
Hari semakin sore aku meminta supir trevel untuk mengantarku kehotel saja,rasanya tubuhku sangat lelah dan tak sanggup melanjutkan perjalanan kedesa,
"Mang, antarkan saya penginapan saja,besok kita lanjutkan perjalanannya" ucapku pada supir trevel
"Iya ding, Amang antar kamu kepenginapan besok pagi saya jemput " jawabnya.
Aku hanya mengangguk paham untuk menyudahi pembicaraan.
Mobil kami memasuki halaman sebuah hotel bercat putih model bangunan lama terlihat lebih seperti rumah pribadi dibandingkan hotel dan juga terlihat sangat nyaman,sepertinya.
"ini mang tempatnya " tanyaku
"iih ding, ini hotel yang paling dekat dari bandara"
Aku menatap sekeliling "kayanya suasananya enak" batinku "Amang tunggu sebentar ya saya tanya kedalam dulu" titahku, akupun masuk kedalam dan sang supir trevel mengeluarkan koperku dari bagasi.
Tak butuh waktu lama aku kembali kemobil mengambil koperku dan berpamitan dengan Amang supir trevel yang dengan bodohnya aku tak bertanya siapa namanya,Aku duduk dilobi menunggu kamarku dipersiapkan sambil mengutak atik ponselku "Ah kenapa aku gak minta no hp supir tadi" gumamku
__ADS_1
Lalu penyesalanku buyar saat seorang pria menghampiriku ia seorang pegawai hotel yang akan mengantarku kekamar yang telah kupesan.
Aku mengekor dibelakangnya tanpa sedikitpun berucap hingga kami sampai, lalu ia mempersilahkan ku masuk dan meninggalkanku sendiri, kututup pintu pelan dan duduk diatas kasur.
"Dari luar terlihat sangat nyaman dan asri tapi kenapa didalam sini terasa pengap " gumamku
Kuraih remot pendingin ruangan yang berada diatas nakas lalu menekan tombol on
"Ah mungkin karena aku belum mandi " batinku "aku harus mandi dan bersiap untuk sholat" timpalku lagi.
Rakaat terakhir saat aku bangun dari sujudku sesosok wanita duduk berjongkok tepat didepan.
wajahnya yang hancur daging dan darah menjadi satu tepat berhadapan dengan wajahku matanya menatap tajam padaku, hampir saja aku melopat saking terekejutnya,susah payah aku menjaga konsentrasi hingga aku terpaksa menutup mata sampai sholatku selesai.
Aku ragu ragu membuka mata takut jika makhluk itu masih ada disini, syukurlah ternyata makhluk itu sudah menghilang.
"Alhamdulillah " ucapku syukur semoga saja makhluk itu tidak datang lagi agar aku bisa tidur dengan nyenyak malam ini.
__ADS_1
Eva berbaring diatas kasur dengan masih menggunakan mukena fikirannya melayang mengingat tentang Iman hingga tak terasa ia sudah berada dialam mimpi dengan segera.
Author pov
Malam semakin larut Eva tertidur dengan pulasnya hingga ia terlupa untuk sholat isya, jam menunjukkan pukul 01:00 malam keadaan penginapan sangat sepi tak ada aktifitas yang terlihat semua penghuni kamar sudah terhanyut dalam mimpi masing masing.
seorang wanita dengan seragam hotel penuh darah berdiri didepan pintu kamar Eva wajahnya tak terlihat tertutup oleh rambut yang tergerai.
AAAAAAAAAaaaa,,,,
Mata Eva terbuka lebar saat mendengar teriakan dari luar kamarnya, ia segera bangkit dan tergesa gesa menuju pintu dan meraih gagang pintu belum sempat ia membuka kunci tiba tiba gagang pintu bergerak sendiri seperti ada seseorang yang hendak masuk dengan paksa.
Eva mundur perlahan langkah demi langkah hingga ia kembali kekasur dan terduduk dengan tubuh yang gemetar ketakutan.
Eva membeku saat seuntai rambut terjuntai didepan wajahnya terasa sosok itu semakin dekat dan dekat diatas kepalanya
Aaaaaaaaa,,,,,,....
__ADS_1