
aku bangkit dari tidur bersamaan dengan masukkanya nini siti kekamarku masih dengan senyum anehnya
ia duduk didekatku lalu membelai pucuk kepala ku,
aku berfikir keras dengan apa yang telah kualami beberapa hari ini namum belum bisa menjawab kebingunganku tanpa berkata kata ni siti bangkit dan keluar dari kamarku, dan terdengar suara pintu dikunci
aku bangkit dan memeriksa benar saja pintu kamar ini dikunci
"Dikunci " gumam ku heran dengan sikap kedua orang ini yang terlihat aneh menururku
tidak bisa aku berfikir lagi kuamati setiap inci kamar ini terlihat persis tapi kalau ini betul seperti yang ada difikiranku maka pasti ada yang membuatnya berbeda,kuamati pelan tanganku mulai mengobrak abrik kamar semua barang satu persatu kuamati dengan jarak dekat hingga kusadari kalau koper ku tidak ada dikamar ini
Kubuka lemari dikamar benar saja didalamnya kosong tak ada satu barang pun didalamnya, kaki ku lemas tubuhku terhempas kelantai dengan posisi duduk mataku terpaku dengan tatapan kosong
aku tertarik kealam mereka,siapa yang membawaku kealam ini ?apa pria tua itu? lalu siapa yang menyerupai NiNi dan kai? apa mereka orang baik?
__ADS_1
lama aku terdiam tanganku gemetar, bagaimana caraku keluar dari alam ini? lalu dimana titik balikku? kenapa semua yang kujalani seakan tidak ada yang terhenti?
Lama ku berfikir malam semakin larut, dingin semakin menusuk ketulang aku beranjak dan naik kepembaringan menarik selimut menenggelamkan seluruh tubuhku untuk sejenak beristirahat hingga esok tiba.
Sesuatu yang dingin dikaki membangunkan dari tidurku,seakan ada yang menyentuh kakiku namun tidak kudapati apapun saat ku bangun.
Malam masih menyelimuti padahal aku sudah merasa cukup tidur,,"mungkin sebentar lagi pagi "ucapku menenangkan diri
Aku tetap duduk diatas kasur dengan hati berharap semoga matahari segera muncul..lama ku tunggu namun tidak ada tanda tanda kalau malam segera berakhir
Author pov.
Malam masih larut ditandai dengan langit yang gelap pekat dan dingin yang menusuk tulang
Dengan hati gelisah Eva hanya mampu mondar mandir dikamar ,ia tidak ingin jika NiNi dan kai KW itu tau jika Eva sudah mengetahui jika ini bukan lah kampung yang sesungguhnya, ini hanyalah tiruan dari alam para makhluk halus.
__ADS_1
Dengan tidak sabar Eva mengetuk pintu kamar berharap ada yang mendengar dan segera membukakan pintu "ni siti" panggilnya "Kai" pekiknya lagi "ni bukakan pintu" pekiknya namun tidak ada jawaban ia ingin berbohong pura puea haus atau kebelet namun rasanya tidak mungkin karena selama ada disini ia begitu hampa tidak ada rasa haus lapar atau pun panggilan alam.
Eva kehabisan cara untuk bisa keluar dari kamar ini dan juga malam seakan tak ingin berakhir tidak ada tanda tanda jika matahari akan segera terbit.
"apa sebenarnya yang mereka inginkan? apa ini ulah pria tua tanpa nama itu,?kenapa aku bisa tidak menyadarinya? "gumam eva sendiri yang seperti orang gila.
Lama Eva mondar mandir hingga terdengar suara kunci dibuka dari luar ia terlihat senang dan lega akhirnya ia bisa pergi dari rumah ini walau tidak tau akan pergi kemana,
hingga senyumnya pudar saat melihat sosok dibalik pintu kamar yang terbuka.
...****************...
Hai para readers semoga semua dalam keadaan sehat semua ya,, dimasa pandemi semoga kita tetap dalam keadaan sehat dan produktif, Aamiin
Selamat membaca semuanya
__ADS_1