Pada Akhirnya Aku Menyerah

Pada Akhirnya Aku Menyerah
PERNIKAHAN LEON & DANE


__ADS_3

Hari ini tiba hari pernikahan Leon dan Danesha yang di selenggarakan di rumah Danesha. Rumah mewah itu di sulap menjadi istana raja dan ratu sehari.


Setelah mengucapkan ijab qobul kini Danesha resmi menjadi istri Leon. Ia mencium punggung tangan Leon, sedangkan Leon mencium keningnya. Suara tepuk tangan mengiringi kebahagiaan mereka.


Para tamu undangan bergantian mengucapkan selamat pada kedua mempelai.


" Selamat sayang, semoga kau bahagia." Ucap Geral memeluk Danesha.


" Amin, terima kasih Kak." Sahut Danesha.


Geral bergantian memeluk Leon.


" Selamat Leon, aku titip adikku kepadamu. Jaga dan lindungilah dia seperti aku melindunginya selama ini serta sayangi dan cintai dia melebihi dirimu sendiri. Jika suatu saat nanti kau sudah tidak mencintainya, jangan kau tinggalkan dia! Akan lebih baik jika kau mengembalikan dia kepadaku." Ucap Geral sedih harus merelakan adik yang selama ini sangat ia sayangi untuk orang lain.


" Aku akan berusaha sekuat mungkin untuk memenuhi keinginanmu kakak ipar. Aku minta doa restumu supaya aku bisa melakukannya dengan mudah." Ujar Leon.


" Doa terbaik untuk kalian berdua." Ucap Geral meninggalkan mereka.


" Kakak... " Teriak Ruhi berlari menghampiri Leon. Belum sampai di panggung pelaminan tiba tiba kakinya tersandung kabel yang melintang sampai....


Brugh....


Tubuh Ruhi jatuh ke lantai yang di alasi karpet merah. Ruhi memejamkan matanya menahan rasa sakit yang akan dia rasakan.


" Ajaib.... Aku tidak merasakan sakit sama sekali. Eh apa ini? Kenapa lantainya terasa kenyal seperti bibir manusia ya? Dan pinggangku.. Seperti ada yang memeluknya." Batin Ruhi.


" Kak Geral kamu tidak pa pa?"


" Aku yang jatuh kenapa yang di tanya orang lain? Atau jangan jangan....


Ruhi membuka matanya perlahan.


Deg....


Jantungnya berdetak kencang saat tatapannya bertemu dengan tatapan seorang pria yang berada di bawahnya. Ternyata Ruhi menindih tubuhnya.


" Ruhi kau tidak pa pa?" Leon membantu Ruhi bangun.


Ruhi tidak menjawab, ia terus menatap pria itu. Entah kenapa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat.


Geral beranjak lalu menepuk nepuk pantatnya menghilangkan debu yang menempel di celananya.


" Lain kali kalau jalan lihat lihat! Nggak usah lari lari seperti anak kecil. Jadi nabrak orang kan." Ucap Geral menatap Ruhi.


" Maaf! Aku tidak sengaja." Ucap Ruhi.

__ADS_1


" Bukannya tidak sengaja tapi kau ceroboh. Ini ruangan bukan lapangan sehingga kau bisa seenaknya lari lari di dalam sini." Ketus Geral.


Entah kenapa rasanya hati Ruhi seperti di sayat sembilu.


" Ruhi ada apa?" Tanya Hans yang baru saja datang.


" Tidak pa pa Hans." Sahut Ruhi.


" Kalau punya pacar di gandeng pacarnya biar nggak bikin onar." Ucap Geral berlalu dari sana.


Ruhi menatap kepergian Geral dengan perasaan entah.


" Kenapa aku merasa aneh dengan hatiku saat menatap matanya? Apa aku jatuh cinta padanya? Apa ini yang di namakan jatuh cinta pada pandangan pertama? Ruhi... Sadarlah! Kau harus fokus sama kariermu dulu, kau tidak boleh memikirkan hal lainnya." Batin Ruhi.


" Maafkan kak Geral ya Hi!" Ucap Danesha menatap Ruhi.


" Tidak pa pa kakak ipar, aku yang seharusnya minta maaf." Sahut Ruhi.


" Oh ya, selamat untuk kalian berdua. Semoga bahagia dan segera memberikan ponakan yang lucu untukku." Ucap Ruhi memeluk Danesha.


" Terima kasih Ruhi." Ucap Danesha.


" Selamat Kak." Ruhi memeluk kakaknya.


" Terima kasih, maafkan Kakak! Selama ini Kakak tidak bisa jadi Kakak yang baik untukmu. Belum sempat Kakak membuatmu bahagia, malah Kakak sudah menikah duluan." Ucap Leon.


