Pada Akhirnya Aku Menyerah

Pada Akhirnya Aku Menyerah
SAKIT HATI #RUHI#


__ADS_3

Pagi ini Vania bersiap hendak ke rumah Sandia. Ia menggendong Gava lalu keluar dari kamarnya.


" Sayang kamu mau kemana?" Tanya Gavin yang hendak ke kamarnya.


" Aku mau ke rumah Sandia untuk meminta maaf padanya Mas." Sahut Vania.


" Sandia ada di bawah bersama Rangga." Ujar Gavin.


" Benarkah?" Tanya Vania dengan mata berbinar.


" Iya, ayo kita ke bawah temui mereka. Gava sama Papa aja." Gavin mengambil alih gendongan Gava.


Mereka bertiga turun ke bawah menghampiri Sandia yang duduk bersama Rangga dan nyonya Rindu di ruang keluarga.


" Pagi semuanya." Sapa Vania.


" Pagi Vania."


" Pagi Kak." Sahut Rangga dan Sandia bersamaan.


Vania dan Gavin duduk bersebelahan di sofa sebrang Sandia. Tak lama bibi Tuti bergabung dengan mereka.


" Sandia aku minta maaf atas kejadian kemarin. Aku tidak bermaksud menyakitimu, hanya saja kemarin aku sangat ingin memakan seafood di resto itu. Mas Gavin sedang ada urusan dengan partner kerjanya, itu sebabnya aku mengajak mas Rangga ke sana. Aku juga tidak tahu jika ternyata kamu juga mengajak mas Rangga makan, kalau aku tahu aku pasti tidak pergi bersama mas Rangga. Percayalah tidak ada hubungan apa apa antara aku dan mas Rangga. Aku hanya menganggap mas Rangga sebagai kakakku begitupun sebaliknya, mas Rangga menganggapku sebagai adiknya." Ujar Vania menatap Sandia dengan perasaan bersalah.


" Aku yang seharusnya minta maaf pada Kakak karena aku telah lancang berbicara kasar padamu dan menuduh kalian yang tidak tidak. Aku juga minta maaf padamu Kak Gavin. Kemarin aku merasa sangat kesal karena mas Rangga berbohong padaku. Aku merasa mas Rangga lebih perhatian kepada kak Vania daripada aku. Demi kak Vania dia berbohong padaku. Itu semua membuatku kecewa."


" Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa semarah itu, tapi sekarang terjawab sudah. Saat ini emosiku sedang labil Kak, aku sedang terkena syndrome...


" Syndrome apa sayang? Apa kau sedang sakit? Kau sedang tidak baik baik saja begitu?" Tanya nyonya Rindu nampak mencemaskan Sandia.


" Ma tenanglah! Aku tidak apa apa. Saat ini aku sedang... " Sandia menjeda ucapannya. Ia menatap Rangga di balas anggukkan kepala. olehnya.


" Sedang apa Sandia? Jangan membuat kami khawatir seperti ini!" Ujar bibi Tuti.


" Sandia sedang hamil Bu, Ma." Sahut Rangga.


" Apa??" Pekik semua bersamaan.


" Kamu sedang hami San?" Tanya Vania tidak percaya.


" Iya Kak, aku hamil lima minggu." Sahut Sandia.


" Alhamdulillah." Ucap mereka semua.


" Kami senang mendengarnya." Ucap bibi Tuti.


" Selamat sayang, akhirnya kau akan menjadi seorang ibu. Jaga keponakan Kakak baik baik! Jangan sampai kecapekan apalagi stress." Ucap Gavin menatap Sandia.


" Adiknya nggak boleh stress tapi istrinya di bikin stress terus karena nggak di perhatiin." Sindir Sandia.

__ADS_1


" Iya maaf! Kakak sadar jika selama ini Kakak terlalu mengabaikan Vania. Tapi mulai sekarang Kakak akan menuruti apapun permintaan kakakmu." Ujar Gavin.


" Minta yang aneh aneh aja Kak Vania, biar Kak Gavin kapok." Ucap Sandia.


" Beres kalau soal itu." Sahut Vania tertawa.


Mereka melanjutkan mengobrol, entah apa saja yang mereka bicarakan yang jelas mereka sangat senang dengan kabar yang Sandia bawa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Siang ini Ruhi ke kantor Geral untuk mengantar proposal yang tertinggal di rumah. Ia berjalan menuju ruangan Geral, tanpa mengetuk pintu ia membuka pintunya begitu saja.


Deg...


Lagi lagi pemandangan menyakitkan harus ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Saat ini Geral sedang berciuman dengan seorang wanita. Keduanya tampak begitu menikmatinya. Hal ini membuat Ruhi kesal setengah mati. Entah mengapa hatinya terasa sangat sakit melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain.


Plek...


Stopmap yang di bawa Ruhi jatuh ke lantai bersamaan dengan air matanya yang menetes ke pipi. Geral menoleh ke asal suara dan...


Deg...


Jantung Geral terasa berhenti berdetak. Ia menatap Ruhi yang saat ini sedang mengusap air matanya. Ia mendorong wanita itu hingga menjauh dari tubuhnya.


" Kenapa kau mendorongku sayang?"


Bagaikan bom yang meletus di samping Ruhi. Tubuh Ruhi terasa kaku mendengar panggilan wanita itu.


" Sayang." Geral menghampiri Ruhi, Ruhi menyetop menggunakan tangannya.


