
Hari semakin malam kai Burhan dan Muklis belum pulang Nini Siti harap harap cemas menanti kabar dari keduanya,Eva yang melihat mencoba mencari tau apa yang sedang ditunggu oleh nini Siti ' Ni,,lagi menunggu siapa ?'tanya Eva
'kai' jawab Nini Siti singkat
'memang Kai kemana ?'tanya Eva lagi
Nini Siti menggeleng tanda jika ia tak tau kemana suaminya itu pergi 'sama siapa ?' tanya Eva lagi
'muklis,,' Nini Siti terdiam ia mencoba bertanya pada Eva apa yang sebenarnya ia dan Hanif ketahui tentang Narti 'Va,,kamu tau Narti dari mana ?'tanya nini Siti
Eva menatap Nini Siti,ia tidak tau apakah bercerita pada Nini Siti adalah keputusan yang tepat 'Va' Nini Siti meraih tangannya lalu ' va,,jangan mencari tau lebih dalam lagi soal Narti ' Nini Siti terlihat memohon pada Eva 'hilangnya Narti hingga saat ini pasti ada alasan dibaliknya' ucap Nini Siti terlihat wajah khawatirnya saat memperingati Eva
'tapi Narti minta tolong pada Eva ni 'tegas Eva seakan tak terpengaruh dengan peringatan Nini Siti
'tapi jangan membahayakan dirimu sendiri' balas Nini Siti
'Eva tidak bisa mengabaikan permintaan Narti ,Eva sudah berusaha tapi kasian Narti kalau dia belum disemayamkan dengan layak'jelas Eva mencari pembenaran untuk usahanya kali ini
'Itu hanya jin khorin bukan Narti yang sebenarnya jangan percaya va ,dan,,,,jangan berkorban untuk orang yang bahkan kamu tidak tau' Nini Siti terlihat marah
Eva tertegun mendengar jawaban Nini Siti yang begitu emosional tidak seperti biasanya 'anwar itu gila ,,gila 'ucap Nini Siti seraya meninggalkan Eva
Author POV end
<<<<<
__ADS_1
Eva POV
Aku tidak bisa berkata kata mendengar ucapan Nini tidak seperti biasanya ia seperti ini membuatku kembali berfikir apa kah benar tindakanku kali ini,
Nini benar itu hanyalah jin ,arwah sebenarnya sudah ada dialam yang berbeda tapi jasad Narti yang belum ditemukan adalah kebenaran ,nyata terjadi jika ini adalah awal dari agar jasad bocah itu bisa ditemukan mengapa tidak dilakukan saja. mungkin saja jin itu benar tentang dimana keberadaan jasad Narti apa salahnya kita percaya.
Ada perasaan kesal dihatiku tapi tidak bisa kuungkapkan hanya bisa kupendam,kulihat punggu renta itu semakin menjauh dariku tapi keinginanku membantu narti masih besar walaupun harapanku sangat kecil.
✓✓✓✓
Hari ini pagi pagi sekali aku sudah berangkat dari rumah menuju sekolah,masih terlalu awal memang tidak ada seorangpun disekolah saat ini aku berjalan menyusuri setiap sudut sekolah mencari keberadaan Narti tapi bocah itu tidak terlihat sama sekali 'narti ,Narti ,Narti 'berkali kali aku memanggil nama itu tapi tidak ada jawaban 'aneh 'batinku berkata kenapa dia tidak datang saat aku mencarinya bukankah dia ingin sekali kubantu untuk menemukan jasadnya agar bisa dimakamkan dengan layak tapi kenapa ia justru menghilang,aku hanya bisa terdiam 'apa benar yang dikatakan Nini Siti kalau aku tidak harus percaya lagi dengan mereka yang meminta bantuan padaku'.
✓✓✓✓
Tiga hari setelah Kai Burhan pamit entah kemana tepat disiang hari setelah kami pulang mengajar disekolah terlihat Kai baru tiba dengan berboncengan sepeda motor bersama Amang Muklis 'Assalmulaikum 'ucap ku saat tiba dirumah,'waalaikumsallam' jawab semuanya lalu tidak ada yang bicara lagi kai hanyar tersenyum lalu pergi kekamarnya diikuti oleh Nini Siti 'amang Bulik ( pulang) dulu' ucap Amang Muklis padaku aku hanya mengangguk tanda mengiyakan.
