya Luna nampak baik baik saja setelah apa yang terjadi pada mereka semalam.


" Aku minta maaf soal semalam, aku tidak bisa mengendalikan diriku." Pancing Leon.


" Tidak masalah! Lagian aku yang memaksamu melakukannya." Sahut Luna.


" Aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan padamu, aku akan menikahimu." Ucap Leon.


Luna menatap Leon begitupun sebaliknya.


" Tidak perlu! Lupakan apa yang terjadi pada kita semalam. Anggap saja kita tidak pernah bertemu dan tidak pernah terjadi apa apa pada kita berdua." Ucapan Luna membuat Leon melongo membuka mulutnya.


" Ba... Bagaimana bisa kau mengatakan seperti ini Luna, aku melakukannya lebih dari satu kali dan aku tidak menggunakan pengaman. Bagaimana kalau nanti kau hamil?" Tanya Leon menatap Luna.


" Itu sudah menjadi konsekuensi yang harus aku hadapi Tuan. Pertemuan kita cukup sampai di sini, lain kali jika kita bertemu bersikaplah seolah kita tidak saling mengenal. Aku harus pulang!" Ucap Luna membuka pintu mobilnya yang masih terkunci.


Luna menatap Leon.


" Buka kuncinya!" Titah Luna.


" Namaku Leon, aku asisten pribadi presdir GM Group. Jika suatu saat nanti kau membutuhkan aku, cari saja di sana." Ucap Leon menatap Luna.


" Aku tidak akan pernah membutuhkan bantuanmu lagi Tuan Leon. Terima kasih sudah menyelamatkan aku." Ucap Luna membuka pintunya.


Luna turun dari mobil, ia segera menyetop taksi menuju rumahnya. Tidak mau kehilangan jejaknya, Leon mengikuti taksi yang di tumpangi Luna. Sampai taksi itu berhenti di sebuah perumahan xx. Luna turun dari taksi masuk ke dalam pintu gerbang.


Leon melanjutkan perjalanannya. Setelah mobil Leon tak terlihat lagi, Luna kembali menaiki taksi.


" Jalan Pak!" Titah Luna.


Taksi kembali melaju menuju rumah Luna yang sebenarnya.


" Tidak semudah itu kau bisa menemukan aku Leon. Aku berharap ini pertemuan kita yang pertama dan terakhir." Gumam Luna.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Leon segera masuk ke dalam kamarnya. Ia membersihkan tubuhnya di bawah shower. Tiba tiba ingatannya menerawang kepada kejadian semalam. Bagaimana ia menyentuh Luna saat itu. Suara des@h@n Luna masih terngiang jelas di telinganya. Leon tersenyum mengingat akan hal itu.


" Kau membuatku tergila gila Luna.. Aku akan menemuimu satu bulan lagi. Aku harap akan ada kejutan untuk kita berdua dari Tuhan. Kejutan yang akan mempersatukan kita dalam pernikahan." Gumam Leon.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu bulan kemudian...


Di ruangan Gavin, Leon dan Rangga sedang bermusyawarah untuk mengikuti meeting dengan perusahan DG Group.


" Lo aja Leon yang ikut meeting, Lo kan asistennya Gavin masa' iya gue yang harus ke sana." Ujar Rangga.


" Seharusnya ini Gavin sendiri yang datang, tapi sayangnya dia malah mengantar Vania cek up." Ujar Leon.


" Ya sudah lo aja yang berangkat, biar gue yang handle di sini." Sahut Rangga.


" Hah baiklah, gue akan ke sana. Nggak tahu aja kalau gue masih pusing...


" Mikirin Luna? Katanya kemarin lo ke rumahnya?" Tanya Rngga memotong ucapan Leon.


" Ternyata dia tidak tinggal di sana Ngga. Gue udah cek satu persatu data yang menghuni perumahan itu. Sepertinya gue di kerjain sama dia." Ujar Leon memijat pelipisnya


" Udah lah tidak perlu terlalu di pikirkan, kalau udah jodoh nggak akan kemana." Ujar Rangga.


" Lo enak bilang gitu, karena lo belum pernah merasakan apa yang gue rasain Ngga. Bayangkan sana! Dua kali menginginkan wanita selalu gagal, apa nggak ngenes hidup gue?" Sahut Leon.


" Gue turut berduka atas itu Yon, gue doakan semoga hari ini lo ketemu dengannya. Siapa tahu nanti di tempat meeting lo bisa bertemu dengannya." Ujar Rangga.


" Ya udah sana berangkat! Keburu telat lo kena hukuman Gavin baru tahu rasa." Ujar Rangga.


" Oke." Sahut Leon beranjak dari kursinya.


