
Semua orang menatap Rangga menanti jawaban darinya.
" Mas jawablah pertanyaannya supaya dia bisa tenang dan tidak mengganggu kamu lagi!" Ucap Sandia.
Rangga menatap Gavin seolah ingin meminta ijinnya.
" Katakan saja sejujurnya Rangga! Tidak perlu menyimpan rahasia di sini." Ujar Gavin.
Rangga menatap Sandia, tiba tiba ia menggenggam tangan Sandia.
" Mas mencintaimu Sandia."
Deg...
Jantung Sandia berdetak kencang. Ia menatap mata Rangga mencari kebohongan di sana namun ia tidak menemukannya.
Leon mengepalkan erat tangannya. Ia tidak terima dengan ungkapan cinta Rangga.
" Mas suka padamu sejak pandangan pertama, tapi Mas memutuskan untuk memendam perasaan ini karena Mas sadar siapa diri Mas. Mas bagaikan pungguk yang merindukan bulan Sandia, Mas terlalu tinggi menghayal, bukankah tidak mungkin Mas menggapai bulan itu?" Ungkap Rangga menatap Sandia.
" Bagaimana kau tahu tidak mungkin bisa menggapainya, jika kau saja tidak mencobanya Mas?" Pertanyaan Sandia membuat Rangga membulatkan matanya.
" Maksudmu kau akan memberikan Mas kesempatan? Apa kau mau menerima cinta dari pria yang tidak punya apa apa ini?" Tanya Rangga memastikan.
" Tidak bisa! Sandia tidak mencintaimu, dia hanya mencintaiku. Jadi jangan pernah berharap Sandia mau menerimamu Rangga." Sahut Leon.
Rangga memejamkan matanya. Seharusnya ia tahu jika semua ini pasti akan terjadi.
" Siapa yang memberimu hak untuk mengatakan itu Kak? Ini hidupku jadi jangan ikut campur untuk masalah ini." Sahut Sandia menatap tajam ke arah Leon.
" Tapi Sandia, aku...
" Aku memberikan kesempatan untukmu Mas." Ucap Sandia menatap Rangga.
" Be.. Benarkah?" Tanya Rangga tidak percaya.
" Ya... Kalau kau bisa membuat aku jatuh cinta padamu, maka kita akan menikah. Bagaimana apa kau bisa melakukannya?" Tanya Sandia.
Rangga menatap Gavin dan nyonya Rindu, mereka menganggukkan kepala tanda setuju.
" Baiklah, aku akan berusaha membuatmu membalas cintaku." Sahut Rangga.
" Mas tidak bisa menjanjikan apa apa karena Mas takut tidak bisa menepatinya dan akan membuatmu kecewa. Mas akan selalu berusaha menjaga hubungan ini, Mas akan akan berusaha untuk selalu membuatmu tersenyum bahagia, semoga kau bahagia dengan kesederhanaan yang Mas miliki sayang, dan semoga kita berjodoh dan bisa menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warohmah kedepannya." Ujar Rangga.
" InsyaAllah aku bahagia bersamamu Mas, aku juga akan selalu berusaha menjaga hubungan ini, semoga Tuhan menyatukan kita dalam pernikahan yang bahagia." Ucap Sandia.
" Amin." Ucap Rangga.
Rangga menatap ibu dan yang lainnya.
" Ibu, Gavin, Vania, Leon dan Tante Rindu, aku mohon doa kalian untuk memulai usahaku mendapatkan Sandia. Doakan semoga kami berjodoh dan dapat bersama selamanya sampai maut memisahkan kami." Ucap Rangga.
__ADS_1
" Amin." Ucap mereka semua.
" Doa terbaik untuk Nak, semoga kalian selalu bahagia dan di satukan oleh yang Maha Kuasa." Ucap bibi Tuti.
" Amin, terima kasih Bu." Ucap Rangga.
" Aku tidak akan membiarkan kalian bersatu!! Sandia mencintaiku dan kami saling mencintai maka sudah selayaknya kami bersama. Aku akan mengambil hati Sandia kembali Rangga sampai aku berhasil menikahinya." Ucap Leon.
Merasa kesal, Leon segera keluar meninggalkan kediaman Gavin. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang menuju rumahnya.
" Arggghhhhhh." Teriak Leon memukul mukul stir.
" Bodoh kau Leon... Kenapa kau mengambil keputusan yang membuat hidupmu hancur? Seharusnya aku tidak menikahi Lorenza, seharusnya aku tidak menyakiti Sandia, seharusnya aku melamarnya pasti saat ini aku sudah menikah dengan Sandia. Kau bodoh Leon..... Kau bodoh!!!! Kau menyia-nyiakan kesempatan yang Sandia berikan padamu, kau memang selalu tidak beruntung dalam bertindak. Aku menyesal Sandia.. Aku sangat menyesal.... Sandia.... Kenapa kau tega melakukan ini padaku? Aku tahu kalau aku salah, tapi setidaknya berikan aku kesempatan kedua. Kita saling mencintai tapi kenapa kita tidak bisa bersama? Sakit Sandia... Rasanya sakit sekali.... Sandia maafkan aku.... Maafkan aku Sandia." Monolog Leon.
