Pada Akhirnya Aku Menyerah

Pada Akhirnya Aku Menyerah
KETIKA KEPERCAYAAN DI PERTANYAKAN


__ADS_3

Leon benar benar terkejut dengan pengakuan Risa. Bagaimana bisa ia kecolongan seperti ini jika ia selalu menggunakan pengaman saat berhubungan?


" Jangan berbohong Risa, aku tidak pernah melakukan kesalahan selama aku menjadi penjajah wanita. Jangan berani menjebakku seperti ini atau kau akan tahu akibatnya." Ucap Leon penuh penekanan.


" Kalau kau ragu dengan ucapanku, aku siap untuk melakukan tes DNA sekarang juga." Ujar Risa menantang.


" Baiklah ayo kita lakukan." Sahut Leon.


" Mas kamu baru pulang, apa kamu tidak capek? Kita lakukan besok saja ya. Kamu harus istirahat dulu!" Ujar Danesha.


" Aku tidak akan tenang sebelum aku menunjukkan kebenaran padamu Dane. Aku tidak mau karena masalah ini kau akan meninggalkan aku." Ujar Leon menatap Danesha.


" Hei tenanglah! Apa aku menuntut kebenaran darimu?"


Ucapan Dane membuat Risa terkejut, ia menatap keduanya dengan heran.


" Siapapun anak itu, aku tidak peduli. Jika seandainya benar memang dia anak kamu, aku juga tidak peduli Mas. Itu semua hanya masa lalumu. Risa juga tidak bisa menuntut tanggung jawab darimu." Ujar Dane.


" Aku akan menuntut tanggung jawab Leon supaya anakku menyandang marganya." Ucap Risa.


Danesha menatap Risa sambil tersenyum sinis.


" Jika terbukti dia putra suamiku, maka aku akan menjadikannya sebagai putraku. Suamiku cukup bertanggung jawab kepada anaknya tanpa perlu bertanggung jawab pada ibunya." Ucap Danesha.


Risa kembali terkejut mendengar ucapan Dane.


" Bagaimana bisa kau tega memisahkan anak dari ibunya Danesha?"


" Lalu bagaimana bisa kau memisahkan anak dari ayahnya Risa? Aku sedang hamil saat ini, anakku membutuhkan ayahnya. Dan jangan lupakan kalau aku istri sah dari Mas Leon. Aku lebih berhak atas dia di bandingkan kau yang hanya teman kencannya saja." Sahut Danesha penuh penekanan.


" Dan aku sangat menyayangkan jika benar mas Leon memiliki anak dari wanita rendahan sepertimu."


" Jaga ucapanmu Danesha!" Bentak Risa tidak terima.


" Kau yang harus menjaga ucapan dan perilakumu di sini Risa." Bentak Danesha tidak mau kalah.


" Aku tidak tahu apa tujuanmu ke sini dan atas dasar perintah siapa, yang jelas aku tidak akan membiarkan rencanamu berhasil. Cinta dan kepercayaanku kepada suamiku melebihi apapun, aku tidak akan terpengaruh oleh hal hal seperti ini." Ucap Danesha tegas membuat Leon terharu.


" Memangnya kenapa kalau suamiku memiliki anak darimu? Bukankah itu konsekuensi seorang wanita malam sepertimu. Aku tidak tahu berapa pria yang kau kencani saat itu, tapi dengan mudahnya kau kemari dengan berpura pura mencari pekerjaan untuk menghancurkan rumah tanggaku."


Risa sangat terkejut mendengar ucapan Danesha.


" Sial... ternyata Danesha sudah tahu rencanaku." Umpat Risa dalam hati.


" Bagaimana kau bisa punya pemikiran serendah itu Danesha?" Ujar Risa.


" Apa kau pikir aku tidak tahu dengan semua rencanamu? Aku tahu Risa.. Aku sengaja membawamu ke rumahku supaya aku tahu apa tujuan dan keinginanmu sebenarnya. Bukan karena aku kasihan ataupun tidak tahu dengan rencana busukmu itu." Ucap Danesha menatap Risa yang nampak ketakutan.


" Padahal aku hanya menebak saja, tapi sepertinya tebakanku benar. Melihat matamu yang ketakutan aku semakin yakin jika kau hanya membual saja Risa." Batin Danesha tersenyum smirk.

__ADS_1


" Ya sudah begini saja, untuk memastikan kecurigaanku, mari kita lakukan tes DNA sekarang juga. Aku akan meminta seseorang untuk mengurusnya." Ujar Danesha.


" Oke, siapa takut. Kalau terbukti Leo anak Leon, maka aku akan menuntut Leon untuk menikahiku." Ucap Risa.


" Aku tidak sudi menikah denganmu. Akan aku pastikan jika ucapanmu hanyalah kebohongan saja. Dia bukan putraku." Sahut Leon.


" Kita buktikan saja Leon, aku ingin tahu apakah kalian masih bisa menyombongkan diri atau tidak setelah tahu kebenarannya. Satu hal pasti, jika terbukti Leo adalah anakmu maka kau tidak bisa mengusirku dari sini. Aku akan tinggal di sini bersama putraku. Bagaimana Danesha?" Ucap Risa.


" Lakukan saja apa yang kau mau, karena semua itu tidak akan terjadi. " Sahut Danesha.


" Ayo Mas kita ke kamar!" Danesha menggandeng tangan Leon meninggalkan tempat itu.


Keduanya masuk ke dalam kamar, Leon nampak cemas. Ia berjalan mondar mandir sambil mengacak rambutnya.


" Tenanglah Mas! Kenapa kau cemas berlebihan seperti ini. Kau pintar dalam mengakses data seseorang, lalu kenapa kau cemas seperti ini? Segera cari tahu darimana asal Risa dan anak itu. Dan siapa yang mengirim dia datang ke sini." Ujar Danesha.


