PAMALI

PAMALI
Salah Paham


__ADS_3

kami duduk dalam diam hingga saat kai Burhan datang keruang tamu dan Eva mengikuti dibelakang dengan nampan berisi tiga gelas teh panas


"Ada keperluan apa Wan ustadz? "tanya kai yang duduk disamping amang iwan


Aku hanya menunggu amang iwan yang menjelaskannya pada kai Burhan


"begini kai, sudah beberapa hari ini ulun curiga dengan ustadz ini yang tinggal dirumah Anwar, inya (dia) mengaku bujangan belum menikah tapi ulun (saya) melihat ada bebinian (perempuan) yang keluar masuk rumah itu,dan orang rumah jua (juga) rancak(sering) mendengar orang menyanyi tapi kada (tidak) jelas yang pasti itu suara bebinian (perempuan) "jelas mang iwan


"apa ikam (kamu) melihat secara langsung lah?"tanya kai Burhan


"Wani (berani) sumpah ulun(saya) kai dengan mata sorang(sendiri) melihat bebinian(perempuan) itu pakai baju habang keluar masuk rumah anwar"Mang iwan serius dengan perkataannya


aku sebenarnya ingin membantah tuduhan itu segera tapi aku masih menghormati kai Burhan, kutunggu hingga dipersilahkan untuk membela diri


Kai lalu menatapku "Bagaimana ustadz ada yang ingin disampaikan "ucapnya


"Ada kai"jawabku


"Mohon maaf sebelumnya mang iwan, saya juga berani sumpah tidak ada orang lain yang tinggal dirumah mang anwar selain saya, apalagi seorang wanita seperti yang mang iwan katakan tadi"jelasku


"Tapi tadi terbukti, pintu dapur terbuka pasti orang itu kabur dari pintu belakang"jawab mang iwan


Aku sedikit tertegun sebab ada benarnya juga kata mang iwan karena aku tidak merasa membuka pintu dapur tapi terbukti pintu dapur terbuka lebar pasti ada yang membukannya dari dalam.


"Tapi saya berkata jujur kai"aku tidak berdaya membela diriku lagi kini aku terpojokkan, aku menunduk tak berani menatap kai Burhan


" saya percaya dengan ustadz"suara itu yang kukenal dan kata kat itu yang saat ini ingin kudengar


Kuangkat wajahku Eva berdiri tidaj jauh dari tempat kami duduk "apa alasannya? "tanya Amang iwan yang tidak senang dengan ucapan Eva


Eva tidak menjawabnya ia lalu berkata pada kai Burhan "Eva percaya dengan ustadz Ghifari, kalau kai tidak percaya nanti malam akan Eva buktikan kalau ini hanya fitnah dan rumor semata"Aku bernafas lega saat ada yang percaya padaku dan berani membela

__ADS_1


Kai setuju dengan Eva sementara Amang Iwan terlihat marah dan segera pulang tanpa berpamitan dengan Kai Burhan, kami semua hanya bisa menatap heran dengan tingkah mang iwan


"Terima kasih Eva sudah mau percaya dengan saya"ucapku


"Tapi,perempuan berbaju merah itu memang ada kai"ucapnya yang membuat kami berdua sama sama terkejut


"Lalu kenapa, ikam (kamu) membela ustadz Ghifari? "tanya kai penasaran


Eva tidak menjawab ia berlalu kembali kekamarnya tanpa mau meluruskan kata katanya tadi, kai burhan menatapku bingung dan aku pun tak kalah bingungnya, hah aku harus menunggu sampai nanti malam untuk mendapat kan jawabannya.


"Saya permisi kai"ucapku


aku berpamitan dengan kai Burhan untuk melanjutkan niat menemui Hanif yang tertunda sebab kesalah pahaman ini.


Kai mengantarku hingga kedepan pintu dan aku pun pergi meninggakkan rumah kai Burhan berjalan kaki menuju rumah Hanif,,,


ini pertama kalinya aku berjalan jalan dikampung ini kondisi kampung sudah kembalu normal namun masih ada rumah rumah yang kosong pemiliknya belum kembali lagi kekampung ini.


