PAMALI

PAMALI
Ceritakan


__ADS_3

Eva pov


Aku keluar untuk menyapu halaman saat matahari akan segera menampakkan sinarnya kulihat ustadz Ghifari baru keluar dari masjid ia berjalan menghampiri ku.


"Assalamualaikum "ucapnya


jarak kami tidak terlalu dekat ia persis berdiri diluar pagar yang terbuat dari kayu hanya sepinggang orang dewasa


"waalaikumsallam "jawabku


"Eva lagi sibuk? "ia terlihat ragu ragu


"gak, ada apa ustadz? "tanyaku penasaran


"saya mau tanya soal? "ia menggantung kata katanya tapi aku sangat penasaran


"Soal apa? "tanyaku lagi


ustdaz terlihat kebingungan lalu "soal bakar terasi? "tanyannya


Aku menunduk lalu tersenyum sudah kuduga pasti dia penasaran atau jangan jangan dia sudah melanggar larangan itu "Ustadz"ucap kai Burhan yang ada didepan pintu


pembicaraan kami terpotong sebab ada kai burhan, aku pun permisi pamit untuk kedapur sedangkan ustadz Ghifari menghampiri kai Burhan "Assalamualaikum kai "ucapnya sambil mencium tangan kai Burhan


Eva pov End


...****************...


Author pov


Niat Ustadz Ghifari untuk menceritakan kejadian yang menimpanya pada Eva gagal sudah setelah kedatangan kai Burhan, senenarnya ia juga sekalian ingin bertanya perihal larangan membakar terasi yang Eva katakan saat itu.


"Ada apa ustadz pagi pagi kesini? "tanya kai Burhan


"Tidak ada kai, saya cuma mau mengucapkan terima kasih untuk semuanya,saya sudah banyak merepotkan"ustadz Ghifari bingung harus berkata apa

__ADS_1


"Kada (tidak) apa apa ustadz, sudah tanggung jawab kami sebagai warga kampung pada ustadz sebagai pendatang dan guru bagi anak cucu kami"jawab Kai Burhan


"saya ucapkan terima kasih sekali lagi kai, "keduanya diam sejenak "begini kai soal anak anak yang akan sekolah bagaimana kalau dimulai besok saja"usul ustadz Ghifari


"iya, lebih cepat lebih baik karena anak anak sudah lama tidak sekolah"


"Kalau kai mengijinkan, saya akan bicara pada Hanif segera"ustadz Ghifari bersemangat sebab ada alasan baginya bisa bertemu dengan Eva tanpa ada yang memandangnya curiga, rasa penasarannya pada ucapan Eva membuat ia melakukan segala cara untuk mendapat jawaban.


ustadz Ghifari pun pamit untuk pulang pada kai burhan, dengan berjalan kaki ia menyusuri jalan saat lewat disamping rumah yang berdampingan dengan masjid tempat makhluk itu lewat rasa penasaran muncul dibenaknya "kemana perginya makhluk itu tadi malam? "guman ustadz Ghifari


Lalu ia perlahan menyusuri jalan samping rumah itu yang tidak begitu lebar hingga kebelakang rumah tepat saat ia keluar jalan itu bersebrangan dengan rumah Amang Anwar persis.


Ustadz ghifari terpaku sejenak"kalau tidak salah perhitungan berarti makhluk itu menuju rumah itu"batin ustadz Ghifari berucap sambil menatap dalam rumah yang misterius itu


kenapa dia ditinggalkan begitu saja hingga tidak ada satu orang pun dari keluarga Amang Anwar yang datang menjenguk padahal teror sudah berakhir.


Author pov end


...----------------...


ustadz Ghifari pov


Tidak ada yang aneh saat aku masuk, setelah mandi dan makan semua biasa saja hingga tiba tiba saat ingin keluar rumah kurasakan ada sesuatu yang lewat dibelakangku sekilas berwarna merah tapi aku tidak melihat apa itu,"Biarkan jangan hiraukan"aku bergumam tidak ingin terlalu menggubris permainan mereka.


