
Vania menatap Radit,
" Siapa kau?" Tanya Vania.
" Aku suamimu." Sahut Radit.
Vania memutar bola matanya malas. Lebih baik ia menatap ke depan daripada mendengar ucapan Radit yang tidak ada benarnya sama sekali.
" Mas tolong aku! Aku butuh pertolonganmu." Batin Vania.
Gavin memutar balik mobilnya kembali ke taman. Entah kenapa perasaannya tidak karuan.
" Ah sial!!! Kenapa aku justru terbawa emosi sih! Harusnya aku lebih percaya sama Vania dan membicarakan semua ini dengan baik baik, bukan malah meninggalkannya seperti tadi. Bodoh kau Gavin." Monolog Gavin.
Gavin terus melajukan mobilnya sampai taman.
" Sepi? Kemana Vania dan Radit? Apa mereka pergi berdua?" Gumam Gavin mengedarkan pandangannya.
" Aku akan menelepon Vania." Ujar Gavin.
Gavin segera menelepon Vania namun nomernya tidak aktif.
" Tidak aktif, aku akan mencarinya di rumah siapa tahu Vania sudah pulang." Ucap Gavin kembali melajukan mobilnya.
Di tengah perjalanan, Gavin melihat benda yang tak asing baginya.
" Ponsel Vania." Gumam Gavin.
Gavin menepikan mobilnya lalu turun mengambil ponsel yang sudah rusak itu.
" Kenapa ponsel Vania ada di sini? Apa dia membuangnya? Tidak... Aku rasa tidak. Ini pasti terjadi sesuatu pada Vania, aku harus mencari tahunya." Ucap Gavin kembali masuk ke dalam mobilnya.
" Aku harus meminta bantuan Rangga." Ujar Gavin.
Gavin segera menelepon Rangga memintanya melacak keberadaan Vania.
Di tempat lain tepatnya di rumah mewah bernuansakan putih, Radit menggandeng tangan Vania masuk ke dalam.
__ADS_1
" Ini rumah kita sayang." Ucap Radit.
Vania mengedarkan pandangannya menatap tatanan rumah mewah itu.
Deg...
Jantung Vania terasa berhenti berdetak saat melihat foto pernikahan Radit dengan seorang wanita yang sangat mirip dengannya.
" Kenapa sayang? Kau terkejut karena sudah mendapatkan bukti kalau aku suami kamu." Ucap Radit mengikuti pandangan Vania.
" Dia mirip sekali denganku." Ujar Vania.
" Bukan mirip tapi memang itu kamu." Sahut Radit.
" Sayangnya Papa sini gendong Papa, kasihan mama kamu capek gendong kamu dari tadi." Radit hendak mengambil Gava namun Vania menahannya.
" Dia akan menangis kalau di gendong orang lain selain aku, biar aku saja." Sahut Vania.
" Baiklah kalau begitu, ayo istirahat di kamar kita." Ajak Radit.
Ingin tahu lebih jauh soal Radit, Vania pun menurutinya. Ia mengikuti Radit dari belakang menuju kamarnya.
Radit dan Vania masuk ke dalam, Vania kembali terkejut saat melihat foto foto dirinya menempel pada dinding kamar Radit.
Ya... Kali ini foto fotonya bukan foto wanita yang mirip dengannya.
" Kapan kamu mengambil foto fotoku ini Radit? Lalu kenapa kau menyimpan fotoku di sini?" Tanya Vania menatap Radit.
" Aku memasang foto ini di dalam kamar kita supaya aku bisa tidur dengan nyenyak. Selama tiga tahun lamanya aku tidak bisa tidur dengan nyenyak karena kepergianmu Arvania." Sahut Radit membuat Vania mengerutkan keningnya.
" Aku rasa kau telah hilang ingatan sejak kecelakan itu. Aku akan memberitahumu tentang kita sayang supaya kau ingat siapa kamu dan siapa aku, dan apa hubungan kita yang sebenarnya." Ujar Radit.
" Tante Ratna menjodohkan kita tanpa sepengetahuan ayahmu."
Vania terkejut mendengarnya. Ia melongo sedikit membuka mulutnya menatap Radit.
