
Selesai rapat disekolah tadi keenam guru sementara itu bersama sama pulang,,seperti biasa Hanif dan sari berboncengan begitupun Mia dan bisa sementara Eva dan ustadz Ghifari hanya berjalan kaki,
Eva berjalan tak jauh dibelakang ustadz Ghifari menyusuri jalanan tanah berwarna merah berbatu dikelilingi kebun kebun milik warga desa,
Diperjalanan Eva bertemu seorang ibu yang mengajaknya mampir tidak enak hati untuk menolak Eva pun menuruti permintaan ibu itu,ia diajak masuk kesebuah rumah terbuat dari kayu cukup sederhana namun sangat rapi dan bersih ibu itu pergi kedapur tak lama ia keluar membawa segelas teh hangat dari penampilannya ia sepertinya tengah mengandung 'silahkan nak Eva diminum' ucapnya
Eva mengangguk 'terima kasih ' ucap Eva lalu menyeruput teh manis hangat itu 'maaf mau minta tolong apa ya ?' tanya Eva
Ibu itu lalu menunduk disampingnya ada sosok yang berbeda alam berdiri sambil menatap ibu itu ,buliran bening jatuh kepipi ibu itu ia perlahan meraih tangan Eva 'saya minta maaf sebelumnya 'ia terlihat ragu ragu
Eva membalas uluran tangan ibu itu 'kalau saya bisa bantu,akan saya lakukan ' ucap Eva menguatkan
Ibu itu memberanikan diri untuk bicara 'suami saya bekerja dikapal tongkang dan mengalami kecelakaan semua anak buah kapal hilang termasuk suami saya,,saya baru sampai dari kota dan mendengar cerita dari saudara saya tentang nak Eva lalu saya memutuskan untuk kembali kekampung ini' ibu itu mengatur nafasnya yang tersengal sebab menahan tangis 'apa saya bisa minta tolong Cari tau keadaan suami saya ' sambungnya lagi
Eva menatap dalam wanita itu ingin rasanya ia mengatakan jika saat ini arwah suaminya berdiri tepat disampingnya tapi Eva kembali berfikir untuk apa memberi tahukan itu bukankah lebih baik kalau ibu itu tidak tau keadaan suminya setidaknya masih ada sedikit harapan didalam hati untuk suaminya kembali pulang dalam keadaan selamat 'saya minta maaf 'ucap Eva seraya menunduk ia lalu meraih tasnya dan segera beranjak dari tempat itu 'nak Eva 'ibu itu berusaha menghentikan Eva agar tidak pergi dan mau membantunya
Eva menatap sendu ibu itu bersamaan dengan sosok yang ada disampingnya 'apa yang harus aku lakukan,apa kukatakan aja kalau suaminya sudah meninggal tapi bagaimana kalau bukan itu yang diinginkan mendiang suaminya sama seperti keluarga Narti yang tidak ingin kebenaran diungkap untuk melindungi sesuatu yang lebih penting dan tentunya masih hidup' Eva berkata dalam hati menimbang nimbang jalan apa yang harus ia tempuh
'tolong nak Eva,,tolong saya 'lirihnya dengan Isak tangis yang akhirnya keluar juga
Eva menyingkirkan tangan ibu itu yang menggenggam erat lengannya 'saya tidak melihat suami ibu dirumah ini 'ucap Eva sambil berlalu pergi meninggalkan wanita itu yang seketika menangis
Entah apa yang ia rasakan ,perasaan lega kah atau justru perasaan putus asa atas apa yang menimpanya saat ini tapi setidaknya ada harapan dari perkataan Eva tadi mungkin saja suaminya masih hidup disuatu tempat.
__ADS_1
Eva berjalan sedikit berlari berharap ibu itu tidak berusaha mengejarnya,
sesampainya dirumah kai Burhan Eva mengucapkan salam saat akan masuk kerumah 'assalamualaikum' ucapnya kai dan Nini rupanya kedatangan tamu wajah wajah yang sangat familiar ada Hanif sari ustadz Ghifari dan tentunya dokter ikhsan,
lelaki itu tersenyum menatap Eva yang terdiam membeku diambang pintu tak percaya dengan apa yang dilihatnya
'waalaikumsallam' jawab semua orang 'dokter ikhsan 'ucap Eva
Ia sedikit terharu bisa kembali melihat dokter ikhsan dengan keadaan sehat sudah lama Eva memikirkan bagaimana keadaan dokter ikhsan setelah kejadian itu dan ternyata harpannya terwujud lelaki tampan itu baik baik' saja dan spertinya ia tidak trauma untuk kembali kekampung ini.
