
Hutan,,, diluar kamar itu hutan belantara bertanah merah dengan pohon pohon besar menjulang tinggi
Eva melihat sekelilingnya semua menjadi hutan, "bukankah ini tadi kamar" gumamnya "kenapa? "
Bingung, takut serta putus asa gadis itu melangkahkan kakinya menyusuri hutan perawan itu, tidak ada siapa pun tak ada suara apapun selain hanya langkah kaki eva yang menembus semak dan pepohonan kecil, malam yang dingin hanya diterangi rembulan yang begitu terang
Eva berjalan tanpa henti namun ia tak merasakan lelah sedikit pun hingga dari kejauhan terlihat sebuah kampung, Eva tersenyum kecil ia ingat betul ini adalah tempat yang ia datangi setahun silam, dibalik desa itu adalah jalan keluar dari alam ini
sraakkkkk srraaaakkkk
suara aneh tepat dibelakangnya yang membuat Eva kaget dan reflek berbalik sesuatu tinggi besar dengan wajah penuh darah dan hancur berdiri dibelakang eva kedua tangannya yang panjang hendak menggapai gadis itu.
...****************...
Eva pov
__ADS_1
Aku terjatuh terkejut dengan apa yang kulihat wajah itu sudah tidak berbentuk lagi salah satu matanya keluar hampir terjatuh mulutnya sobek dengan darah berwarna merah pekat yang mengalir ,tangan itu semakin dekat hendak menggapaiku
"pergiiii, "pekik ku "pergi, pergi, pergi biarkan aku pulang" tambah ku lagi sambil mengibas ngibaskan tangan seraya mengusirnya ,hilang sudah keberanianku ,aku seakan tak berdaya
Aku bangkit saat melihat makhluk itu menghilang "apa yang terjadi denganku ,kenapa aku begitu tidak berdaya" ,masih dalam kebingungan aku melanjutkan perjalanan sambil bertanya tanya apa yang akan kutemui lagi didepan sana.
...----------------...
Author pov
langkah demi langkah Eva berjalan sesekali ia melihat disekelilingnya khawatir jika saja ada sesuatu yang datang dengan tiba tiba.
Hingga ia bertemu dengan seorang kakek tengah membelah kayu bakar, tubuh kurusnya bercucuran keringat namun masih terlihat sangat bugar walau jika dilihat dari wajahnya usianya sudah sepuh.
"Assalamualaikum " ucap Eva
__ADS_1
Kakek itu tak menjawab namun ia juga tak mengabaikan Eva
"kenapa bisa sampai kesini? " ucapnya sambil membereskan kayu bakar lalu menyusunnya rapi
Eva kebingungan ia terdiam tak bisa menjawab pertanyaan kakek itu
"sini" titahnya pada Eva dengan suara yang sedikit membentak ,kakek itu berjalan menuju bagian belakang rumahnya kakinya tak beralas dengan kuku yang sedikir panjang dan kotor berjalan cepat, Eva tergopoh gopoh mengikutinya
kakek itu berhenti ia mengambil sesuatu diatas tumpukkan kayu, seperti kalung kuku hewan liar berbentuk melengkung ujungnya yang runcing dan tajam warnanya hitam pekat permukaannya halus mengkilat "apa ini "tanya Eva
"Darah keturunan terakhir mengembalikan mereka kekampung ini" ucap kaket tua itu lalu pergi masuk kerumahnya
Eva belum bisa mengartikan ucapan kakek itu, hingga pria tua itu keluar lagi membawa obor dan menulurkan obor itu pada Eva yang tanpa fikir disambut oleh gadis itu, kembali si kakek masuk kerumahnya dan menguncinya rapat
Eva berjalan meninggalkan rumah dan kampung itu, langkahnya membawanya kembali masuk kehutan dengan langkah demi langkah yang begitu lama membuat ia kelelahan dan jatuh tersungkur ditanah perlahan kesadarannya menghilang sambil mengenggam erat pemberian kakek kampung siluman itu.
__ADS_1
...----------------...
Hai raders semuanya selamat membaca...ya!!!