" Jangan lupa catat materinya!" Ucap Rangga.


" Oke." Sahut Leon keluar ruangan.


Leon menuju balroom hotel yang di jadikan tempat pertemuan lara petinggi perusahaan kali ini. Saat ia masuk ke lobby, ia melihat wanita yang selama ini ia cari. Namun kali ini penampilannya sangat jauh berbeda. Ia nampak sangat cantik dan elegant dengan di kawal tiga body guard di belakangnya.


" Luna." Panggil Leon berlari menghampirinya.


Leon segera di hadang kedua bodyguard.


" Jangan mengganggu Nona kami Tuan!" Ucap salah satu bodyguard.


" Luna aku mencarimu selama ini, bagaimana kabarmu?" Tanya Leon menatap Luna.


" Maaf Tuan, apa kita pernah bertemu sebelumnya? Atau kita saling mengenal? Sepertinya tidak, saya tidak mengenal anda sama sekali." Ucap wanita itu menatap Leon.


" Luna tolong jangan lakukan ini padaku! Aku Leon, pria yang pernah menghabiskan malam denganmu." Ucapan Leon membuat ketiga bodyguard Luna menatap ke arahnya.


" Jaga bicara anda Tuan Leon! Saya tidak mengenal anda dan tidak pernah bertemu dengan anda, apalagi menghabiskan malam seperti yang anda katakan barusan." Ujarnya.

__ADS_1


" Anda membuang waktu Nona kami Tuan, dan ya.. Ingat! Nona kami bernama Danesha Geraline. Bukan Luna si wanita yang menghabiskan malam bersama anda." Ucap body guard wanita yang ternyata bernama Danesha.


" Nona Danesha, silahkan lanjutkan perjalanan anda!" Ucap bodyguard.


" Terima kasih." Sahutnya melanjutkan langkahnha menuju ballroom hotel.


Leon menatap kepergiannya dengan perasaan kecewa.


" Aku tidak mengharapkan ini darimu Luna. Aku yakin itu adalah kau, bibirmu bisa mengatakan jika kau tidak mengenalku tapi sorot matamu menyiratkan jika kau merindukanku." Ujar Leon dalam hati.


Di dalam ruangan meeting, tak henti hentinya Leon menatap Danesha dari kejauhan. Kebetulan mereka duduk berhadapan hanya terhalang oleh meja saja.


Setelah meeting selesai, Danesha segera keluar dari sana. Tiba tiba ia ingin ke toilet, ia berbelok ke toilet wanita dan meminta body guardnya untuk tidak mengikutinya.


Setelah menunaikan hajatnya ia keluar dari sana tiba tiba ada yang menarik tangannya lalu mendorong tubuhnya hingga punggungnya menabrak tembok.


" Beraninya kau Tuan Leon." Geram Danesha.


" Nona Danesha, Luna atau siapapun kamu. Aku tahu kamulah wanita itu, jangan mencoba berbohong padaku karena aku bisa dengan mudah menangkap kebohonganmu." Ucap Leon menatap Danesha.


" Anda salah orang Tuan, saya mohon jangan mengganggu hidupku lagi! Atau hidupmu akan berakhir di penjara." Ancam Danesha.


" Lakukan apa yang kau mau, aku juga akan melakukan apa yang aku mau." Ucap Leon.


" Memangnya apa yang kau mau Tuan Leon?" Tanya Danesha menatap tajam ke arah Leon.


" Aku ingin menikahimu." Jawab Leon lantang.


Danesha mendorong tubuh Leon menjauh darinya.


" Apa? Menikahiku?" Tanya Danesha tersenyum remeh.


" Atas dasar apa kau ingin menikahiku Tuan Leon? Hanya karena kau menganggapku sebagai Luna kau ingin menikahiku?" Danesha menatap Leon.


" Memangnya siapa dirimu hah? Kau hanya seorang asistent dari Tuan Gavindra Mahardika, bahkan Tuan Gavindra sendiri tidak mampu menyentuhku. Apalagi dirimu." Ucap Danesha.


" Baiklah jika kau bersikeras menolakku, akan aku buktikan jika kau adalah Luna." Ucap Leon menantang.


" Dengan cara apa kau bisa membuktikannya?" Tanya Danesha.


Tiba tiba Leon mencium Danesha dengan paksa. Danesha memukul mukul punggungnya namun tidak membuat Leon menghentikan aksinya. Leon justru memperdalam ciumannya sampai...


Brugh....


Nah loh apa itu???..


Penasaran?


Dukungannya dulu untuk author biar author semangat ngetiknya...


Terima kasih..

__ADS_1


TBC...


__ADS_2