Ustadz Ghifari menatap heran pada Eva dan ikhsan yang ternyata saling mengenal sementara itu ada sepasang mata yang memancarkan kecemburuan melihat situasi itu.
✓✓✓✓
Ikhsan hanya terkekeh melihat Eva yang antusias tidak seperti dulu yang pendiam 'satu satu dong pertanyaannya ' Eva memerah wajahnya karena malu sementara Nini dan kai hanya bisa ikut tertawa melihat Eva yang tidak seperti biasanya hari ini
'oke oke saya akan jawab,datangnya baru aja,kabar Alhamdulillah baik selama ini saya dikota kerja dipuskesmas juga,tapi setelah saya dengar kampung ini sudah aman lagi saya memutuskan untuk kembali lagi kesini menyelesaikan tugas saya yang sudah lama tertundak dan kebetulan saya ketemu kai beberapa hari lalu dan saya tau kamu kembali kekampung ini juga jadi saya minta untuk segera dipindahkan kesini' jelas ikhsan
'alhamdulillah kalau dokter baik baik' aja' ucap Eva
'trus kamu juga apa kabar' tanya ikhsan kembali
Saat Eva hendak menjawab namun kalah cepat oleh kai 'udah udah lain kali saja reuniannya sebentar lagi Dzuhur ayo kita sholat dulu' ustadz,sari kai dan Nini tertawa lepas berbeda dengan Eva dan ikhsan yang terlihat malu sementara itu Hanif justru wajahnya terlihat masam sedari tadi.
__ADS_1
✓✓✓
Selesai sholat Dzuhur ustadz Ghifari dan dokter ikhsan pulang kerumah Amang Anwar sebagai penghuni pertama ustadz mempersilahkan dokter ikhsan untuk masuk kedalam rumah 'silahkan dokter' ucapnya
Lalu ustadz Ghifari mengajak dokter ikhsan berkeliling dan menyerahkan kamar yang sedikit lebih besar untuk ditempati dokter ikhsan
'ini kamar dokter' ucap ustadz Ghifari
'ini rumah siapa ustadz ?' tanya dokter ikhsan 'sepertinya bukan rumah ustadz ' sambungnya lagi
'iya,ini rumah Amang Anwar 'jawab ustadz Ghifari 'tapi rumah ini sudah lama kosong dan saya disuruh sementara menempatinya 'jelasnya lagi
'kemana yang punya rumah ini pergi ustadz ' dokter ikhsan penasaran mengapa rumah yang masih komplit dengan perabotannya ini ditinggalkan begitu saja
'Katanya Mereka tinggal di kota,cuma itu yang saya tau' keduanya terdiam dan kembali kekamar masing masing setelah tidak ada lagi bahan untuk diobrolkan
✓✓✓✓
Tidak terasa hari sudah malam ustadz Ghifari baru saja pulang dari masjid setelah sholat isya sedangkan dokter ikhsan rupanya tertidur dikamarnya 'assalamualaikum' ucap ustadz Ghifari namun tidak ada jawaban lalu ia menuju kamar dokter ikhsan ternyata dokter muda itu tertidur dengan pulas nya 'ooo udah tidur baru aja mau dikasih tau kalau ada salam perkenalan untuk penghuni baru' selesai berucap ustadz Ghifari menuju kamarnya dan bersiap untuk beristirahat.
Jam dinding menunjukkan pukul 1 dini hari dokter ikhsan terbangun saat mendengar ada suara suara diruang tamu,matanya yang masih sipit menajamkan pandangan melihat jam diponselnya 'jam satu' lirihnya 'ngapain ustadz Ghifari berisik jam segini' sambungnya lagi ia pun kembali berbaring dan menarik selimut untuk menutu tubuhnya dari dinginnya malam saat ia memiringkan tubuhnya ternyata sosok mengerikan juga ikut berbaring disampingnya sosok tanpa kepala dan berlumuran darah menghadap ke dokter ikhsan
Dokter muda itu kaget dan seketika loncat dari tempat tidur hingga terjatuh dan membuatnya tidak sadarkan diri hingga pagi tiba.
__ADS_1