Pada Akhirnya Aku Menyerah

Pada Akhirnya Aku Menyerah
KEBAKARAN JENGGOT


__ADS_3

Ruhi yang sedang mengawasi murid muridnya tiba tiba di panggil oleh kepala sekolah. Ia segera masuk ke ruang kepala sekolah.


" Siang Pak, ada perlu apa Bapak memanggil saya di saat saya sedang bekerja? Sepertinya ini hal yang sangat penting." Ujar Ruhi berdiri di depan meja Pak Anwar.


" Mohon maaf Bu Ruhi, mulai sekarang anda sudah tidak di perkenankan bekerja di sini. Ini sisa bayaran anda." Ucap pak Anwar memberikan sebuah amplop coklat kepada Ruhi.


" Kenapa tiba tiba Pak? Apa kesalahan yang saya buat sehingga anda menghentikan saya?" Tanya Ruhi.


" Anda tidak bersalah apa apa Bu, hanya saja kami sedang mengurangi pengajar di sekolah ini." Ujar pak Anwar.


" Tapi Pak anda tidak bisa menghentikan saya seperti ini! Ini menyalahi aturan yang berlaku Pak." Ujar Ruhi.


" Saya mohon kerja samanya Bu." Ucap Pak Anwar.


Ruhi menghela nafasnya.


" Baik Pak saya permisi, mohon maaf jika selama ini saya banyak salah dalam mengajar di sini." Ucap Ruhi undur diri.


Ruhi keluar dari ruangan kepala sekolah dengan perasaan kesal.


" Ini pasti perbuatan kamu Kak! Aku akan membuat perhitungan kepadamu." Geram Ruhi.


Ruhi segera menyetop taksi di depan sekolah, ia menuju kantor Geral. Lima belas menit kemudian Ruhi sampai di kantor Geral. Ia segera masuk ke lobby perusahaan menuju ruangan Geral. Semua karyawan memberikan hormat kepadanya, ia hanya membalasnya dengan senyuman.


Ceklek....


Ruhi membulatkan matanya saat melihat Geral sedang memangku seorang wanita. Ia yakin jika itu sekretarisnya.


" Ehm ehm."


Geral dan Ratna menoleh ke asal suara.


" Sayang." Geral langsung mendorong tubuh Ratna hingga jatuh ke lantai membuat Ratna memekik kesakitan.


" Awh."


" Sayang jangan salah paham! Ini tidak seperti yang kau pikirkan." Ucap Geral berdiri di depan Ruhi.


" Aku tidak peduli, yang aku peduliin kenapa kamu meminta kepala sekolah untuk memberhentikan aku?" Ruhi menatap Geral tajam.


" Karena aku tidak mau kamu capek kerja keras cari uang sedangkan aku sanggup memberikan berapapun yang kamu mau." Sahut Geral.


" Benarkah?" Tanya Ruhi melipat kedua tangan di dadanya.


" Memangnya kamu mau berapa sayang? Katakan saja!" Ujar Geral menyelipkan anak rambut Ruhi ke telinga. L


" Seluruh hartamu." Tekan Ruhi melirik Ratna yang tersenyum remeh.


" Baiklah sayang, akan aku berikan seluruh hartaku kepadamu. Aku akan menyuruh Tito untuk mengurus surat pengalihan hartaku." Ucap Geral tanpa pikir panjang.


Ratna yang mendengarnya melongo membulatkan matanya. Ruhi tersenyum simpul melihatnya.


" Kira kira kalau kamu jatuh miskin, ada pelakor yang mendekatimu nggak ya?" Tanya Ruhi melirik Ratna.

__ADS_1


" Kalau yang mendekatiku sangat banyak sayang, bahkan mereka beterbangan seperti lalat. Tapi aku tidak akan tergoda oleh para lalat itu." Sahut Geral.


" Oh ya sayang, aku belum makan siang. Gimana kalau kita makan siang bersama?" Tawar Geral menatap Ruhi.


" Aku...


Drt drt...


Ruhi menjeda ucapannya, ia segera mengangkat teleponnya.


" Halo Lang, ada apa?" Tanya Ruhi kepada Galang di seberang sana.


Geral melotot mendengar Ruhi menyebut nama pria lain.


........


" Oke saya akan ke sana sekarang juga." Sahut Ruhi menutup teleponnya.


" Mau kemana?" Tanya Geral.


" Kamu sudah membiarkan kamu menghabiskan waktu berdua dengan sekretarismu, sekarang gantian kau yang harus membiarkan aku berduaan dengan muridku." Ucap Ruhi mengerlingkan matanya.


" Tidak boleh!" Ucap Geral mencekal tangan Ruhi.


