
Eva pov
Aku berdiri dijalan setapak ditengah hutan belantara pohon pohon raksasa mengelilinginya ,udara terasa lembab disini , Aku bingung antara harus maju atau berbalik kebelakang di jalan setapak tanah merah itu seperti tak berujung.
"Dimana ini" gumam ku "kenapa aku bisa disini? "
"Eva" panggil seseorang yang tak kelihatan wujudnya menggema dihutan perawan itu.
Membuat ku merinding takut.
"SIAPA ITU" teriak ku mengumpulkan keberanian"KELUAR, SIAPA ITU"
"ini mama nak " suara wanita lembut menggema.
Aku berlari menyusuri jalan setapak mencari sumber suara sambil berteriak.
"ma,, mama" kupanggil "mama dimana? "
Cukup jauh Aku berlari hingga lari ku terhenti melihat seorang wanita berdiri ditengah jalan kepalanya menunduk memakai baju putih posol semata kaki lengan bajunya panjang rambut hitam legam panjang sepinggang tergerai menutupi wajahnya.
"Eva" panggilanya
__ADS_1
Aku menyipitkan mata mengamati siapa wanita yang memanggilku.
"Apa itu mama ? kenapa tidak berjilbab? " lirihku
perlahan wanita itu mengangkat kepala wajahnya perlahan terlihat,
"mama" gumam ku
Mataku memanas mulutku tercekat tak dapat berbicara lagi air mata berjatuhan,Aku merasakan haru bercampur sedih bisa melihat wanita hebatku lagi setelah berbulan bulan dipisahkan oleh maut.
"mama" teriak ku
Aku berlari menghampiri makhluk yang menyerupai ibuku itu,Aku terus berlari hingga semakin dekat, kumerentangkan tangan hendak memeluk wanita itu namun langkah ku terhalang hembusan angin yang kuat yang tiba tiba datang, aku tak mampu bergerak angin itu seakan hanya mengelilingi wanita itu, samar samar terdengar suara menggema dihutan, semakin lama semakin jelas suara itu terdengar.
suara itu terus berulang ulang terdengar jelas ditelinga ku, perlahan wanita tadi menjauh semakin jauh seperti tertarik kebelakang, wajahnya berubah menyeramkan,makhluk itu semakin menjauh hingga lenyap bagai ditelan hutan.
Aku terduduk ditanah merah terisak memanggil ibuku, samar samar aku mendengar lantunan ayat suci kubuka mata kini posisiku tak lagi duduk ditengah hutan namun terbaring diatas kasur disebelah kananku ada Hanif yang khusyu melafalkan doa doa.
"mama" ucap ku lirih sambil terisak
Tubuh ku seakan ada yang menariknya hingga terhempas kedinding tertarik kesana sini.
__ADS_1
Aku masih bisa merasakan genggaman tangan Hanif yang begitu erat ,suara merdunya masih terdengar samar samar ditelingaku.
Mulutku tak mampu mengeluarkan suara, ingin rasanya aku berteriak sekuat tenaga.
Mataku terbuka namun aku tak dapat melihat apa apa.
"Dimana aku" gumanku dalam Hati "Apa aku sudah mati? "tanyaku lagi " Hanif, sar, kai, nini" teriakku namun aku seakan berbicara dalam hati karena tak ada yang mendengarnya.
Tiba tiba ada setitik cahaya terlihat didepanku, kuayunkan langkahku mendekat semakin dekat semakin menyilaukan cahaya itu hingga aku tak dapat membuka mataku lagi, aku berjalan dengan mata tertutup.
"Ayah, mama" lirihku
Saat aku memejamkan mata,tubuhku menegang manakala sepasang tangan dingin merayap keluar dari rambut belakangku perlahan tangan keriput itu meraba wajah ku menutupi mata dan mulut.
pandanganku menjadi gelap hanya terdengar suara semilir angin menghempaskan dedaunan tercium aroma tanah lembab.
Aku mencoba berteriak namun tubuhku seakan tak bertenaga aku dapat merasakan tubuh ku kini tak ditempat gelap itu lagi tapi kini kembali kehutan perawan itu.
Sosok dibelakangku masih erat menutup mata dan mulutku.
Bisiknya ditelingaku membuat ku semakin tak karuan.
__ADS_1
"Buyut ku"
Terimakasih untuk semua pembaca telah mendukung karyaku dengan Like dan komen.