" Iya kau benar sayang, aku tidak akan membiarkan dia menghancurkan pernikahan kita." Ucap Leon.


Leon mengotak atik laptopnya hingga satu jam lamanya namun ia tidak bisa menemukan petunjuk apapun. Hal itu membuat Leon nampak frustasi. Ia menarik kasar rambutnya.


" Tenanglah Mas! Kita bisa mencari bukti lewat cara lain. Sekarang istirahatlah! Kau nampak kelelahan saat ini." Ujar Danesha.


Leon menggenggam tangan Danesha.


" Percayalah padaku apapun yang akan terjadi nanti sayang, aku yakin ini rencana seseorang untuk memisahkan kita. Apa kau percaya padaku?" Leon menatap Danesha dengan mata berkaca kaca.


Leon menangkup wajah Danesha. Ia mencium bibir Danesha dengan lembut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tiga hari setelah tes DNA, akhirnya hasilnya keluar hari ini. Leon segera membukanya di depan Risa dan Danesha. Ia membacanya dengan teliti sampai...


Deg...


Jantung Leon berdetak sangat kencang saat melihat angka kecocokan yang mencapai sembilan puluh sembilan persen. Tangannya gemetar hingga kertas seringan itu bisa menjadi sangat berat.


" Bagaimana hasilnya Mas?" Tanya Danesha menatap Leon. Leon tidak bergeming, ia tidak bisa berbuat apa apa.


Danesha mengambil kertas itu lalu membacanya. Hatinya hancur mengetahui suaminya memiliki anak dari wanita lain. Ia begitu percaya diri jika semua yang Risa katakan hanya kebohongan, namun saat ini kepercayaan dirinya hilang musnah entah kemana.


" Bagaimana hasilnya? Tanpa aku membacanya aku sudah tahu kalau hasilnya pasti cocok. Karena memang Leo adalah anakmu Leon." Ucap Risa tersenyum smirk.


" Diam kau Risa! Semua ini belum berakhir. Aku yakin kau berbuat curang dengan hasil tes ini." Ucap Leon.


" Curang bagaimana? Saat tes kalian melarangku untuk ikut, dan aku di rumah saja tidak pergi kemana mana. Saat hasil keluar, kau sendiri yang mengambilnya dari rumah sakit. Lalu dimana letak kecuranganku Leon?" Sahut Risa.


Leon diam tidak bisa menjawab apapun karena yang di katakan Risa benar.


" Bagaimana Danesha? Apa kau bisa menepati janjimu untuk mengijinkan aku tinggal di sini?" Tanya Risa menatap Danesha.

__ADS_1


" Tidak masalah jika aku harus jadi pelayan seumur hidupku, tapi biarkan putraku menjadi putra pertama suamimu. Dia berhak atas apa yang Leon miliki, sama seperti calon anakmu nanti." Ucap Risa.


" Jangan kau samakan anakku dan anakmu Risa, status mereka berbeda. Anakku resmi menyandang nama ayahnya tapi putramu tidak." Sahut Danesha.


" Bukankah kau akan menjadikan Leo sebagai putramu? Itu berarti Leo akan menjadi anak pertama kalian bukan? Aku harap kau tidak lupa dengan ucapanmu beberapa hari lalu Danesha. Aku tahu kau orang terpelajar, dan kau tahu jika orang di nilai dari ucapan dan tindakannya." Ucap Risa.


Danesha menatap Leon begitupun sebaliknya.


" Sayang percayalah! Aku tidak pernah melakukannya tanpa pengaman, dan aku memakai pengaman yang super kualitasnya sayang. Aku yakin ini adalah rencananya untuk menghancurkan pernikahan kita."


Leon menggenggam tangan Danesha.


" Kamu percayakan padaku?" Tanya Leon menatap Danesha.


" Tenanglah Mas! Jangan kacau seperti ini hanya untuk masalah kecil. Aku bisa mengatasinya." Ujar Danesha.


" Wow.. Aku salut padamu Danesha, kau menganggap ini masalah kecil, benar benar menakjubkan." Seru Risa menatap Danesha.


" Aku akan mengijinkanmu tinggal di sini, aku akan menerima Leo sebagai putraku dan Mas Leon. Tapi aku punya syarat yang harus kau penuhi Risa." Ujar Danesha.


" Syarat?" Risa mengerutkan keningnya.


" Baiklah tidak masalah, apapun syaratmu aku akan memenuhinya, katakan! Apa syarat yang harus aku lakukan!" Ucap Risa.


" Telepon kontak yang berada di panggilan terakhirmu sekarang juga!"


" Apa?" Pekik Risa menatap Danesha.


" Ya, buka riwayat panggilan di ponselmu, lalu telepon panggilan terakhir. Lakukan di depan kami dan aktifkan loudspeaker nya. Saat telepon di terima kau tidak boleh bersuara sedikit pun." Tekan Danesha.


Risa nampak kebingungan, ia merasa gugup menatap Danesha.


" Lakukan sekarang." Titah Danesha.


" Kalau tidak, aku akan menjebloskanmu ke penjara karena berani bermacam macam denganku." Ancam Danesha.


" Baiklah. Kau tidak akan menemukan apapun di sini." Sahut Risa.


Risa membuka ponselnya, ia melakukan apa yang Danesha minta.


Tut tut...


Telepon tersambung, dan tak lama seseorang di sebrang sana pun mengangkatnya.


" Halo Risa, bagaimana kabarmu?"


Ingin tahu kelanjutannya? Tekan like koment vote dan hadiahnya lebih dulu...


TBC....

__ADS_1


__ADS_2