
" Kamu."
" Kamu." Ucap Leon dan Feni bersamaan.
Leon terkekeh menatap Feni sedangkan Feni merasa ketakutan.
" Siapa dia Mas? Apa kalian saling kenal?" Tanya Dane menatap Leon.
" Dia wanita yang sering tidur bersamaku dulu."
Jeduarrr...
Bagai di sambar petir di siang bolong, tubuh Zian terasa kaku, lidahnya terasa kelu tidak bisa di gerakkan.
" Owh ternyata kau wanita j@l@ng toh." Ujar Dane.
" A.. Aku... " Gugup Feni.
Zian menatap Feni dengan tatapan tajam. Begitupun dengan Danesha yang menatap Leon dengan tatapan tajam.
" Mati gue... Kenapa malah gue buka aib gue sendiri di depan Dane? Bodoh kau Leon... Siap siap menerima hukuman dari Dane, atau yang paling buruknya adalah kehilangan dia. Sial.. Sial.. Sial." Gerutu Leon dalam hati.
Danesha menatap Zian dan Feni.
" Aku nggak nyangka Zian, kau membuang wanita berharga sepertiku demi mendapatkan wanita sampah sepertinya. Kau mendapatkan bekas dari pria lain, entah berapa banyak pria itu." Cibir Danesha.
" Kau juga mendapatkan sisa dari orang lain Dane, kau malah lebih menyedihkan karena mendapatkan sisa dariku." Ucap Feni tidak tahan dengan hinaan Danesha.
" Seorang pria mempunyai wanita lebih dari satu itu sudah biasa Feni, tapi jika wanita memiliki pria lebih dari satu itu baru luar biasa. Aku kagum sama kamu, memang benar kata Zian kalau kau lebih baik dariku, lebih baik dalam menyimpan dusta. Aku jadi penasaran bagaimana kau membohongi Zian saat malam pertama kalian? Aku yakin kau pasti menggunakan pil biru atau mungkin obat tidur agar Zian tidak menyadarinya." Ucap Danesha tersenyum sinis.
Deg...
Jantung Zian terasa berhenti berdetak, pasalnya tebakan Dane benar. Saat malam pertama Feni memang menaruh obat tidur ke minuman Zian walaupun dengan dosis rendah. Hingga saat penyatuan Zian tidak fokus pada kegiatannya, ia lebih fokus pada rasa kantuknya.
" Kenapa kau diam? Apa tebakanku memang benar?" Tanya Danesha menatap Zian dan Feni.
" Sungguh miris sekali hidupmu setelah berpisah dariku Zian. Aku turut prihatin dengan apa yang menimpamu tapi inilah karma. Kau telah menyakitiku maka sekarang giliran kau yang tersakiti." Ucap Danesha.
" Ayo Mas kita ke kamar!" Danesha mengapit lengan Leon menuju kamarnya. Setelah di rasa tidak terlihat lagi oleh Zian, Danesha segera melepas tangannya dan meninggalkan Leon.
" Sayang tunggu!" Leon mengejar Danesha masuk ke kamarnya.
Danesha merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Leon mendekatinya, ia duduk di samping Danesha.
" Aku minta maaf! Bukan maksudku untuk menyembunyikan masa laluku, tapi aku terlalu malu untuk mengakuinya." Ucap Leon menundukkan kepala.
" Sudah berapa wanita yang kau tiduri?" Tanya Danesha.
__ADS_1
" Aku lupa menghitungnya." Sahut Leon.
" Tapi lebih dari sepuluh wanita kan?" Danesha bertanya lagi. Leon menganggukkan kepalanya, Danesha menghembuskan kasar nafasnya.
" Apa sekarang kau sudah berhenti dengan kebiasaan burukmu itu?" Tanya Danesha.
" Di malam pernikahan Gavin dan Vania, Gavin memberikan Vania kepadaku. Aku hendak memaksanya namun dia memohon dengan segala kerendahan hatinya. Entah mengapa kata katanya sangat menyentuh hatiku. Sejak saat aku aku berhenti dari kebiasaan burukku. Dan saat bersamamu itu untuk yang pertama kali setelah sekian lama aku bertobat." Terang Leon.
" Kenapa kau sampai terjerumus ke sana? Kau pasti punya alasan sendiri." Ujar Danesha ingin tahu masa lalu pria yang saat ini menjadi suaminya.
" Karena aku mencintai Sandia, adiknya Gavin. Aku tidak bisa mengungkapkannya karena aku sadar siapa diriku, itu sebabnya aku melampiaskan amarahku dengan melakukan hal bejat itu. Sandia juga sangat berperan dalam kesembuhanku melakukan hal itu." Sahut Leon menatap Danesha.
" Apa kau masih...