"Assalamualaikum "Amang iwan datang dengan wajah yang terlihat tidak senang pada ku


"waalaikumsallam mang iwan "ucapku mencoba mengabaikan mimik wajahnya "ada apa mang"tanyaku padanya


"Maaf ustadz, saya mau bicara dengan ustadz "ucapnya


"Silahkan pak, mari bicara didalam"pinta ku dengan sopan dan segera membuka kan pintu


"kada(tidak) usah disini ja (saja) "jawabnya


Aku mempersilahkannya untuk duduk dilantai teras rumah maklum tidak ada kursi teras dirumah ini "Begini ustadz "mang iwan terhenti sejenak ia seperti tengah mengatur amarahnya yang sudah keubun ubun

__ADS_1


"Iya mang"jawabku


"setahu saya kata kai Burhan, pak ustadz kan masih bujangan belum menikahkan? "ia mencoba meluruskan sesuatu


"inggih(iya) mang"aku fokus mendengarkan ucapannya sambil menerka nerka apa yang sebenarnya mang iwan ingin katakan


"lalu siapa perempuan yang sering saya liat ada dirumah ini"Aku terkejut bukan main dengan ucapan mang iwan ada rasa marah dihatiku saat aku dituduh seperti itu


"Maaf mang sebelumnya,saya memang pendatang disini tapi niat saya baik tidak ada niat jahat sedikitpun kalau mang iwan tidak senang dengan saya bisa bicara langsung jangan membuat fitnah"ucapku tegas


Aku harus tegas dengan rumor seperti ini sebab bukan hanya namaku yang dipertarukan tetapi juga nama baik pondok tempatku belajar serta guru guruku yang terhormat juga dipertaruhkan disini.


"Saya tidak menuduh tanpa bukti ustadz, sudah berkali kali saya liat ada perempuan dirumah ini saat ada atau pun ustadz tidak ada dirumah ini dan tadi baru saja liat perempuan itu masuk kedalam sebelum ustadz mengunci pintu"Amang Iwan tak kalah tegasnya


ia tak terima jika aku mengatakan dia membuat fitnah, dalam hati mulai terasa bimbang apa benar ada orang lain dirumah ini selain aku.


"Saya juga berkata jujur mang, saya tidak pernah membawa wanita manapun masuk kerumah ini"aku sedikit menurunkan nada bicaraku agar suasana tenang


"Bagaimana kalau kita periksa saja"pinta mang iwan


"Baik, silahkan saya tidak takut"jawabku


kami berdua masuk setelah aku membukakan kunci Amang iwan membuka satu persatu kamar memeriksa setiap sudut rumah lalu tiba dibagian dapur, amang iwan berhenti dan menatapku tajam "liat perempuan itu sudah kabur"ucapnya sambil menunjuk pintu dapur yang terbuka lebar


Aku tepaku sesaat rasanya aku tidak membuka pintu dapur semenjak pulang tadi hingga akan pergi lagi lalu siapa yang membukanya, kami berbarengan menuju pintu dapur melihat siapa tau orang itu tidak pergi jauh


Tidak ada siapa pun hanya pohon pohon dan rumput tidak ada satu orang pun yang lewat atau berada disana.


"Kita lebih baik bicara dengan kai Burhan saja"ucap mang iwan


ia berlalu pergi meninggalkan aku yang masih kebingungan, kusadarkan diriku ini hanya kesalah pahaman saja semua akan baik baik saja ,jadi aku tidak boleh gegabah.


kututup pintu rapat rapat dan menguncinya kuikuti mang iwan yang sudah jauh berjalan meninggalkanku


"Assalamualaikum "ucapnya saat tiba dirumah kai Burhan

__ADS_1


aku mendengar nya dari kejauhan yang keluar ternyata Eva,ia melihatku lalu berbicara pada mang iwan


aku tidak tau apa yang mereka bicarakan sebab setelah aku mendekat Eva masuk kedalam begitupun dengan mang iwan, aku hanya bisa mengikuti, kami berdua duduk dikursi tamu sedangkan Eva menuju dapur.


__ADS_2