" Kita menikah dan hidup bahagia selama tiga bulan sampai kita mengalami kecelakaan saat pulang dari pesta ulang tahun mamaku. Kau hilang terhanyut arus sungai dan aku koma selama satu tahun. Aku berjuang dari kematian demi kamu sayang, tapi saat aku sadar kamu tidak ada lagi di sini. Keluargaku bilang kalau kau sudah tiada tapi aku tidak mempercayainya. Aku yakin kau masih hidup. Aku berusaha mencarimu kemana mana, aku juga mencari tante Ratna tapi tidak ketemu. Aku hampir frustasi sayang, sampai aku melihatmu di taman waktu itu, kau sudah menggendong bayi dan aku merasa dia bayiku. Dia milikku, aku ingin menghampiri kalian tapi aku mencari kesempatan yang baik. Sejak saat itu aku selalu membututi kemanapun kamu pergi sambil menunggu kesempatan itu. Hingga tadi aku melihatmu berdua saja bersama anakmu, aku mendapatkan kesempatan itu dan aku tidak akan menyianyiakannya Vania. Untuk itu aku menghampirimu dan mengatakan kebohongan kalau aku saudaranya Gavin." Terang Radit.
__ADS_1
" Sepertinya kau sedang mengarang cerita Radit. Selama dua tahun ini aku kuliah di kota Y, setelah aku lulus aku kembali ke sini dan menikah dengan mas Gavin. Aku tidak pernah mengalami kecelakaan apa apa Radit. Mengertilah! Aku bukan istrimu, mungkin wajah kami memang sama tapi aku bukan dia. Mungkin juga dia sudah tiada karena kecelakaan itu Radit." Ujar Vania.
" Istriku bernama Arvania Rosaline, anak dari Om Ziko dan anak tiri dari tante Ratna. Dia tinggal di perumahan xx, sekolah di SMA ss. Siapa dia kalau bukan kamu?" Tanya Radit menatap Vania.
Lagi lagi Vania terkejut mendengar ucapan Radit.
" Benarkah aku mengalami amnesia? Benarkah aku pernah mengalami hal yang Radit maksudkan? Tapi aku sama sekali tidak mengingat apapun, apa yang sebenarnya sedang terjadi? Sepertinya aku harus menemukan mama untuk menjawab semua pertanyaanku ini. Aku harus bisa menghubungi Mas Gavin supaya aku bisa keluar dari sini dan bertanya dimana keberadaan mama Ratna." Batin Vania.
" Kalau kau masih tidak percaya dengan kata kataku, aku punya bukti rekaman medismu yang aku ambil dari rumah sakit beberapa bulan lalu." Ujar Radit menuju bufet yang ada di ruang tamu.
Radit mengambil sebuah stopmap lalu memberikannya pada Vania. Vania segera membukanya.
Semuanya benar...
Ia pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan ia mengalami amnesia total. Bahkan dokter mengalisis jika ingatannya tidak akan kembali selamanya. Belum hilang keterkejutan Vania, Radit sudah kembali menyodorkan bukti dua buah akta nikah kepadanya.
Di sana tertulis nama Arvania Rosaline dan Raditya Pramana dengan jelas lengkap dengan fotonya.
" Tidak mungkin.. Ini tidak mungkin! Ini pasti bukan aku, aku tidak pernah mengalami kecelakaan sebelumnya. Wanita itu bukan aku, dia bukan aku Radit." Ucap Vania tidak percaya.
"Tenanglah sayang! Duduk dulu! Aku tidak mau sampai kau dan anak kita jatuh." Radit membantu Vania duduk di sofa.
" Itu bukan aku." Ucap Vania menciumi kening Gava.
" Aku hanya punya satu suami yaitu Mas Gavin, kau salah paham Radit. Dia bukan aku hiks... " Isak Vania.
Ia merasa ketakutan jika semua yang di ucapkan Radit benar. Itu artinya ia istri orang lain bukan hanya istri Gavin. Ia tidak mau berpisah dari Gavin, ia tidak mau kehilangan kebahagiaan yang selama ini ia rasakan.
"Kenapa kau selalu menghancurkan hidupku Ma? Sebenarnya apa kesalahanku ini? Kenapa aku harus di hadapkan hal sesulit ini? Apa aku mampu untuk melewatinya? Ya Tuhan.... Tolong berikan petunjukmu padaku. Tunjukkan kebenaran dari semua ini! Siapa sebenarnya pria yang ada di hadapanku ini? Atau siapa sebenarnya aku? Aku mohon ya Rob." Doa Vania dalam hatinya.
Nah lhoh kok bisa kaya' gini thor?
Ikuti dan nikmati aja alurnya ya?
Jangan lupa tekan like koment vote dan aksih 🌹yang banyak buat author...
Terima kasih untuk readers yang telah mensuport author semoga sehat selalu...
__ADS_1
Miss U All...
TBC....