" Tidak, aku tidak ada perasaan apa apa kepadanya. Aku hanya mencintaimu." Sahut Leon memotong ucapan Danesha.
Danesha tersenyum menatap Leon.
" Kau harap anak kita nanti tidak menuruni sifatmu, aku ingin anak kita nanti menjadi anak yang bertanggung jawab dan memiliki sikap gentle." Ujar Danesha mengelus perut ratanya.
" Tentu." Sahut Leon.
" Apa kau memaafkan aku? Apa kau tidak membenciku setelah mengetahui masa laluku?" Tanya Leon.
" Semua orang punya masa lalu, kau tinggalkan masa lalumu itu di belakang dan jangan pernah kau bawa masa lalumu itu ke masa depan." Ucap Dane.
" Bolehkah aku menyapanya?" T anya Leon menatap perut Danesha.
" Kenapa harus meminta ijin? Bukankah setiap malam kau selalu menyapanya?"
Leon menatap Danesha.
" Apa kau tahu?" Tnaya Leon memastikan.
" Sangat tahu, hal itu juga yang menjadi pemicu keinginanku untuk selalu bersamamu." Sahut Danesha.
" Terima kasih sayang, aku tidak menyangka jika selama ini diam diam kau tahu apa yang aku lakukan pada anakku." Ucap Leon mencium kening Danesha.
Tubuh Danesha mendadak menjadi kaku. Ia menatap Leon begitupun sebaliknya. Danesha menyembunyikan senyumannya menahan rasa gugup yang ia rasakan saat ini.
" Aku ke kamar mandi dulu." Ucap Danesha turun dari ranjang.
Leon tersenyum menatap punggung Danesha. Ia tahu betul jika Danesha malu.
Di kamar lain tepatnya di kamar Zian, Zian nampak sangat emosi. Ia tidak pernah menyangka jika wanita yang ia nikahi ternyata seorang j@l@ng.
" Aku minta maaf Zian, aku tidak bermaksud menyakiti hatimu. Aku tidak memberitahumu selama ini karena aku takut kehilanganmu. Aku sangat mencintaimu Zian, aku mohon maafkan aku!" Ucap Feni sambil menangis.
__ADS_1
" Kau bukan mencintaiku tapi kau mengincar hartaku!!!" Bentak Zian membuat Feni berjingkrak kaget.
Zian menatap Feni dengan tajam.
" Sekarang aku tahu apa alasanmu menikung pacar sahabatmu sendiri. Semuanya karena uang Feni. Kau sudah lelah mencari uang di luar sana, itu sebabnya kau mendekatiku dan membuatku menikahimu. Pantas saja kau dengan mudah membuatku merasakan nyaman ternyata itu pekerjaanmu. Merayu pria hidung belang di luar sana." Ucap Zian dengan nada tinggi.
" Atau jangan jangan kau tidak bisa hamil bukan karena kecelakaan itu, melainkan karena kau pernah mengalami keguguran karena pernah mengandung anak dari salah satu pria hidung belang itu."
Deg...
Jantung Feni terasa berhenti berdetak.
" Kenapa diam saja? Apa tebakanku benar hah? Katakan Feni!!" Bentak Zian mengguncang bahu Feni.
" Hiks... Hiks... Maafkan aku!" Ucap Feni.
Zian menjauhkan tangannya dari bahu Feni. Ia menatap Feni sambil memundurkan tubuhnya.
" Ternyata Dane benar, aku membuang wanita mulia hanya demi wanita sampah sepertimu. Bahkan aku menentang keluargaku demi untuk menikahimu. Aku benar benar bodoh karena telah masuk ke dalam perangkap wanita kotor sepertimu." Ucap Zian tidak percaya.
" Arghhh!!!!" Teriak Zian mengacak kamarnya.
" Zian maafkan aku! Tolong hentikan! Jangan seperti ini!" Ucap Feni.
Zian kembali menatap Feni.
" Hari ini aku katakan kau bukan lagi istriku." Teriak Zian.
Jeduarrr...
Dunia Feni terasa runtuh.
" Tidka Zian, jangan ceraikan aku! Aku tidak mau. Aku sangat mencintaimu Zian."
Tanpa mempedulikan Feni, Zian segera pergi dari kamarnya.
" Zian tunggu aku! Zian jangan tinggalkan aku! Arghhhh!!!" Teriak Feni menarik kasar rambutnya.
" Dane..... Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu. Pernikahanku hancur karenamu maka aku juga akan menghancurkan pernikahanmu. Aku tidak akan pernah tahu apa yang akan aku lakukan padamu." Ucap Feni
Kira kira apa ya yang akan di lakukan Feni?
Di nantikan like koment vote dan 🌹yang banyak buat author ya...
Terima kasih...
Miss U All..
__ADS_1
TBC...