Pada Akhirnya Aku Menyerah

Pada Akhirnya Aku Menyerah
Penjelasan Leon


__ADS_3

Leon segera mengejar Sandia melewati lorong lorong sampai saat melewati gudang, Leon menarik tangan Sandia masuk ke dalam. Leon segera mengunci pintunya dan menaruhnya di saku kemejanya.


" Apa apaan sih Kak!" Bentak Sandia menatap Leon.


" Kau harus mendengarkan penjelasanku Sandia!" Ucap Leon.


" Memangnya siapa kau? Apa hubunganku denganmu hah sehingga aku harus mendengarkan alasanmu?" Tekan Sandia melipat kedua tangannya di dadanya.


" Sandia, aku terpaksa menikahi Lorenza karena itu permintaan terakhir ayahnya sebelum meninggal San, kami berdua terpaksa melakukan pernikahan ini. Kami sepakat menjalani pernikahan selama tiga bulan saja. Setelah itu kami akan berpisah, aku dan dia hanya nikah siri saja." Terang Leon.


" Memangnya kau pikir aku peduli gitu?" Sandia menatap tajam ke arah Leon.


Leon melongo mendengar ucapan Sandia. Reaksi Sandia sungguh di luar ekspektasi.


" Aku tidak peduli dengan alasanmu sama sekali Kak, terserah kau mau menikahinya karena terpaksa ataupun karena cinta, aku tidak tertarik untuk mengetahuinya. Lalu kenapa kau repot repot mengatakannya padaku?" Ujar Sandia.


" Sandia aku tahu kau sangat kecewa, aku minta maaf! Aku berjanji untuk melamarmu tapi aku justru menikahi wanita lain, aku minta maaf Sandia! Tapi percayalah aku hanya mencintaimu saja bukan Lorenza ataupun wanita yang lainnya." Ucap Leon.


" Kau lebih memilih menikahinya daripada melamar aku Kak, semuanya sudah jelas di sini kalau dia lebih berarti bagimu daripada aku. Apalagi yang ingin kau buktikan padaku? Semuanya sudah jelas Kak, lagian aku juga tidak pa pa, aku malah bersyukur kau menunjukkan seberapa berartinya diriku untukmu saat ini, kalau kau menunjukkannya setelah kita menikah aku akan lebih terluka lagi." Ucap Sandia.


" Sandia bukan itu maksudku, aku tidak punya pilihan lain saat itu. Ayah Lorenza sakit keras, dia menitipkan Lorenza kepadaku dengan menikahinya. Aku tidak tega menolak permintaannya Sandia, cobalah mengerti posisiku saat ini." Ujar Leon.


" Kenapa kau merasa terbebani dengan keputusanmu sendiri Kak? Aku sama sekali tidak memberatkanmu, aku menghargai keputusanmu. Sekarang lupakan janjimu padaku karena aku tidak akan pernah menagihnya Kak. Jalani hidup kita masing masing, jangan temui aku lagi!" Ucap Sandia.


" Tidak Sandia, aku mohon jangan seperti ini! Setelah aku berpisah dengan Lorenza aku akan menikahimu. Aku janji itu dan aku akan menepatinya! Aku mohon bersabarlah!" Pinta Leon.


" Apa kau pikir aku mau menunggumu?" Sandia tersenyum sinis.


" Apa kau pikir aku mau menikahi duda sepertimu? Hello.... Untuk apa aku melakukan semua itu? Hanya membuang buang waktuku saja Kak. Aku bisa mendapatkan cinta dari orang yang benar benar tulus mencintaiku." Sahut Sandia.


" Hanya aku yang tulus mencintaimu Sandia." Ujar Leon.


" Ketulusan yang mana yang kau katakan Kak? Setelah mengungkapkan cinta padaku kau menikahi orang lain, apa itu yang kau sebut dengan ketulusan?" Tanya Sandia.


" Aku sudah menjelaskan alasannya Sandia." Ujar Leon.


" Bullshit dengan penjelasanmu, sudahlah aku mau pulang. Ingat! Jangan temui aku lagi karena aku tidak sudi di temui oleh pria yang sudah menjadi suami orang." Ucap Sandia.


" Sebelum kau berjanji mau menungguku maka aku tidak akan membiarkanmu keluar dari sini." Ucap Leon.


" Jangan mempersulit ku Kak! Ini keputusanmu bukan keputusanku. Kau sendiri yang telah membuangku jadi jangan pernah sesali apa yang telah kau lakukan padaku. Sekarang buka pintunya atau aku akan teriak di sini." Ancam Sandia.


" Aku tidak akan membiarkan kamu pergi Sandia." Ucap Leon memancing emosi Sandia.

__ADS_1


" Aku bilang buka!" Bentak Sandia.