'maaf,,kalau masalah Narti kita bicarakan nanti saja' seketika aku terdiam saat Amang Muklis seakan tau apa isi dikepalaku,melihat aku yang terdiam ia pun berlalu pergi seraya mengendarai motornya.
'kaya dukun ' ucapku pelan
'siapa dukun ?'
'ALLAHUAKKBAR',, pekikku saat mendengar ada yang berbicara tepat dibelakang ku ,sambil memegang dada ku yang berdegup kencang karena kaget 'ustadz' ucapku dengan nada kesal
Lelaki itu hanya tertawa melihatku 'maaf maaf,,saya kira kamu tau kalau saya ada disini dari tadi' ucapnya sambil tertawa.
__ADS_1
'siapa Narti ?' ia kembali bertanya setelah selesai tertawa untuk beberapa saat,ini pertama kalinya aku melihat lelaki itu tertawa lepas ternyata ,,ah sudahlah
' Narti itu siapa ?' ustadz Ghifari kembali bertanya
'nanti ustadz juga akan tau' jawabku 'kapan ustadz datang?'aku juga mengajukan pertanyaan padanya yang sudah beberapa hari ini tidak kelihatan
'kemarin sore,,tapi saya kecapek an jadi memang baru keluar rumah sekarang,ya sudah saya mau adzan Dzuhur dulu assalamualaikum' ia sedikit berlari menuju masjid sambil berucap lagi pada ku 'jangan lupa sholat'
Aku tidak menjawab dan berlalu kembali masuk kerumah ternyata kai dan Nini terlihat keluar dari kamar mereka saat aku akan memasuki rumah 'assalamualaikum' ucap ku
'waalaikumsallam' jawab mereka bersamaan
Lalu suara adzan ustadz Ghifari terdengar lantang dan merdu menembus kesetiap sudut kampung 'bersih bersih,sholat nanti kita bicara 'ucap kai dengan nada yang serius ,aku mengangguk paham tanpa mau bertanya lagi.
✓
Setelah membersihkan diri aku langsung sholat Dzuhur bersama Nini sedangkan kai memilih sholat dimasjid,,Nini tidak banyak bicara tapi wajahnya terlihat ada raut kesedihan, aku perlahan mendekat pada Nini setelah selesai sholat
Dengan masih menggunakan mukena ' ni ,,maafkan Eva kalau selama ini sudah membebani Nini dan Kai' aku betul betul tidak tau harus berbuat apa tapi perasaanku berkata kalau Nini bersikap seperti ini pasti ada kaitannya dengan sosok Narti itu.
Nini menatap mataku lalu tangan keriputnya meraih tanganku 'kamu bukan beban buat Nini dan kai,,jadi jangan pernah bicara seperti itu' Nini mengelus lembut tanganku 'maafkan Nini sudah berkata kasar kemarin tidak seharusnya Nini seperti itu' mata Nini Siti terlihat berkaca kaca saat mengatakan isi hatinya sekarang 'nini hanya takut kalau kamu dan Hanif dapat masalah karena mencoba mencari tau lebih dalam soal Narti sebab itu sama saja dengan membuka luka lama keluarganya' ,aku benar benar tidak berfikir sejauh itu perkataan Nini ada benarnya mengapa aku harus mendengarkan jin yang menyerupai Narti dan meminta sesuatu padaku yang bisa membuat keluarganya kembali terluka.
Aku memeluk Nini Siti menangis kebodohanmu dan menyesal atas apa yang kulakukan saat ini,saat kami berbicara ternyata kai sudah pulang dan beliau mendengar apa yang kami bicarakan 'eeehhheem assalamualaikum'
'waalaikumsallam' jawab kami
__ADS_1
'kita bicara diruang tamu saja ' ucap kai lalu ia segera menuju keruang tamu,aku dan Nini mengikuti ternyata sari dan Hanif juga sudah ada disana dan tentunya ustadz Ghifari juga ada.
'nah karena sudah kumpul semua kai mulai saja ya,' aku membuka telinga lebar lebar sebab sudah sedari tadi penasaran dengan apa yang akan kai sampaikan.