
Author pov
"Bah,, bah,, Abahnya " panggil nini siti melihat suaminya memegang lehernya sendiri mulutnya tak henti komat kamit tak jelas apa yang diucapkannya.
"hhhnnngggggg " kai Burhan menarik nafas dalam dalam dan membuka matanya "Astagfirullahalngazim" ucap kai Burhan yang langsung terduduk.
Kai Burhan langsung bangkit dari tempat duduknya berlari tergopoh gopoh keluar kamar, tanganya menggapi gagang pintu kamar Eva.
"mmmmmhhhuuuu" kai Burhan menarik nafas
Nini siti terlihat bingung menyaksikan prilaku suaminya.
tok tok tok
Kai Burhan mengetuk pintu
"Eva, sari" panggilnya
kkkkreeeeeettttt
pintu kamar dibuka terlihat Eva dan sari tengah tertidur dengan pulasnya.
"Alhamdulillah " ucap kai Burhan lega
"kenapa? " tanya nini siti
"lihat " kai Burhan menunjuk kakinya yang penuh lumpur
"Astagfirullah " ucap nini siti yang kaget melihat kaki suaminya kotor sekali seperti habis berjalan dikubangan lumpur.
"ini ulah Firman " ucap kai Burhan sambil menutup pintu kamar Eva dan sari
"apa yang dia mau ?"
"dia mau Eva, mau dibawa"
"ya Allah" ucap nini siti bergetar tak mampu menahan tangisnya.
__ADS_1
kai Burhan menuntun istrinya kembali kekamar merebahkan tubuh mereka berharap bisa kembali tidur.
Dari kejauhan kai Firman menatapa rumai kai Burhan sambil bergumam.
"cucu ku"
>>>
Eva duduk dikamar asik memainkan ponselnya, ia sendiri didalam kamar sari dan nini siti tengah duduk sambil membersihkan sayur didapur.
"Ni ,dokter yang baru masih muda ya" ucap Sari sambil senyum senyum
"Dari mana kamu tau ?"
"kemaren liat pas dia jalan jalan keliling kampung sama bang hanif"
"katanya dulu Hanif selamanya, ini ada yang lebih bagus berpindah kelain hati "ucap ni siti menggoda sari
"hehehehe biar bang hanif sama ka Eva aja, kan bang hanif suka sama ka Eva "
"yakin ni, sari memeprjuangkan dokter Iksan aja"
"Iksannya aja belum tentu suka" ejek nini siti
"kalau tak suka biarlah sari mencintainya Dalam doa aja" ucapnya yakin
"Aammiiiinn" ucap ni siti
"ya jangan diamin kan ni" rengek sari
" kenapa ?" tanya nini pura pura polos
"Nanti terkabul sari cuma bisa mencintai bang Iksan dalam doa" ucap sari sambil cemberut
Nini siti terkekeh mendengar penuturan cucu kesayangannya itu.
dibalik tirai yang menyekat antar dapur dan ruang keluarga, Eva bersandar didinding mendengarkan Nini siti dan sari bercengkrama.
__ADS_1
>>>>
Eva duduk diteras rumah seorang diri berkali kali menghubungi ayahnya namun tak bisa terhubung, Eva terlihat bosan apa lagi tak ada yang bisa dilakukannya dirumah kini kegiatannya mengajar mengaji sudah dihentikan oleh kai Burhan.
"kemana sih ayah kok telpon gak diangkat " gumam Eva
" Ka Eva"
"apa sar ?" tanya Eva matanya sibuk menatap ponsel ditangan nya
"ka Eva jadi pulang ?"
"insyaallah "
"kalau gak usah pulang gimana ka ?"
"maksud nya? "
"eemmm tadi malam Sari mimpi ka "
"mimpi apa " tanya Eva
"mimpi ka Eva ada di-"
drdrtdrtdrt
"Alhamdulillah, bentar ya sar ayah ku telpon " sela Eva melihat ponselnya bergetar tertera Ayah dilayar ponselnya.
"mimpi ka Eva tersesat dihutan " lirih Sari yang tak dapat didengar Eva lalu beranjak dari tempat duduknya kembali kekamar.
>>>>>
"apa ayah gak bisa jemput ?" tanya Eva putus asa "Eva takut yah kalau sendiri" sambungnya.
" ayah sibuk nak, nanti minta teman kamu yang ngantar kebandara dikota "
"Tapikan Eva belum pernah perjalanan jauh sendiri yah" rengek Eva " ya sudah yah nanti lagi bahasnya eva tanya kai sama nini dulu assalamualaikum " tutupnya.
__ADS_1