Pada Akhirnya Aku Menyerah

Pada Akhirnya Aku Menyerah
Cinta menjadi Kebencian


__ADS_3

Gavin melihat ke arah kolam renang, sepi...


" Dimana Leon?" Gavin mengerutkan keningnya.


Gavin celingak celinguk mencari Leon.


" Asataga!!!! Pasti dia kram kaki sama perut." Gavin segera melompat ke kolam renang mencari Leon.


Dan benar saja, tubuh Leon tenggelam di pojokan kolam renang.


" Leon, Leon!" Gavin menyeret tubuh Leon ke permukaan. Ia mengangkat tubuh Leon ke atas kolam.


" Vania, Sandia, Mama." Teriak Gavin.


Vania dan nyonya Rindu yang mendengarnya segera menghampiri Gavin.


" Ada apa Mas? Kenapa kalian basah begini?" Tanya Vania.


" Leon tenggelam." Sahut Gavin.


" Astaga!!" Vania menutup mulutnya dengan tangannya.


Gavin mencoba menekan dada Leon berharap Leon bisa memuntahkan airnya namun tidak berhasil.


" Leon bangunlah!" Ucap Gavin panik.


Sandia yang mendengar keributan melongoknya di balkon kamar. Ia melihat tubuh Leon yang terbujur di tepi kolam menjadi khawatir.


" Sandia turunlah! Kak Leon tenggelam di kolam." Teriak Vania.


Deg...


Jantung Sandia terasa berhenti berdetak. Ia segera berlari turun menuju kolam.


" Kak Leon." Sandia menghampiri tubuh Leon.


" Coba tekan lagi Kak!" Ucap Sandia cemas.


" Sandia dia butuh nafas buatan."


Ucapan Vania membuat Sandia melongo.


" Beri dia nafas buatan Sandia, cepat!" Ucap Gavin.


Tanpa berpikir panjang Sandia segera memberikan nafas buatan kepada Leon, satu kali gagal, dua kali juga gagal dan yang ketiga kali baru dia berhasil.


Uhuk uhuk uhuk...


Leon memuntahkan air dari mulutnya.


" Alhamdulillah." Ucap semuanya.


Uhuk uhuk uhuk...


Sandia membantu Gavin duduk, Vania segera memberikan segelas air putih kepada Leon.


" Minum dulu Kak." Ucap Vania.


Sandia membantu Leon meminumnya.


" Terima kasih Vania." Ucap Leon yang di balas anggukan kepala oleh Vania.


Leon menatap Sandia begitupun sebaliknya.

__ADS_1


" Sandia aku... "


Belum sempat Leon melanjutkan ucapannya, Sandia sudah pergi dari sana.


" Sandia tunggu!" Ucap Leon hendak beranjak namun ia tidak bisa.


" Awh!" Pekik Leon merasakan sakit di kaki dan perutnya yang terasa kram.


Sandia tidak peduli ia kembali ke kamarnya.


" Aku bantu ke kamar, ayo!" Gavin membopong Leon menuju kamar tamu di ikuti Vania dan nyonya Rindu.


Gavin menurunkan Leon di atas ranjang.


" Kalian keluarlah! Aku akan mengganti baju Leon dulu!" Ucap Gavin menatap Vania dan mamanya.


" Iya." Sahut keduanya.


" Aku akan buatkan wedang jahe hangat untuk Kak Leon." Ujar Vania.


Setelah mereka berdua keluar, Gavin mengganti baju Leon yang ada di almari. Beruntung Leon selalu meninggalkan bajunya di kamar ini saat ia menginap.


Setelah memakai baju, Gavin membantu Leon duduk bersandar pada headboard.


" Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian berdua?" Tanya Gavin menatap Leon.


"Kami saling mencintai, tapi Sandia marah karena aku menikahi Lorenza." Sahut Leon jujur.


Gavin tidak terkejut karena Vania sudah menceritakannya.


" Jelas lah dia marah, apa alasanmu menikahi Lorenza?" Selidik Gavin.


Leon menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


Pertanyaan Gavin membuat Leon melongo.


" Iya, kenapa aku tidak kepikiran sampai situ ya. Baiklah aku akan mencera*kan Lorenza besok pagi." Ujar Leon.


" Tapi apa Sandia mau menerimaku setelah apa yang aku lakukan padanya?" Leon menatap Gavin.


" Aku akan membantumu." Ucap Gavin menepuk pundak Leon.


" Apa kau merestui hubungan kami?" Tanya Leon.


" Tentu saja, kenapa tidak? Aku tahu alasanmu menjadi penjajah wanita." Ujar Gavin.


" Sialan Lo! By the way terima kasih." Ucap Leon.


Setelah meminum wedang jahe yang di buatkan oleh Vania, Leon tidur merasuk ke alam mimpinya.


Pagi hari mereka semua sedang sarapan bersama. Nyonya Rindu, bibi Tuti, Rangga, Vania dan Sandia, sedangkan Gavin belum turun.


" Sandia tolong bawakan makanan ke kamar Leon, dia masih kesulitan berjalan." Titah Gavin.


" Minta yang lainnya aja Kak, aku ada pekerjaan setelah ini. Aku harus mempersiapkan kepindahan ku." Sahut Sandia.


