PAMALI

PAMALI
Kisahmu


__ADS_3

Setahun sudah aku kembali kerumah lamaku, hari hari kulewati hanya menyibukkan diri mengurus rumah


Bosan rasanya tapi apalah daya untuk keluar rumah mencari pekerjaan ayah masih tak mengijinkanku apalagi aku hanya bermodalkan ijazah SMA sangat sulit mencari pekerjaan dikota besar ditambah lagi "Mereka" salalu menggangguku setiap aku keluar dari rumah,


Masih jelas dalam ingatanku saat kejadian dipasar beberapa bulan lalu saat aku berbelanja dipasar "mereka" mengganggu dengan bergelayutan dibadanku


Orang orang memandangku aneh saat aku berusaha melepaskan diri dari "mereka"


Bahkan mungkin tak sedikit dari mereka berfikir aku g*la


Karena itulah membuatku kapok keluar dari rumah bahkan untuk keperluan rumah saja terpaksa ayah yang selalu berbelanja.


"Ya Allah sampai kapan ini berlangsung" lirihku kutatap dalam dalam foto kami bertiga yang tergantung diruang tamu


Sebelum mama meninggal aku tak pernah mengalami gangguan seperti ini aku masih bebas pergi keluar kemanapun aku mau meski aku bisa melihat mereka tapi tak sangat jarang mereka menggangguku,


Biasanya mereka hanya melihatku dari kejauhan walau pun jika mereka ingin berkomunikasi denganku mereka tak menampakkan wujud yang mengerikan.


Saat aku asik dengan fikiranku yang berkelana jauh, sayup sayup kudengar suara tangis anak kecil


aku mendengus kesal mendengar suara tangisnya "heh pasti anak itu lagi" gumamku

__ADS_1


Kuayunkan langkah kembali kekamar untuk melihat anak kecil itu, kini aku tak takut lagi dengannya malah sekarang kumenganggapnya seperti teman .


Kubuka pintu kamar " Apa lagi? " tanyaku pada sosok hantu kecil yang duduk meringgkuk disamping kasur


"Tolong" ucapnya sambil menatap mataku


"Ncek, aku gak bisa bantu kamu, pergi sana" jawabku sambil mengayunkan tangan mengusir nya


"Tolongg,tolong aku" ucapnya lagi


Perlahan kuhampiri makhluk kecil itu, berjongkok agar bisa sejajar dengannya kutatap wajah pucat yang selalu ada dikamarku jika dia mau walau sedikit mengganggu sih sebenarnya.


"Apa sebenarnya yang kamu inginkan? "tanyakku Sungguh sungguh


"Tolong? "ia mengangguk padaku "Apa yang bisa kubantu? " tanyaku


Kutatap heran saat tangannya mejulur kearah kepalaku,kurasakan tangan dinginnya menyentuh kepalaku "Apa yang kau la-" tak bisa kulanjutkan pertanyaanku


Saat tiba tiba sebuah bayangan kejadian kejadian yang terpotong potong berputar diotakku


Bayangan yang pertama kulihat seorang anak kecil bermain didepan sebuah pondok yang dikelilingi sawah terlihat dua orang dewasa menghampirinya lalu membekapnya dari belakang

__ADS_1


Anak itu berusaha melepaskan diri namun ia kalah kuat dari orang yang membekapnya


Tubuh kecil itu pun hilang dari pandangan ku,hingga bayangan itu kembali muncul sepertinya aku berada ditempat yang berbeda


Kuperhatikan tempat sekitar sebuah tempat proyek pembangunan "tempat apa ini " gumamku tak lama kudengar suara tangis tak jauh dariku


kucari cari dimana suara berasal kulihat seorang anak kecil dipanggul seorang pria berpakaian lusuh menuju sebuah lubang dan seorang pria juga mengikuti dibelakang


Kuperhatikan anak kecil itu dari baju hingga ukuran tubuhnya sepertinya itu adalah anak kecil yang sudah setahun ini mengikutiku namun aku tak bisa melihat wajahnya


"Yakin ini ?"tanya yang manggul anak itu


si pria satunya mengangguk "yakinlah, aku dendam dengan mama abahnya, biar dia juga merasakan sakitnya kehilangan anak" ucapnya mantap


"Tapi ,"


"udah cepat lempar biar dia jadi tumbal gedung ini sekalian "titah si pria pada temannya "biar kokoh" timpalnya lagi


Mulutku tercekat tak mampur berucap mendengar percakapan kedua pria itu, dan aku hanya bisa berdiri mematung saat tubuh anak kecil berumur sekitar lima tahun itu melayang dilembar kedasar lubang dan terhempas menimpa tanah yang dingin"


sayup sayup kudengar lagi percakapan kedua orang bi*d*b itu "Tidak ada yang lihat kan" tanyanya

__ADS_1


"Tidak ada, cepat timbun " jawab yang satunya


Aku terpaku air matamu tumpah kurasakan jika diriku sudah kembali kedalam kamar, anak kecil itu sudah tak terlihat lagi setelah menyampaikan kisah sedihnya hanya aku sendiri yang terduduk lemas dikamar.


__ADS_2