PAMALI

PAMALI
Ayah


__ADS_3

Tak terasa saat kumemikirkan Hanif waktu berlalu sangat cepat adzan subuh menyadarkanku dari lamunan ditangah malam


"Masya Allah sudah subuh " lirihku


Aku kembali bangkit dari tempat tidur mengayunkan langkah keluar kamar menuju kamar ayah


Perlahan kumengetuk pintu "Iya" ucap ayah dari dalam kamar


"Apa nak? "


"Sholat subuh Yah" ucapku


"Iya,terimakasih ya" jawab ayah


Akupun kembali kekamar mengambil wudhu lalu menyusul ayah keruang Sholat,sebuah kamar yang sengaja mama tata seperti musolah yang dulu sering kami bertiga gunakan untuk sholat berjama'ah dirumah.


Sekarang hanya aku dan Ayah yang menggunakannya setelah mama tidak ada


Kami sholat berjama'ah selesai Sholat kucium punggung tangan Ayah


Lalu kami berdoa dengan khusyuk kudengar suara ayah bergetar saat memanjatkan do'a do'a.


...****************...


Aku yang sedari tadi pagi sudah menyibukkan diri dengan berbagai pekerjaan rumah terduduk bersandar dikursi teras


"rasanya fikiran ku kacau hari ini karena kejadian tadi malam " ucapku Sambi memijit mijit kakiku yang terasa pegal

__ADS_1


"Apa maksud dari kejadian tadi malam " batinku


Aku masih sangat penasaran, apa "mereka" yang menyerupai ayah tapi buat apa ?


Apa ini sebuah pertanda, tapi pertanda untuk apa?


Masih banyak lagi pertanyaan diotakku perihal kejadian tadi malam yang masih tak paham kenapa dan untuk apa aku harus mengalaminya.


Lamunanku buyar saat kudengar ponselku berbunyi diruang tengah


Aku sedikit berlari agar segera mengetahui siapa yang menghubungiku,ku tautkan alis saat melihat barisan nomor tanpa nama muncul dilayar ponselku


karena sudah berbulan bulan lamanya ponselku tak pernah mendapat telpon atau pesan kecuali dari ayah


"Halo,,iya betul,ini siapa ya ?"tanyaku


Dengan tubuh yang gemetar kumenguatkan hati memberanikan diri bertanya "Sekarang ayah saya dirumah sakit mana pak ?" tanyaku


Setelah mendengar jawaban dari seberang sana kuakhiri panggilan,perlahan aku bangkit dengan tubuh yang lemas kucoba melangkah keluar rumah mencari pertolongan dari tentangga untuk mengantarku kerumah sakit


Karena dengan kondisiku begini aku tak akan mampu kerumah sakit seorang diri.


...----------------...


Aku duduk dikursi penumpang belakang sebuah mobil keluaran lama milik tetangga yang mau menolong mengantarku kerumah sakit, suami istri pensiunan yang bahkan namanya saja aku tak tau.


Dulu mereka memang sangat dekat dengan ayah dan mama mungkin itulah alasan mengapa ia mau menolongku meski aku tak pernah bertegur sapa dengan mereka.

__ADS_1


Aku memang tak terlalu dekat dengan para tetangga apa lagi setelah aku kembali dari kalimantan aku sangat jarang keluar rumah meski hanya untuk bertegur sapa dengan mereka.


Aku tak tau harus berbicara apa dengan kedua orang yang mungkin seusia kai Burhan dan nini siti didepanku ini


Rasanya otakku sudah dipenuhi dengan fikiran fikiran negatif tentang yang akan menimpa Ayah tak dapat lagi aku memikirkan topik apa yang harus kubicarakan pada tetanggaku ini.


"Kamu yang sabar ya Va "ucap sang istri


Aku hanya mengangguk "Berdoa saja semoga ayah kamu tidak terluka parah" timpal sang suami


Kembali aku hanya bisa mengangguk mulutku terasa kelu tak bisa berucap lagi.


...****************...


Perjalanan terasa lama bagiku padahal jarak komplek tempat tinggalku dari rumah sakit tak begitu jauh.


Disela kegelisahanku akhirnya kami sampai didepan rumah sakit, tanpa permisi aku keluar dari mobil berlari keruang UGD tempat ayah mendapat tindakan


Kulangkahkan kaki tanpa ragu melewati orang orang yang tengah mendapat musibah sama seperti ayah


Tak sedikit juga para "mereka " ada disini dengan berbagai bentuk namun tak kuhiraukan sedikitpun,


Tak ada rasa takut sedikitpun dihatiku, hanya pertanyaan kondisi ayah yang memenuhi fikiranku


Akhirnya aku sampai didepan tempat ayah terbaring dengan berbagai peralatan medis disekujur tubuhnya


Tubuhku lemas seketika dan jatuh terduduk, aku menangis sejadi jadinya dilantai rumah sakit yang sangat dingin.

__ADS_1


__ADS_2