" Jangan mendekat! Aku tidak sudi di dekati oleh pria playboy sepertimu." Ucap Ruhi.


" Sayang ini...


" Apa kau mau bilang kalau aku salah paham?" Ruhi menatap Geral dengan tajam.


" Aku melihat dengan jelas semuanya Mas. Kalian nampak sangat menikmati ciuman itu. Aku..


" Bagaimana kami tidak menikmatinya? Kami pasangan kekasih yang saling mencintai." Ucap wanita itu.


" Sofia diamlah!" Ucap Gavin.


Ruhi menatap wanita yang bernama ternyata Sofia. Ia teringat dengan cincin yang ia temukan di akamri Geral saat itu.


" Oh jadi ini wanita yang sudah meninggalkanmu, sekarang dia sudah kembali. Aku ucapkan selamat untuk itu Mas, apa kau juga sudah memasangkan cincin di jari manisnya?" Ruhi menatap tangan Sofia yang masih kosong.


" Oh belum, apa perlu aku ambilkan sekarang atau kau mau aku membelikannya yang baru?" Tanya Ruhi menatap Geral.


" Sayang berhentilah berbicara seperti itu! Aku..

__ADS_1


" Diam!!!" Bentak Ruhi menunjuk wajah Geral.


" Kau memintaku untuk berhenti berbicara?"


" Baiklah, aku akan berhenti berbicara denganmu. Tidak.. Bukan hanya berhenti bicara tapi aku juga akan berhenti dari tugasku sebagai istrimu. Aku tidak akan menganggapmu sebagai suamiku lagi. Aku hanya menganggapmu sebagai pria pecundang yang tidak bisa menepati janjinya. Kau pria terburuk dalam hidupku, semua kata kata cinta yang kau ucapkan palsu Mas. Aku tidak akan pernah mempercayai kamu lagi." Ucap Ruhi penuh penekanan.


" Sayang dengarkan penjelasanku dulu!" Ujar Geral.


" Aku tidak butuh penjelasanmu!!" Bentak Ruhi. Geral memejamkan matanya menahan sesak di dadanya. Ia tidak sanggup melihat air mata yang terus menetes di pipi Ruhi.


" Aku membencimu Mas! Aku sangat membencimu!!" Teriak Ruhi.


Hati Geral bagai di sayat sembilu mendengar ungakapan kebencian dari istri yang sangat ia cintai.


Ruhi menatap Sofia yang saat ini sedang menatapnya.


" Apa kau tidak malu berduaan dengan suamiku? Setelah kau meninggalkannya kini kau datang padanya lalu merayunya?" Tanya Ruhi menatap remeh Sofia.


" Kenapa aku harus malu? Kalau Geral mau sama aku, apa salahnya? Jika kami masih saling mencintai kenapa kami tidak bersama?" Sahut Sofia.


" Kenapa kau bisa seyakin itu? Apa kau sudah bertanya padanya? Apa dia kembali mengungkapkan cinta padamu? Jangan salah Sofia, kau bisa saja tertipu seperti aku. Setiap hari dia menyatakan cintanya padaku, dia bersikap manis padaku, tapi dia bisa mengkhianatiku. Apalagi denganmu, wanita yang pernah membuatnya sakit hati. Jangan sampai kau yang di sakiti kali ini." Ucapan Ruhi menohok hati Sofia.


Sofia menatap Geral sedangkan Geral hanya bisa mengacak rambutnya tanda frustasi.


Tanpa berkata apa apa lagi Ruhi segera keluar dari ruangan Geral.


" Kau keterlaluan Mas, di saat aku ingin memberikan hatiku padamu kau justru mengkhianatiku. Aku menyesal telah menerimamu sebagai suamiku." Tangis Ruhi dalam hati.


Di dalam ruangan Geral, ia menatap tajam Sofia.


" Apa maksudmu mengatakan semua itu pada istriku hah? Apa kau pikir kau bisa kembali padaku setelah apa yang kau lakukan padaku? Tidak Sofia... Aku tidak sudi melepas istriku demi wanita hina sepertimu." Ucap Geral.


" Sayang aku minta maaf! Aku memang salah, dulu aku terlalu percaya pada Wisnu. Itu sebabnya aku meninggalkanmu." Ujar Sofia.


" Lalu setelah Wisnu membuangmu kau mau kembali padaku? Aku tidak akan memaafkanmu apalagi menerimamu kembali. Aku bahkan tidak sudi berdekatan denganmu." Ujar Geral.


" Tapi tadi kau membalas ciumanku, itu artinya kau masih ada rasa kepadaku Geral." Ujar Sofia.


" Kau salah Sofia, aku memang membalas ciumanmu tapi untuk memastikan jika hatiku tidak merasakan debaran lagi saat dekat denganmu. Dan terbukti jika perasaanku untukmu sudah benar benar hilang dari dalam hatiku. Jangan pernah temui aku lagi karena aku tidak sudi melihatmu." Ucap Geral berlalu dari sana.


Sofia mengepalkan tangannya menatap kepergian Geral.


" Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkanmu kembali Geral. Kau lihat saja apa yang bisa aku lakukan padamu." Ucap Sofia tersenyum smirk.


**TBC....


Yang berkenan silahkan mampir di karya autho yang baru kontrak ya... Terima kasih**..


__ADS_1


__ADS_2