" Aku bahagia memiliki Kakak sepertimu. Terima kasih telah memberikan teman untukku. Setidaknya mulai sekarang aku tidak kesepian lagi karena ada kakak ipar di rumah." Ucap Ruhi menggenggam tangan Danesha.


" Tentu sayang, aku akan menemanimu di rumah. Tapi sepertinya aku yang akan kesepian saat kau mengajar nanti." Ujar Danesha.


" He he." Ruhi nyengir memamerkan deretan giginya.


Geral melihat itu dari kejauhan sambil menenggak minumannya.


" Ternyata dia adiknya Leon, cantik juga." Gumam Geral tersenyum simpul.


" Eh apaan sih gue, gue nggak boleh jatuh cinta pada wanita karena semua wanita sama saja. Mereka suka bermanis manis di depannya tapi di belakang mereka berkhianat. Seperti dia yang telah menghancurkan hatiku." Ujar Geral.


Ya... Geral pernah menjalin hubungan dengan seorang model ternama bernama Jessika. Hubungan mereka berjalan selama lima tahun, tapi siapa sangka saat hari pernikahan tinggal tiga bulan lagi Jessika justru menikahi pria lain karena dia hamil duluan.


Saat itu hati Geral benar benar hancur, di tambah Danesha memiliki nasib yang sama dengannya. Ia berjanji tidak akan jatuh cinta pada wanita manapun lagi.


Tiba tiba Geral teringat tatapan mata Ruhi yang begitu dalam menyentuh hatinya.


" Mata itu? Kenapa mata itu terasa meneduhkan hatiku? Mata itu berhasil menggoyahkan hatiku. Tidak Geral.... Ini tidak boleh terjadi. Kau tidak boleh menaruh hati padanya, lagian dia juga sudah memiliki pacar. Aku tidak boleh terbawa perasaan." Gumam Geral.

__ADS_1


Deg...


Jantung Geral berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya saat tanpa sengaja tatapan mereka bertemu. Ruhi tersenyum kepadanya.


Nyesss...


Hati Geral seperti di siram air es. Dingin dan menyejukkan.


Geral segera melempar pandangannya ke sembarang arah. Saat ia kembali menatap ke posisi Ruhi sebelumnya tiba tiba Ruhi sudah tidak terlihat.


" Kemana dia? Kenapa tidak terlihat?" Geral nampak celingak celinguk mencari Ruhi.


" Aku di sini."


Geral menoleh ke samping dan...


" Astaga!!" Geral sangat terkejut saat Ruhi sudah duduk di sampingnya.


" Kenapa mencariku?" Tanya Ruhi menatap Geral membuat Geral semakin gugup.


" Siapa yang mencarimu? Percaya diri sekali." Cebik Geral menutupi kegugupannya.


" Yakin tidak mencariku? Buktinya celingak celinguk gitu? Kalau memang iya, katakan saja iya. Nggak usah berbohong seperti itu. Karena kau tidak pandai berbohong, aku bisa menangkap jelas dari matamu." Ucap Ruhi mengerlingkan sebelah matanya.


" Tahu apa kau tentang diriku? Kau bahkan tidak mengenalku sama sekali. Tidak perlu sok akrab! Aku tidak butuh wanita sepertimu." Ucapan Geral menohok hati Ruhi.


Ruhi tersenyum masih menatapnya.


" Lalu kau butuh wanita yang seperti apa?" Tanya Ruhi.


" Wanita kaya? Modern? Memiliki paras cantik? Karier bagus? Begitu?" Ruhi bertanya lagi.


" Kau salah jika mencari wanita seperti itu. Karena wanita seperti itu tidak membutuhkan dirimu. Dan ingat satu hal! Dia banyak memikat para pria jadi dia tidak akan takut kehilanganmu." Sambung Ruhi.


" Saranku lebih baik kau mencari wanita yang biasa saja. Sederhana, selalu bergantung padamu dan takut akan kehilanganmu. Dengan begitu kau akan di hargai dan selalu di butuhkan olehnya. Aku jamin wanita seperti itu tidak akan menduakanmu. Karena kau harus berada di tempat dimana kau di hargai bukan di butuhkan. Maaf jika aku mengguruimu selamat siang." Ucap Ruhi berlalu dari sana.


Geral tersenyum simpul menatap kepergian Ruhi.


" Kau benar, aku harus berada di tempat dimana aku di hargai bukan di butuhkan. Terima kasih telah membuka hatiku." Gumam Geral.


Penasaran gimana kelanjutannya? Mau kisah Ruhi dan Geral? Tulis di kolom komentar.


Terima kasih untuk readers yang telah memberikan dukungannya untuk author...


Miss U All...

__ADS_1


TBC....


__ADS_2