" Kakak tidak akan mengijinkanmu kemana mana, kau akan tetap di sini bekerja pada perusahaan Kakak." Ucap Gavin membuat Sandia merasa kesal.


" Aku sudah bilang kemarin Kak, aku...


" Kamu pergi hanya untuk menghindari Leon." Sahut Gavin memotong ucapan Sandia.


" Siapa yang bilang seperti itu? Kepergianku tidak ada sangkut pautnya dengannya." Ucap Sandia.

__ADS_1


" Sandia, Leon menikahi Lorenza karena ada alasannya dan kau tahu alasan itu, dia sudah menceraikan Lorenza pagi ini karena memang dia tidak mencintai Lorenza, Kakak berharap kamu mau memaafkannya dan menerimanya sebagai pasangan hidupmu, Kakak merestuinya." Ucap Gavin.


" Aku tidak mau menikah dengannya, bagiku orang yang telah membuangku tidak pantas mendapatkan aku kembali." Sahut Sandia.


" Sandia kau tidak boleh egois seperti itu, Leon terpaksa melakukannya, kau harus bisa seperti Kakakmu Vania yang pandai menilai keadaan. Kau..


" Sayangnya aku bukan kak Vania Kak, aku tidak akan memaafkan orang yang telah menyakitiku, aku tidak akan menjadi orang bodoh yang rela mengalah hanya demi kata cinta. Aku bisa menemukan pria yang lebih baik dari dirinya. Bahkan jauh lebih baik yang bisa membuatku bahagia." Sahut Sandia.


" Untuk masalah ini aku harap Kakak tidak perlu ikut campur, ini hidupku dan biarkan aku mengambil keputusan sesuai yang aku inginkan. Aku tidak butuh pendapat Kakak di sini."


" Sandia!!!" Bentak Gavin membuat semua orang berjingkrak kaget.


Untuk pertama kalinya Gavin membentak Sandia. Nyali yang begitu terlihat berani kini hilang seketika hanya karena satu bentakan saja.


" Pergi bawakan makanan untuk Leon sekarang juga!" Tekan Gavin.


Dengan terpaksa Sandia menuruti perintah Gavin. Ia tidak mau membuat Gavin lebih marah lagi.


Sandia masuk ke kamar Leon dengan nampan berisi makanan di tangannya.


" Sandia kau ke sini?" Tanya Leon menatap Sandia.


Sandia meletakkan nampan di atas nakas. Ia menatap Leon dengan tatapan penuh kebencian.


" Sandia ada apa?" Tanya Leon.


" Apa yang kau adukan pada kak Gavin? Kau mencoba meminta dukungan darinya agar aku mau menerimamu?" Sandia tersenyum sinis.


" Aku tidak...


" Tidak usah mengelak, aku tahu benar siapa dirimu. Dari awal kita tidak punya hubungan apa apa jadi jangan bersikap seolah kita punya hubungan yang kuat. Jangan mempersulit hidupku dengan terus mengejarku, aku tidak peduli kau sudah bercerai dari Lorenza atau tidak sekalipun karena semua itu tidak berpengaruh apa apa untukku. Aku telah memberikanmu kesempatan tapi kau menyia-nyiakan kesempatan itu, dan jangan harap aku mau memberikan kesempatan kedua kepadamu. Berhentilah berharap bisa memilikiku karena sampai kapan pun itu tidak akan pernah terjadi." Ucap Sandia penuh penekanan.


" Sandia dimana tatapan penuh cinta itu? Kenapa aku merasa kau begitu membenciku?" Leon menatap Sandia.


" Cinta?" Sandia menatap remeh Leon.


" Setelah kau menyakiti hatiku kau masih mengharap cinta dariku? Sungguh tidak punya malu." Ucap Sandia.


" Asal kau tahu saja tuan Leon yang terhormat, rasa cinta yang pernah aku miliki telah berubah menjadi rasa benci yang mendalam di hatiku. Aku tidak sudi mencintai pria yang telah mengkhianatiku, aku tidak peduli apapun alasannya. Apa kau mengerti?" Sambung Sandia masih menatap Leon.


Hati Leon mencelos, sakit... Rasanya sakit sekali mendengar kata kebencian dari bibir Sandia.


" Mulai sekarang jangan usik hidupku lagi! Setelah ini kau bisa pergi dari sini dan kembali ke rumahmu, istrimu sudah menunggumu." Sandia meninggalkan Leon saat ia sampai pintu ia menghentikan langkahnya karena kata kata Leon.


" Aku tidak akan menyerah Sandia, semakin kau menolak ku maka semakin kuat tekadku untuk mendapatkanmu." Ucap Leon.


Sandia melanjutkan langkahnya tanpa menimpali ucapan Leon. Ia tidak mau pusing dengan apa yang akan Leon lakukan. Hatinya sudah masti rasa untuk Leon.


Kira kira apa yang akan di lakukan Leon nih?


Sandia luluh gak ya?


Jangan lupa tekan like koment vote dan kasih 🌹 yang banyak buat author biar makin semangat ngetiknya...


Terima kasih untuk readers yang telah memberikan suportnya pada author, semoga sehat selalu...


Miss U All...


TBC...


Author ucapkan selamat hari ibu untuk ibu2 semua se Indonesia...


__ADS_1


__ADS_2