Leon menambah kecepatannya sampai...
" Aaaaaaa"
Tanpa Leon sadari di depan ada truk yang melintas, ia tidak mampu menginjak rem hingga kecelakaan tidak bisa di hindarkan.
Brak... Brak... Dum...
Mobil Leon terguling guling di aspalan.
" Sandia." Lirih Leon menutup matanya.
Di ruang tamu semua orang masih berkumpul di sana,
" Sandia terima kasih kau mau memberikan Mas kesempatan, Mas tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini." Ucap Rangga.
Tiba tiba..
" Kak Leon!" Sandia beranjak dari duduknya membuat semua orang menatap ke arahnya.
" Ada apa Sandia?" Tanya Rangga.
" Entah kenapa aku merasa terjadi sesuatu dengan kak Leon Mas." Sahut Sandia.
" Gavin coba kau telepon Leon, siapa tahu memang terjadi sesuatu dengannya." Ujar Rangga.
Gavin segera menelepon Leon. Telepon tersambung namun hanya operator yang menjawabnya.
" Tidak aktif." Ucap Gavin.
" Ya Tuhan... Bagaimana kalau terjadi hal buruk pada kak Leon Kak? Aku akan merasa sangat bersalah atas hal ini. Aku yang membuatnya kesal saat pergi dari sini." Ucap Sandia terlihat cemas.
" Tenanglah Sandia! Hilangkan pikiran burukmu itu! Kita berdoa saja semoga Leon baik baik saja." Ucap Rangga mengelus punggung Sandia membuat Sandia sadar.
" Maaf Mas! Aku telah menyakiti perasaanmu." Ucap Sandia.
" Tidak pa pa, Mas memahami perasaanmu." Sahut Rangga sambil tersenyum.
__ADS_1
" Walaupun hatiku sakit melihatnya tapi aku tidak akan menunjukkan padamu Sandia, aku tahu kau masih mencintai Leon itulah sebabnya kau begitu mencemaskan nya. Aku sudah berusaha mengutarakan perasaanku padamu, aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta padaku, dan akan aku pasrahkan kepada Tuhan soal hasilnya. Jika kita berjodoh maka kita pasti akan bersatu." Ujar Rangga dalam hatinya.
" Kau pria yang baik Mas, aku tahu kau begitu terluka tapi kau menyembunyikannya dariku, aku akan berusaha untuk membalas cintamu. Mungkin ini jalan yang Tuhan tunjukkan kepadaku jika kau lah Kebahagiaanku." Batin Sandia.
Tak lama ponsel Gavin berdering. Ia segera mengangkatnya.
" Halo."
...........
" Apa? Leon kecelakaan? Bagaimana keadaannya? Dimana dia sekarang?"
Semua orang terkejut mendengar Gavin, begitupun dengan Sandia. Tubuhnya menegang, jantungnya berdegup dua kali lebih kencang.
" Baiklah saya akan segera ke sana." Gavin mematikan sambungan teleponnya.
" Ap... Apa yang terjadi Kak?" Tanya Sandia cemas.
" Leon mengalami kecelakaan dan kondisinya saat ini kritis, polisi membawanya ke rumah sakit xx, aku harus segera ke sana." Ucap Gavin.
" Aku ikut Kak!" Ucap Sandia beranjak.
Sandia menoleh ke arah Rangga yang saat ini sedang menatapnya.
" Mas... "
" Kau ikut saja! Mas nggak pa pa." Ucap Rangga tahu maksud Sandia.
" Tapi kamu juga ikut ya." Ujar Sandia.
" Baiklah!" Sahut Rangga.
Gavin, Sandia dan Rangga menuju rumah sakit. Sesampainya di sana ketiganya langsung menuju ruang ICU. Kebetulan dokter baru saja keluar dari sana, Gavin segera menghampirinya.
" Bagaimana keadaan Leon Dok?" Tanya Gavin.
" Anda?"
" Saya keluarganya." Sahut Gavin.
" Benturan keras yang mengenai kepala tuan Leon membuat otaknya cidera, tulang kakinya patah dan saat ini tuan Leon mengalami koma."
Jeduarrrr.....
Nah loh gimana nasib Leon selanjutnya?
Penasaran?
Tekan Like koment vote dan kasih 🌹yang banyak buat author biar author makin semangat melanjutkan ceritanya...
Terima kasih untuk readers yang telah mensuport author semoga sehat selalu..
__ADS_1
Miss U All...
TBC....