Tiba tiba Leon menarik Sandia membuat jarak mereka begitu dekat, Leon mencium bibir Sandia dengan paksa.


" Hmmpttt.. " Sandia mencoba memberontak namun tenaganya kalah dengan tenaga Leon.


Sandia menggigit bibir Leon hingga berdarah.


" Shhh." Leon melepas ciumannya lalu..


Plak....


Tamparan keras mendarat di pipi Leon dari Sandia.


" Kau benar benar brengsek!" Teriak Sandia.


" Sekali bejat tetaplah bejat, kau tidak akan pernah bisa berubah. Aku semakin yakin dengan keputusanku untuk menjauh darimu Kak." Ucap Sandia.


Sandia mengambil kunci di saku Leon, lalu membukanya. Ia pergi meninggalkan Leon dengan perasaan kesal.


" Sandia.... " Tubuh Leon luruh ke lantai.


" Jangan tinggalkan aku Sandia! Aku tidak bisa hidup tanpamu hiks... " Leon menangis menyesali keputusannya.


Sandia berlari menuju mobilnya, Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang menuju rumahnya.


Malam hari setelah makan malam, Leon datang bersama Lorenza. Sandia memutar bola matanya malas. Ia menghampiri mereka yang sedang bersantai di ruang keluarga.


" Malam Tante." Sapa Leon.


" Malam sayang, silahkan bergabung bersama kami." Ucap nyonya Rindu.


" Terima kasih Tante, aku dan Lorenza ada perlu dengan Sandia." Ucap Leon.


Nyonya Rindu menatap Sandia.


" Sandia."


" Aku tidak ada urusan dengan mereka berdua Ma." Sahut Sandia.


" Sandia aku mohon! Jangan bersikap kekanakkan seperti ini." Ucap Leon.


Sandia menatap tajam ke arah Leon.

__ADS_1


" Kekanakkan? Apa maksudmu hah?" Ucap Sandia.


" Sandia Kakak tidak tahu ada masalah apa dengan kalian berdua, sekarang pergilah selesaikan masalahnya!" Titah Gavin.


Dengan malas Sandia beranjak dari kursinya, ia berjalan menuju taman belakang. Ia duduk santai di dekat kolam renang di ikuti Leon dan Lorenza.


" San kenalkan aku Renza." Lorenza mengulurkan tangannya.


Sandia membalas uluran tangannya tanpa menyebutkan namanya.


" Aku ke sini untuk minta maaf padamu karena aku telah menghancurkan hubungan kalian berdua." Ucap Lorenza.


" Aku tidak ada hubungan apa apa sebelumnya dengan Leon, aku juga tidak punya perasaan apa apa dengan Leon. Kami berteman sejak kecil, kemarin ayahku sakit keras dan permintaan terakhir ayahku adalah pernikahan kami. Kami berdua terpaksa melakukannya Sandia, kami sepakat setelah tiga bulan kami akan berpisah. Aku akan menikah dengan kekasihku begitupun dengan Leon." Terang Lorenza.


" Awalnya aku meminta Leon untuk menyembunyikan pernikahan kami dari keluargamu, tapi Leon menolaknya. Ia tidak mau menyembunyikan apapun darimu ataupun keluargamu. Leon sangat mencintaimu San, percayalah!" Sambung Lorenza.


" Sudah selesai bicaranya?" Sandia menatap Lorenza.


Lorenza melongo melihat reaksi Sandia.


" Kenapa kamu repot repot menjelaskan semua ini padaku? Aku bukan siapa siapanya kak Leon, hubungan mana yang kau hancurkan sedangkan aku tidak punya hubungan apa apa dengannya? Sudahlah Lorenza, jangan merasa bersalah begitu padaku. Aku ucapkan selamat untuk pernikahan kalian berdua." Sandia beranjak meninggalkan mereka.


" Arghhhh!!!" Teriak Leon menarik kasar rambutnya.


Byurrrr.....


Leon melompat ke kolam renang, ia berenang dengan cepat mengeluarkan kekesalan dalam hatinya. Lorenza yang tidak tahan melihat semua itu memilih untuk pulang.


" Tante aku pulang dulu ya! Leon sedang berenang di belakang." Ucap Lorenza.


" Baiklah hati hati!" Ucap nyonya Rindu tidak mau menahannya.


Gavin berjalan menuju kolam renang, ia melihat Leon yang berenang tidak seperti biasanya.


" Sebenarnya ada masalah apa dengan mereka? Aku harus segera mencari tahu." Batin Gavin.


Saat Gavin melihat ke kolam renang tiba tiba....


Tiba tiba apa hayoooo.....


Jangan lupa like koment vote dan kasih 🌹yang banyak biar author makin semangat


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All...


TBC....


__ADS_2