" Aku tidak sedang meminta ijinmu Kak, jadi lepaskan aku!" Ujar Ruhi.


" Aku tidak akan membiarkanmu pergi bersama pria lain, walaupun dia hanya muridmu." Ucap Geral.


" Apa kau meminta pendapat dan ijinku saat memangku wanita itu?" Tanya Ruhi menatap Ratna.


" Heh... Wanita berkelas jadi jatuh pun memilih tempat yang nyaman." Cibir Ruhi tersenyum smirk.


" Bukan begitu Nona tapi saya...


" Sengaja melakukanya." Sahut Ruhi memotong ucapan Ratna.


" Sudah sayang jangan berdebat, sekarang mending kita makan siang saja." Geral menarik tangan Ruhi keluar ruangan.


Geral melajukan mobilnya menuju resto xx. Entah kebetulan atau kesialan, resto itu tempat yang sama dengan yang di janjikan Galang. Ruhi menahan senyum setelah menyadarinya.


Keduanya masuk ke dalam, tatapan Ruhi terpaku pada sosok Galang yang duduk di meja nomer tiga. Ruhi mendahului Geral menghampiri Galang.


" Hai, sudah lama?" Tanya duduk di depan Galang.


Geral mengepalkan tangan melihatnya.


" Sayang kita cari meja lain saja!" Ujar Geral.


" Tidak usah Kak, kita di sini saja. Kalau kamu mau mencari meja lain ya silahkan!" Sahut Ruhi.


Geral menghela nafasnya, mau tidak mau akhirnya ia duduk di kursi samping Ruhi.


Mereka bertiga memesan ayam lada hitam, gurameh bakar, nasi putih dan ayam kremes. Setelah pesanan datang, mereka mulai memaksakan pesanannya.

__ADS_1


" Kenapa kau resign dari sekolahan Miss?" Tanya Galang membuat Ruhi menatap ke arahnya.


" Karena saya yang melarangnya. Saya tidak mengizinkan istri saya bekerja lagi."


Uhuk uhuk uhuk...


Galang tersedak makanannya.


" Ini minum dulu!" Ruhi memberikan segelas air putih kepada Galang.


Lagi lagi hati Geral memanas melihatnya.


" Terima kasih Miss." Ucap Galang.


" Sama sama, lain kali hati hati!" Ucap Ruhi di balas senyuman oleh Galang.


Galang menatap Ruhi dan Geral bergantian.


" Apa benar dia suamimu Miss?" Tanya Galang menunjuk Geral.


Ruhi menganggukkan kepalanya.


" Kapan kalian menikah?" Tanya Galang.


" Beberapa hari yang lalu, maaf tidak mengundangmu karena saya tidak tahu jika Ruhi punya murid yang sangat dekat dengannya." Sahut Geral menatap Galang.


" Tidak apa apa Pak. Walaupun di undang saya pasti tidak akan datang." Sahut Galang membuat Ruhi menahan tawa.


" Tapi tenang saja! Aku akan mengundangmu saat anak pertama kami lahir nanti."


Uhuk uhuk


Kali ini gantian Ruhi yang tersedak. Geral segera memberikan jusnya kepada Ruhi.


" Minumlah sayang biar mendingan." Ujar Geral sambil mengelus punggung Ruhi.


" Apa anda yakin Miss Ruhi mau memberikannya kepada anda?"


Pertanyaan Galang membuat Geral melongo tak percaya. Ia menatap Ruhi di balas gelengan kepala olehnya. Geral menatap Galang.


" Lancang sekali kau berbicara seperti itu padaku! Apa kau tidak tahu bagaimana bicara yang sopan kepada orang yang lebih tua? Lagian kenapa Ruhi tidak mau? Kami suami istri dan kami saling mencintai. Apa kau pikir kau bisa merebut Ruhi dariku? Tidak akan bisa! Walaupun kau sangat mencintainya sekalipun." Ujar Geral kesal.


" Sans aja Pak! Aku kan hanya bercanda. Walaupun aku mencintai Miss Ruhi, tapi aku tidak akan merebutnya darimu Pak. Lagian aku tidak suka memaksakan hubungan pada orang lain." Sahut Galang menohok hati Geral.


" Sialan! Apa bocah ini sengaja menyindirku? Kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa bocah tengik. Awas saja jika sampai kau mempengaruhi Ruhi untuk meninggalkan aku! Aku rasa aku harus menjauhkan Ruhi darinya." Batin Geral.


Apakah yang akan di lakukan Geral? Mau lanjut atau ganti kisah Leon? Tulis di kolom komentar ya...


Author nantikan Like, koment, vote dan hadiahnya ya..


Terima kasih..


Miss U All...

__ADS_1


TBC..


__ADS_2