"Assalamualaikum "ucapku


"waalaikumsallam "jawab Hanif "silahkan masuk ustadz "sambungnya lagi


"gak usah, disini aja"aku merasa tidak enak hati saat kejadian tadi rasa rasanya duduk diluar dibawah pohon ditemani angin sepoy sepoy mungkin bisa memperbaiki mood yang rusak.


"pilihan bagus ustadz, disini tempat yang paling siip untuk bersantai"ucap Hanif yang juga ikut duduk tak jauh dariku "Ada perlu apa ustadz? "tanyanya


"sebenarnya saya kesini ingin bicara tentang menjadi guru sementara itu tapi ada hal yang membuat hati saya tidak enak"Ku fikir jika sedikit berbagi dengan orang yang lebih paham seperti Hanif mungkin bisa sedikit mengobati rasa penasarannku


"Hal apa itu ustadz? " Aku berfikir sejenak entah memulainya dari mana


"saat pertama saya pindah kekampung ini tepqt dimalam harinya saya melihat sesosok makhluk yang mengerikan didalam rumah Amang Anwar tepatnya diruang tamu"kulihat Hanif mendengarkan dengan seksama fikirku semoga aku tidak salah memilih tempat curhat

__ADS_1


"Lalu makhluk itu masuk dalam mimpi, dan baru tadi malam saya juga melihat makhluk didekat masjid tanpa kepala,apa yang terjadi dengan saya ya Nif,? sebab ini yang pertama kalinya saya mengalami hal hal seperti ini"


Hanif diam saja mungkin ia juga sedang berfikir apa yang telah terjadi padaku hingga harus mengalamami hal ini "lalu apa lagi yang ustadz alami? "tanyanya lagi


"Tadi pagi Amang iwan menuduhku membawa perempuan kerumah itu sebab dia beberapa kali melihat perempuan berbaju merah keluar masuk rumah mang anwar padahal aku tidak tau ada orang lain yang tinggal dirumah itu"jelasku kali ini aku menumpahkan semuanya pada Hanif


"Ada yang tidak beres"gumam Hanif


"Apa maksud kamu Nif? apanya yang tidak beres? "tanyaku


"Dari yang ustadz ceritakan rasanya terlalu banyak gangguan datang bersamaan seakan mereka sengaja ada disekitar ustadz "perkataan Hanif membuatku begidik bagaimana tidak untuk apa mereka sengaja ada disekitarku, apa yang mereka mau dariku yang hanya seorang santri ini.


"sengaja ?"kuulang kembali kata itu


"iya sengaja,"Hanif meyakinkanku "mereka mengganggu ustadz saat ada dirumah,benarkan ?"jiwa detektif Hanif keluar


"iya, kalau difikir fikir yang kamu bilang itu benar Nif,Hanya saat saya dirumah gangguan itu datang"jelasku


"Berarti rumah Amang anwar yang ada masalah bukan diri ustadz "


"Lalu, saya harus bagaimana? apa tidak masalah kalau masih tinggal disana"tanyaku pada Hanif takut kalau saja jika masih memaksa tinggal dirumah itu justru berbahaya bagiku


"Bagaimana kalau kita kerumah mang anwar sekarang ustadz, siapa tau saya ada petunjuk disana"Hanif memberi usulan yang bagus masalah seperti ini harus segera diatasi hingga keakarnya.


Hanif masuk kerumahnya berpamitan pada sang istri, aku menunggu saat Hanif sudah siap kami bersama sama pergi


setibanya kami dirumah dan hendak masuk tiba tiba kulihat ada sekelebat benda berwarna merah dengan cepat kearah dapur, aku segera berlari kalau saja aku bisa mencegatnya untuk tidak kabur namun sayang didapur tidak ada apapun kosong "kenapa ustadz? "tanya Hanif yang ikut lari kedapur


"Saya melihat ada bayangan berwarna merah kearah sini"jawabku


"ustadz yakin? "

__ADS_1


"Saya yakin Nif, amang Iwan juga pernah melihat nya dia seorang perempuan kata mang iwan".


__ADS_2